Jumat, 30 Januari 2015

METLAND RUMAH IDAMAN INVESTASI MASA DEPAN

               Memiliki rumah yang nyaman adalah impian semua orang termasuk saya. Bagaimanapun juga, lebih dari steengah hari dalam hidup kita akan dihabiskan di dalam rumah. Lantas, rumah yang nyaman adalah salah satu sarana penunjang utama untuk kita bisa melewati hari-hari dengan bahagia. Dan bahagia adalah impian semua orang. Saya pernah tinggal di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Semua orang tau, kawasan menteng adalah satu dari 3 kawasan paling elite di Jakarta. Tapi sayang, saat itu saya hanya mengontrak rumah saja, bukan rumah sendiri dan masih terus memimpikan memiliki rumah sendiri di kawasan itu. Tentunya bukan sebab menteng adalah kawasan elite, tapi sebab kawasan elite jelas memiliki banyak sekali keunggulan. Dan impian terbesar saya adalah Metland! Ya, Memiliki rumah Metland Menteng adalah impian terbesar saya. Impian yang akan terus-terusan membayangi kemanapun saya berpindah tempat. Sebetulnya, yang menarik minat saya bukan hanya Metland Menteng saja. Tetapi Puri, Transyogi, Tambun, Cileungsi, dan Cibitung juga merupakan impian saya. Okelah saya tidak akan serakah dengan membeli di semua lokasi. Cukup satu Metland saya bagi saya adalah kebahagiaan. Kenapa sih saya ingin sekali punya rumah Metland? sebab beli rumah di Metland tidak akan kecewa. Selain Lokasi Strategis, Metland juga bebas banjir dengan harga yang sangat kompetitif. Ngapain coba kita punya rumah bagus kalo letaknya di ujung dunia yang mau pergi aja aksesnya susah? Buat apa kita punya rumah di tengah kota kalau setiap hujan kita kebanjiran? Dan apa untungnya punya rumah yang investasinya sulit untuk bersaing dengan rumah lain alias gak kompetitif? Metland solusinya. Memang sih kalau kita lihat fisicly, membeli rumah di Metland jelas harus memiliki banyak uang. Tapi tenang saja, ternyata Metland juga menyediakan Kredit perumahan dengan cicilan Ringan. Bagaimanapun juga, Metland adalah developer property terbaik di Indonesia, otomatis mereka pasti akan menyediakan sarana yang akan memudahkan kita untuk mendapatkan unit dengan cara yang tidak menyulitkan. Saat ini metland mengeluarkan produk barunya untuk ditawarkan pada kita semua yang mau mendapatkan hunian nyaman dan berkelas. Sudah dijual unit terbaru bentuk rumah model minimalis modern, dengan sistem cluster pada perumahan yang aman. Jadi, gak salah kan kalo saya bilang : Metland Rumah idaman Investasi masa depan .

               Dari tadi saya ngoceh terus tentang Metland. sebenernya apa sih Metland itu? Nih saya kasih tau yah. Metland itu adalah singkatan dari Metropolitan Land Tbk, yang berdiri pada tanggal 16 Februari 1994 dan mulai beroperasi pada 28 Oktober 1994. Metland fokus pada pengembangan perumahan dan properti komersial. Bahkan nih yah, sejak tahun 2004 perusahaan Investasi Singapura : Reco Newtown Pte. Ltd sudah resmi bergabung dengan Metland. Artinya apa coba? Ya jelas bahwa Metland menunjukkan peningkatan kepercayaan dari para stakeholder. Dan tau gak sih kalo di tahun yang sama Metland jugamendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 dari dari URS ( United Registar System ) sebagai pengakuan resmi bahwa Metland telah mencapai standart Internasional atas sistem managemen mutu.

             Kalian juga perlu tau kalo Metland bukan cuma pengembang di bidang perumahan aja, Tapi dia juga punya properti bangunan komersial lainnya seperti Pusat perbelanjaan, Apartemen, Ruko, Kantor sampai Hotel. Dan dari informasi saya di paragraf sebelumnya, artinya kalian juga tau dong kalo pengalaman Metland dalam bidangan pengembangan properti komersial bukan cuma sebulan dua bulan, atau setahun-dua tahun, Tapi udah lebih dari 20 Tahun. Dan kenapa juga saya terus-terusan bilang punya impian rumah dari Metland? sebab selain semua-semua yang sya sebutkan diatas, Metland juga punya konsep Green Living loh buat perumahan yang di bangunnya. Jadi Metland bukan cuma sekedar membangun rumah yang nyaman dan berkualitas, tapi juga membantu kita untuk menciptakan lingkungan yang indah dengan konsep tersebut.

             Selain saya pasti setiap dari kalian punya keinginan untuk memiliki rumah sendiri. Perumahan di Metland merupakan rumah idaman yang dilengkapi fasilitas prima untuk memudahkan hidup kalian dengan tersedianya berbagai fasilitas pendukung seperti sekolah berkualitas baik dan favorit, sarana hiburan keluarga, rekreasi kuliner, sarana bisnis dan perbankan dan sarana olah raga. Selain itu, kita semua juga tau kan kalau harga tanah naik terus setiap tahun, sehingga membeli rumah di Metland merupakan pilihan tepat untuk berinvestasi karena berada di lokasi strategis. Secara geografis lokasi perumahan Metland tersebar di wilayah Jabotabek. Terletak di lokasi yang strategis dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi karena berada dekat Mal Metropolitan, Hotel Horison Bekasi, Grand Metropolitan dan akses jalan tol. Membeli rumah di Metland merupakan investasi untuk masa depan.

             

Foto perumahan Metland diatas jelas bikin air liur kita menetes terus. Saya terus-terusan memperhatikan foto ini sambil membayangkan bagaimana kalau saya bisa memiliki satu dari deretan rumah di foto ini. BAgaimana suksesnya saya bisa mendidik anak-anak saya di lingkungan yang baik dan aman. Kita semua tau, salah satu kunci sukses mendidik anak selain stimulus orang tua dan guru adalah lingkungan yang baik. Metland menyediakan itu semua untuk kita, untuk masa depan anak kita.

Setelah melihat foto pertama diatas tadi, saya akan ajak kalian untuk menelusuri lokasi-lokasi Perumahan Metland yang tersebar di Jabodetabek. Dan sebelumnya, silahkan makin memimpikan Metland dengan melihat foto kedua yang saya sisipkan diatas ini. Look, bagaimana kita akan mendapatkan hunian yang sangat segar dengan perhatian begitu rimbunnya taman dan tanaman di sekitarnya. 

                 Oke, yang pertama akan saya ceritakan tentang Metland menteng. Lokasi yang seringkali saya dan suami jadikan bahan diskusi menjelang tidur.  Metland Menteng merupakan sebuah perumahan prestisius dengan konsep kenyamanan yang memperhatikan eco living dan berlokasi di daerah yang sangat strategis di kota Jakarta tepatnya di Jalan Hamengkubuwono IX, Jakarta Timur. Akses maupun fasilitas di sekitar Metland Menteng sangatlah prima. Hanya selangkah dari pintu tol Cakung dengan akses tol JORR yang menghubungkan dengan segitiga emas Jakarta dan arah ke selatan menuju TB Simatupang-Pondok Indah, ke Tol Cikampek menuju Bekasi dan Bandung maupun akses ke Mangga Dua dan Bandara yang sebentar lagi terealisasi. Akses non tol, lokasi Metland Menteng hanya 6 KM dari Kelapa Gading, Kantor Walikota Jakarta Timur dan Pelabuhan Tanjung Priuk.Dan jangan khawatir untuk fasilitas yang baik dari Metland Menteng, kepercayaan kita akan kemampuan terbaik dari Developer yang juga terbaik ini jelas menyediakan sarana prasarana yang juga terbaik. Sekolah terbaik, Rekreasi kuliner terbaik, sarana olah raga terbaik, dan masih banyak deretan terbaik lainnya yang akan membuat mimpi kalian akan Metland Menteng benar-benar sempurna. 

Lalu bagaimana dengan Metland Transyogi? Oke mari simak penjelasan saya selanjutnya tentang salah satu penawaran hunian dari Metland. Metland Transyogi merupakan kawasan perumahan prestisius berkonsep Humanis Green Environment di Timur Cibubur yang segera diproyeksikan menjadi Central Business District. Dengan luas lahan yang dimiliki mencapai 120 hektar kawasan ini akan terintegrasi antara hunian, bisnis area dan pemerintahan. fasilitas-fasilitas lengkap seperti pusat perbelanjaan ternama, pusat perkantoran, community center, sekolah, rumah sakit, sport club, serta Metropolitan Mall Cileungsi yang sedang dibangun di dalam kawasan Metland Transyogi menambah kenyamanan penghuni dalam menunjang gaya hidup layaknya kota mandiri.Konsumen Metland Transyogi adalah kategori konsumen menengah ke atas yang membutuhkan hunian modern, asri dan ramah lingkungan. Metland Transyogi tetap memperhatikan pertumbuhan investasi dengan membangun beberapa cluster yang memiliki kenyaman lingkungan. Tidak menutup kemungkinan Metland Transyogi akan memperluas pembangunan cluster serta meningkatkan pengembangan untuk mewujudkan tujuannya sebagai central business district.   


Dan Metland Tambun, yang cocok dengan kalian para pengusaha mandiri dengan tema Hunian yang sangat mandiri. Konsep mandiri ini menggabungkan anatara hunian nyaman dengan kawasan niaga yang terletak dikawasan Bekasi. Kita semua tentunya tau bahwa Bekasi adalah salah satu kawasan di area Jabodetabek dengan perkembangan yang sangat pesat. Dengan letak yang ada di tengah kota bekasi, akan memudahkan akses transportasi. Bisa melalui toll Jakarta-cikampek serta sangat mudah mendapatkan trasportasi umum. 

Dan yang terakhir adalah Metland Puri. Ini adalah Metland dengan konsep hunian modern yang berlokasi di barat Jakarta. Lingkungan yang sangat terjangan privasinya ini menawarkan fasilitas eksklusif berskala kota mandiri. 

 
Selain kita harus memperhatikan perkembangan anak dari segi lingkungan yang baik, anak kita juga membutuhkan lahan bermain yang aman dan sehat. Lagi-lagi, Metland memberikan solusi dalam permasalahan ini. Sulitnya lahan bermain untuk anak kita akan terselesaikan dengan perumahan aman dan bersih yang disediakan Metland. So, kita tidak akan lagi khawatir saat anak kita bermain diluar rumah. Keamanan dan keehatannya tetap terjaga dengan memiliki rumah di Metland.  

Dan kalau kalian mau bukti bahwa Metland memang berpengalaman serta terbaik di bidangnya, nih saya copasin data tentang berbagai penghargaan yang mereka raih buat referensi kalian semua dalam menentukan akan jatuh cinta kemana : 
 2008 Indonesia Property Award
2008 APPBI Awards 2008
2009 Service Quality Award
2009 Indonesia Property & Bank Award
2010 Indonesia Property & Bank Award
2011 Indonesia Property & Bank Award
2012 Forbes Asia Magazine
2012 Green Property Awards
2012 Indocement Awards 2012
2013 Rekor Bisnis (ReBi) 2013 – M Access
2013 Housing Estate Magazine 2013 - Metland Cileungsi
2013 Housing Estate Magazine 2013 - Metland Cibitung
2013 Forbes Indonesia Magazine
2013 Indonesia Brand Champion 2013
2013 Asia Responsible Enterpreneurship Award (AREA) 2013
2013 Indonesia Property & Bank Award 2013
2013 Properti Indonesia Award 2013
2013 Asia Pasific Enterpreneurship Award (APEA) 2013 – Ir. Nanda Widya
2014 Indonesia Property & Bank Award 2014
2014 Asia Pasific Property Award 2014 - Grand Metropolitan
2014 Asia Pasific Property Award 2014 - Metland Transyogi
2014 Anugerah Perusahaan Terbuka Indonesia (APTI) 2014
2014 The Most Innovative CEO 2014 (APTI 2014) – Ir. Nanda Widya
2014 Wow Brand 2014
2014 Rekor Bisnis (ReBi) 2014 – Metland Card
 


              seperti sudah saya jelaskan diatas, bahwa Metland bukan hanya menawarkan kompleks perumahan dengan hunian yang sangat nyaman. Tapi juga beberapa bangunan komersial lainnya. Yang sudah sangat kita kenal adalah Mall Metropolitan Bekasi, Grand Metropolitan Bekasi, Hotel Horizon Bekasi, Hotel Horizon seminyak Bali, @Hom Hotel Tambun, dan Hotel Horizon Cirebon. Maka lihatlah semua kualitas yang Metland tawarkan, adakah dari semua itu yang memiliki kualitas di bawah rata-rata ekspektasi kita? Adakah yang mengecewakan dari Metland? Saya pribadi mengatakan Tidak. Saya jelas sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya pada Metland. Saya percaya kalian juga. Tapi tolong jangan percaya saya, Karna kalian harus melihatnya sendiri untuk bisa merasakan cinta seperti yang saya rasakan. website www.meropolitanland.com akan menjawab semua kebenaran keterangan saya diatas. Bahwa Metland adalah Developer Properti Terbaik di Indonesia. 

Dan buat kalian yang sudah terlanjur jatuh cinta lantas bingung akan diperlakukan seperti apa cinta itu, nih saya kasih link untuk menyalurkan cinta kalian itu dengan mengikuti Blog Kontes menulis  Metland .
http://blogcontest.metropolitanland.com/ 


Kamis, 18 Desember 2014

Anak dan Bullying.

Hari jum'at. Hari paling baik meskipun semua hari adalah baik.

Sekolah adalah sistem pendidikan yang diterapkan dengan kurikulum terbaik. Setiap sekolah selalu punya program yang diunggulkan. Berbagai macam stimulus akan dilakukan para pendidik untuk bisa menghasilkan siswa dengan prestasi gemilang. Namun secemerlangnya seorang anak, apakah ada gunanya jika semua itu tinggal nama? Ini dia point yang akan saya bahas di postingan kali ini: Sekolah dan siswa Bullying. Selamat menikmati.

Dewasa ini, ada begitu banyak kasus kekerasan terhadap anak. Ada anak yang dipukuli orang tuanya sendiri sampai cacat bahkan mati. Ada yang di siksa baby sitter-nya sampai lebam-lebam, bahkan ada yang hanya sebab tak mau makan seorang anak dilempar ke lantai oleh pengasuhnya. Fenomena-fenomena ini kemudian banyak disiarkan melalui berbagai media. Dari mulai televisi, radio, koran hingga media sosia. Cerita hingga video yang merekam kejadian tersebut benar-benar jadi bukti kalau moral masyarakat kita mulai mendekati kejahatan Iblis. Yang lebih memprihatinkan adalah kekerasan anak yang dilakukan oleh anak lain, kita biasa menyebutnya Bullying ( maaf saya terpaksa menggunakan kata western, ini bukan westernisasi, hanya untk lebih mempermudah penceritaan saja )

Dalam setahun ini, entah sudah berapa banyak cerita bullying yang ada di Indonesia. Nyaris setiap minggu, ada kasus Bully yang terkuak dan jadi pemberitaan hangat. Mirisnya, pada setiap kasus yang terjadi, itu tidak menjadikan kita belajar untuk bisa mengambil hikmah dari kejadian itu. Kasus-kasus itu cuma jadi wacana, obrolan para ibu di sore hari. Kalau bagi saya yang jarang ngumpul dengan ibu lain, itu jadi obat pencahar yang terus bikin saya mules dan ingin muntah. Saya tersiksa sebab tidak bisa melakukan apapun.

Pagi tadi, satu obat pencahar lagi masuk dalam tubuh saya. Seperti mengalami penolakan kuat, saya langsung memberontak. Suami saya membacakan artikel tentang seorang anak yang di pukuli kakak kelasnya hingga meninggal di daerah jalan Makassar Jakarta Timur. Saya langsung diam, suami saya menceritakan dengan intonasi yang bahkan tidak bisa saya terjemahkan. Rasa sakit anak itu mencapai mata saya, turun ke hati. Saya membenci ini semua, saya benci sebab saya tidak bisa melakukan apapun pada keadaan ini. Saya benci sebab saya tidak tau harus marah pada siapa, saya benci sebab saya ketakutan hal serupa akan terjadi pada anak-anak saya esok. Saya benci ini semua.

Anak tersebut tidak sengaja menyenggol bahu kakak kelasnya dan menumpahkan jajanan pisang cokelat yang sedang dimakan pelaku. kemudian si kakak kelas marah, menyuruhnya mengganti. sudah diganti, eh si anak masih dipukuli didaerah perut dan pantatnya. Sesampainya dirumah anak tersebut kejang-kejang dan meninggal. Saya membayangkan, apa yang dirasakan anak tersebut saat dipukuli oleh kakak kelasnya. Bagaimana ketakutannya anak itu saat berlari menghampiri tukang pisang cokelat guna mengganti jajanan yang tidak sengaja ia tumpahkan itu. Bagaimana anak itu kemudian minta tolong dan berteriak minta ampun saat di pukuli kakak kelasnya. Bagaimana rasanya, bagaimana sakitnya. Saya menangis sendiri membayangkan itu semua. Lalu bayangan itu mendekati pada objek yang lebih mengerikan lagi, bagaimana kalau korban itu adalah Arior atau Airin. dan bagaimana sebaliknya, jika si pelaku justru adalah anak saya sendiri. Ya Allah, pada tahap ini saya harus berhenti mengetik dan menghampiri lemari es hanya sekedar untuk mengambil minum. Saya kelelahan membayangkan itu semua.  

Apa yang sebenarnya terjadi pada masyarakat kita? ada apa ini sebenarnya? Dulu, saat jaman kematian siswa STPDN karena diksar dari seniornya, kecaman demi kecaman keluar dari masyarakat kita. Hingga akhirnya sistem kekerasan didikan militer harus dihapuskan dari sekolah angkatan di Indonesia. Lalu sekarang bagaimana? Ini ada anak menyiksa temannya sendiri, kadang bahkan keroyokan hingga korban meninggal. Dan kasus ini bukan cuma sekali, tapi berkali-kali. Terus gimana? kok semuanya diam saja, kok saya diam saja? kita ini kenapa diam saja?

Saya akui, kediaman kita mungkin bukan cuek. Kita terkesan diam sebab kita tidak tau harus berbuat apa. Andaipun kita ingin berbuat, kita bingung bagaimana sistem mekanisme dan cara melakukannya. Andaikata kita paham semuanya, kita tetap masih terbentur pada sebagian masyarakat yang kurang peduli. Benturan itu kadang membuat kita jadi mati gaya. Kita seperti ada di dunia yang hilang, kita tau cara untuk pulang tapi armada tidak bisa mencapai kita. Dan kemudian kita terjebak didalamnya. Mau tak mau harus ikut jadi penghuni pulau.

Suami saya sering memprotes, kok bisa sih anak sekolah mukulin temennya gurunya gak tau. Kemana aja gurunya waktu si anak itu dipukuli. Kok bisa kecolongan? Saya pun mengeluarkan pertanyaan yang sama dengan suami saya, tapi pertanyaan saya itu merayap bersama pertanyaan yang lain. Itu bukan cuma salah gurunya, itu juga salah orang tuanya. Kemana aja orang tuanya sampai anaknya bisa punya ide sadis mukulin temennya sendiri? apa yang di stimulus orang tuanya sampai anak bisa punya keberanian sehebat itu? Lingkungan seperti apa yang dijalani anak itu sehingga dia bisa punya bakat jadi preman yang hobbynya mukulin orang?

Suatu malam saya dan suami membahas tentang itu, kami sadar begitu banyak faktor yang menjadikan seorang anak bisa jadi seperti itu. Salah satunya yang kami bahas adalah tontonan televisi. Sinetron yang digandrungi bahkan sampai ditiru. Beberapa bulan lalu, muncul unggahan Video dimana seorang anak perempuan di pukuli ramai-ramai di pojokan kelas. Anak lelaki bergantian menendang dan memukulnya, bahkan ketika si anak korban itu sudah minta ampun dan kesakitan. Video itu, mirip dengan salah satu scene di sinetron GGS ( Sorry to say that ). Saya sendiri suka sekali dengan film aslinya Twilight. Konon katanya sinetron itu mengaku meniru cerita Twilight. Saya kecewa, sebagai penggemar Bella dan Jacob, saya benci mengatakan ini bahwa sinetron GGS sama sekali gak sama ama cerita Twilight. Jauh banget. Sebagai seorang penulis skenario, saya kecewa sebab jika memang sinetron itu mengambil cerita Twilight, kenapa cerita yang oke banget itu bisa jadi gak jelas dengan bumbu begitu banyak sampai akhirnya rasanya jadi pahit. Saya mengutuk sinetron itu.

Di Indonesia, tontonan itu bisa dapat rating tinggi kalau mengikuti selera pasar. Nah selera pasar kita yang membentuk ya tontonan itu sendiri. Ngomongin siapa yang salah disini sama aja kayak nebak siapa yang lahir duluan : Ayam atau Telur. GGS harusnya udah di cabut izin tayangnya, sebab di cederai menjadikan contoh buruk bagi anak-anak. Sempat gak tayang tapi kemudian tayang lagi sebab banyak protes dari masyarakat kita yang ngefans banget sama sisi dan Aliando. Gak usah ngomong jauh-jauh, tetangga depan rumah saya punya anak kecil 2 orang dan keduanya fans berat sissy. Adik ipar saya ( yang usianya 7 tahun ) bahkan salah satu penggemar berat sinetron GGS. Apa yang bisa kita perbuat sekarang? Siapa yang salah kalo para ibu juga gak concern sama tontonan anak-anaknya. Tetangga saya bilang, " ah gak papa. Regal sama Cinta ( nama dua anaknya itu ) gak bakalan mukulin temen2nya cuma gara2 nonton GGS. Regal gak begitu kok anaknya. Dia pendiem "

Right. Gimana coba kalo kalian jadi saya? pengen nujes-nujes muka si ibu pakek high heels 17 cm yah? Mungkin anaknya emang kalem, pendiem nurut sama orang tua. Tapi sadarkah dia bahwa yang namanya stimulus itu bisa merubah tabiat seorang anak jadi sangat jauh dari karakter aslinya? Dan untuk ini semua saya bersyukur Airin bukan penggemar GGS, thanks God. Bahkan banyak dari para ibu yang juga penggemar sinetron itu. Ya terus mau diapain kalo udah gitu? Siapa yang bisa mendukung lembaga penyiaran untuk memberhentikan tayangan kalo masyarakatnya begitu? Dan terus sekarang kita bisa apa?

Selain GGS, ada juga pengaruh sistem didik orang tuanya. Ada orang tua yang anaknya salah sedikit aja langsung diomelin kayak anaknya bikin salah udah ngancurin rumah beserta isinya. Didikan itu yang kemudian membuat si anak jadi pribadi yang mudah takut, pendiam dan akhirnya jadi objek Bullying. Atau sebaliknya, anak itu bakalan jadi anak yang penurut dirumah tapi pemberontak diluar rumah. Dia menyalurkan kemarahan akan perlakuan orang tuanya kepada teman teman-temannya di luar. Jadilah dia pelaku bullying. Selain itu juga, ayah dan ibu yang sering bertengkar di depan anak-anaknya adalah contoh paling hebat dimana anakna akan meniru menjadi mereka di luar sana. Seorang ayah yang hobby menyuruh ibu mengambilkan pakaian, akan membuat anaknya ikut meniru memerintah ibunya mengambilkan pakaiannya. Ayah yang tidak mandiri jangan harap bisa punya anak mandiri. Itu contoh gampangnya.

Jadi, setelah saya panjang lebar bercerita gini, apa yang saya dapat? Saya butuh bicara, saya butuh ngobrol dengan teman yang sepaham dengan saya. Mari kita bersekutu untuk bisa memecahkan persoalan ini bersama. Siapa tau persekutuan kita ini bisa menghasilkan ide yang mampu direalisasikan untuk mengurangi terjadinya ( lagi ) hal-hal yang saya sebutkan diatas. Siapa tau kita yang ditakdirkan memperbaiki ini semua. Semoga.


Senin, 08 Desember 2014

Hujan Desember

Masuk musim penghujan adalah waktu dimana segala nuansa akan berarti dramatis, mellow dan jadi momentum. Biasanya, hujan memang membawa hal indah atau semacam perasaan ingin mengingat sesuatu. Efek hujan juga terkadang bikin kita jadi sedikit cengeng. Seperti saya pagi ini : Nangis.

Saya termasuk salah satu tipe manusia yang menurut orang-orang terdekat masuk dalam kategori Complicated. Saya memang mengakui terkadang banyak benak dan pikiran saya yang ribet dan kurang simpel kalau dibandingkan sama....errrrr, suami saya. Tapi namanya manusia, saya kadang gak mau disalahin, saya mau menang sendiri dan saya mau paling bener. Meskipun yah, dengan segala keribetan yang memang bikin mual suami.

Tipikal manusia macam saya ini memiliki stereotipe yang bakalan buruk banget kalo gak bisa di manage dengan baik dan sabar. Saya jelas bakalan terlihat sangat keras kepala, sangat egois dan obsesif. Tapi sebenarnya, andai kalian tau saya itu cuma pekerja keras, yang gak gampang menyerah, mau terus berusaha meski semua orang sudah duduk lemas bilang gak mampu. tapi menurut saya, keras kepala dan obsesif itu terlalu mengerikan untuk menjuluki sifat saya. Mungkin lebih tepetnya saya ini determinasi dan sangat fokus. hahahahaha.

Oke, kembali lagi sama tangisan pagi hari saya ini. Kebetulan, suami berangkat pagi ke kantor dan anak saya mendadak tertidur lagi setelah sarapan tadi. Tumben. Dari balkon rumah saat saya menjemur baju, saya melihat langit gelap dan hawa yang menusuk banget. Dingin dan absurd. Mendadak saya berhenti menggantung-gantung pakaian dan melamun duduk. Saya menikmati kesepian ini. Kesepian yang menurut saya jarang bisa total saya rasakan jika anak bungsu saya terbangun. maka saya menyesapi itu semua.

Usia saya 28 tahun, punya dua anak dan suami yang sangat luar biasa. Untuk ukuran perempuan, saya merasa sungguh cukup untuk terus bersyukur tanpa perlu menuntut hal lebih dari apa yang sudah Allah beri. Saya manusia dan menyadari ketidak sempurnaan saya, saya paham saya memiliki banyak kekurangan seperti suami saya juga memiliki itu. Jika suami saya mampu menerima kekurangan saya, dan berusaha untuk terus menggenapinya, maka saya pun harus adil terhadapnya. Semua kekurangannya adalah bagian yang harus saya olah dengan baik agar tidak menjadi bibit kekecewaan yang meracuni hati saya. DAlam koridor istri, perenungan ini menggenap saat melihat sekeliling rumah dengan segala atribut perabotan yang disediakan suami. Ada kulkas besar yang menampung amunisi sehari-hari, dua kamar lengkap isinya, AC dan cooler untuk masing-masing kamar, Televisi yang besar dan kecil, seperangkat komputer dan mini dapur yang indah. Bagaimana bisa saya masih terus saja tidak merasa cukup?

Memang ada dalam Firman Allah,  “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) . Tapi kemudian bisa kita lihat pada kasus Asiyah Istri Firaun yang telah Allah jodohkan dengan Pria Jahat lagi kejam, juga Kasus Nabi Luth yang dianggkat menjadi Nabiullah namun Allah jodohkan dengan Wa'ilah, perempuan yang sangat jahat dan bebal. Tapi kemudian Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim ayat 10-11 bahwa : “Allah membuat istri dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir (QS AT Tahrim :10)
  kemudian “ Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata; “ Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi –Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim (QS At-Tahriim : 11)

Nah kita ini siapa? Asiyah bukan, nabi Luth bukan. Jadi kita ini masuk dalam golongan yang disebutkan di QS. An Nur : 26. Maka persiapkanlah diri untuk menjadi baik agar kelak Allah akan jodohkan kita dengan yang bak pula. Dan jika kita ternyata merasa bahwa jodoh kita tidak baik seperti yang kita harapkan, jangan lantas menjadikan diri kita masuk dalam golongan di QS. At Tahrim itu. Sebaiknya kita berkaca, kenapa suami/istri kita tidak baik. Introspeksi apakah kita memang belum baik sehingga dijodohkan dengan yang tidak baik pula. 

Lamunan saya dikagetkan oleh gerimis yang mulai datang, perlahan ingatan saya bergeser pada anak perempuan saya. Yudith Airin Puandira. Gadis kecil pendiam dengan bola mata salju yang terus mengarah pada syurga Allah. Saya mendadak menangis pada moment ini. Beberapa hari yang lalu, salah satu teman saya kehilangan anak bungsunya. Meninggal akibat penyakit bawaan sejak lahir. Setiap melihat status Facebooknya saya berusaha ikut tegar dan tidak menangis. Statusnya sungguh jadi inspirasi tiada habis bagi saya. Dengan kekuatan yang jelas tersisa sedikit, dia mencoba bersikap positif dengan melihat kepergian anaknya sebagai kasih sayang tiada batas dari Allah. Kepergian BabyPram - begitu ia memanggil anaknya - adalah keindahan yang terbungkus keikhlasan dan keridhoan. Applause dan salute untuknya. Saya percaya Allah beri dia cobaan itu sebab hanya dia yang mampu menghadapinya dengan baik. Coba kalau itu di kasih kesaya, wah saya bisa ngegelosor nangis-nangis tuh kehilangan anak.

Masih tentang Airin, dia adalah harta karun saya yang hanya bisa saya jaga dari jauh dengan doa-doa dan keihklasan. Airin adalah sebutan tentang a-gift-from-God-to-test-how-much-i-can-strength.Dialah cobaan maha berat yang saya rasakan, Allah menguatkan Airin untuk melewati ini semua pun demikian dengan saya. KAmi dipisahkan dengan jarak dan waktu yang lama, namun Allah memberikan kemandirian super untuk anak seusia Airin, dan ketegaran lebih pada saya untuk bisa bersabar jauh dari Putri tercinta.

Hujan terus saja memberikan banyak pelajaran dan pengalaman yang dalam bagi saya. Adanya hujan memberikan saya jeda panjang untuk terus bersyukur menerima semua yang sudah Allah tetapkan dalam hidup saya. Apapun yang saya miliki, apapun yang saya hadapi itu semua adalah pemberian terbaik Allah. Inilah yang terbaik untuk saya, berikut cobaan dan kebaikannya.


Minggu, 30 November 2014

Harta Karun ODHA

1 Desember, awal bulan yang kelak akan jadi nostalgia di awal bulan berikutnya karena usungan tahun baru dengan terompet dan kemegahan pesta akhir tahun sudah tercium dari sekarang. Tapi hari ini, saya mendadak seperti sedang berjalan sendirian, melihat kanan kiri dan kesepian. 1 Desember, mengingatkan saya pada banyak sahabat saya di luar sana yang mulai jarang saya sapa, mulai jarang saya usap peluhnya. ODHA ( Orang Dengan HIV AIDS ) , apakabar kalian semua? Saya kangen kalian.

Saya bersyukur hingga detik ini saya masih diberi kesehatan luar biasa oleh Allah, saya masih bisa hidup dengan sangat berkualitas. Tapi saya lebih bersyukur lagi, hari ini saya mengingat sesuatu tentang ODHA. saya mengingatnya sejelas saya melihat sendok didepan mata saya.

Sejak tahun 2005, saya dan Almh sahabat baik saya Inay, menjadi Volunter untuk ODHA. kami ikut begitu banyak kunjungan ke rumah sakit-rumah sakit, berkeliling Indonesia untuk datang dan menjadi penyemangat ODHA, saling bantu dan menerima curhatan ODHA. Tapi dari sekian banyak aktivitas itu, saya menemukan satu mozaik yang hingga kini masih tersimpul kencang dalam ingatan saya. Kenangan itu saya simpan di laci otak saya untuk sesekali bisa saya buka dan ambil kemudian dibaca sewaktu-waktu. Kenangan yang membuat saya lantas bisa berdiri tegar hingga sekarang. Sebagai tanda bersyukurnya saya, ijinkan saya kembali menceritakan penggalan pengalaman itu pada kalian semua :

Tahun 2010, Saya sedang meniti karier kepenulisan dengan menjadi Tim Kreatif di PH milik H. Deddy MIzwar Citra sinema. Pekerjaan dengan ritme tinggi dan tumpukan deadline tak terbatas membuat hari-hari saya penuh dengan kekacauan yang menyenangkan. Saya mulai menjadi nocturnal dan nyaris selalu menulis tanpa jeda yang jelas. Hari-hari adalah waktu yang memadat tanpa libur yang nyata. Saya terjebak dalam kerja stripping dan bentakan Creative director setiap saat. Meskipun saya bahagia, saya mulai perlahan melupakan ODHA. Perlahan sekali.

Inay yang juga sudah bekerja di KOMNAS Perempuan sebagai Konselor lebih beruntung dari saya. Kesehariannya jelas membuat dia sedikit banyak berinteraksi dengan masalah keperempuanan, salah satunya tentang penyakit HIV/AIDS. Suatu hari di bulan november akhir, dia menelpon saya dan mengajak saya untuk ikut dalam program kantornya di Bandung. Programnya di beri nama " Harta Karun ODHA ". Program itu memfasilitasi para penderita HIV/AIDS untuk berkumpul dan berbagi dan kemudian berbahagia bersama demi kesehatan mereka. Saat Inay menelpon dan mengajak saya sebagai pengisi acara, mendadak kepala saya seperti di jitak. Saya tertegun, sejak saya bekerja tanpa istirahat ini, jiwa saya ternyata sudah sedemikian jauhnya dari mereka. Maka saat itu juga saya mengetik surat cuti dan mengajukannya tanpa peduli pelototan Creative director sebab sinetron kami sedang tayang dan butuh dedikasi saya disitu.

Harta Karun ODHA mengikat saya selama 3 hari di bandung. Saya kembali berkumpul dengan para ODHA. Saya kebagian jatah di session curhat sebagai pembaca surat. Di session itu ODHA akan menuliskan surat dan akan kita baca satu persatu untuk kemudian di bahas keesokan harinya. Siang saat session itu berlangsung, saya duduk di samping ODHA muda berusia 16 tahun. Perempuan manisdengan tubuh sangat kurus dan bermata cekung. Dia sudah 3 tahun mengidap HIV/AIDS. Namanya Gina. belum 5 menit, Gina sudah selesai menulis dan mengangsurkannya pada saya. sementara yang lain masih sibuk menunduk menatap kertas dan bolpoint. saya mengeryit heran, saat saya tanya kenapa dia secepat itu menulis surat, apakah dia tidak ingin menyampaikan keluh kesahnya pada saya, Gina hanya tersenyum dan duduk di sebelah saya. katanya " Gina tidak mau mengeluh kak, tadi Gina hanya menulis Alhamdulillah, karna Gina sudah di beri penyakit ini. Dengan begitu Gina tau kira-kira kapan Gina akan mati dan lebih bisa mempersiapkannya. " Saya mengerjap-ngerjap. seorang anak kecil, dengan cobaan hidup yang tidak terperi begitu, bisa menampakkan kedewasaannya dihadapan saya. Kembali saya seperti dibanting keras, ada rasa malu perlahan-halan nongol di hati saya. KOk bisa, saya yang sehat dan diberi kenikmatan ini masih suka marah dan mengeluh atas cobaan ringan yang hanya seujung kuku dari cobaan yang dialami Gina? KOk bisa??

Dikamar hotel malamnya berdua Inay, saya membaca satu persatu surat itu. Sesenggukan saya menangis tidak berhenti setiap kali mengakhiri satu surat dari mereka. Betapa saya mendapatkan pengalaman hidup luar biasa di sini, betapa saya yang ternyata harus berterimakasih pada mereka karna telah menjadi guru yang baik bagi hidup saya. Betapa hebatnya mereka karena bisa dengan baik memompa semangat mereka kembali untuk tetap survive dengan apapun. Saat itu saya teringat larangan ibu saya ketika saya akan berangkat menemani ODHA yang sedang di rawat di RS Sardjito Jogja. ODHA yang akan saya temui ini sudah mengalami isolasi karena kritis dan sudah koma. Ibu saya memerintahkan saya untuk membatalkan tugas itu akrena khawatir saya tertular. Saya juga ingat begitu banyak teman yang menjauhi saya sebab mereka tau sehari-hari saya bergaul dengan ODHA. mereka mengira suatu hari nanti saya akan tertular virus itu. Saya meringis mengingat itu semua, saya nyeri bukan main dengan minimnya empati di sekeliling saya.

Hari terakhir di bandung, panitia mengadakan acara makan bersama. Disitu tak terlihat perbedaan antara Volunter dan ODHA. kami makan dalam satu meja bersama. Memesan menu bersama dan bercanda bersama. Dalam satu sesi, saya bahkan icap icip es teller dan Ice Cream dengan bertukar makanan para ODHA. dan setelah itu pulang. Saya membawa rasa terimakasih yang begitu besar dari mereka.

Keesokan harinya saya sudah kembali ngantor, pekerjaan yang saya tinggalkan selama 3 hari ternyata sudah menunggu saya bak singa kelaparan. MInta segera di kenyangkan. Saya tenggelam dalam lautan editing naskah yang berjumlah ribuan halaman. Sampai saya tidak menyadari, ada sms masuk ke hp saya. Tengah malam, baru saya sempat membuka pesan-pesan yang masuk. Dari sekian banyak pesan yang masuk, saya tertegun pada satu pesan yang berasal dari nomor tak dikenal.

Mbak, terimakasih sudah membangkitkan kepercayaan diri saya. Terimakasih sudah mau memakan ice cream dari sendok yang sama dengan saya. Hani juga menitipkan pesan mengucapkan terimakasih karna mau dan tidak jijik menyeruput Es Jeruk dari sedotan yang sama dengan Hani. Terimakasih telah membuat kami percaya bahwa kami bukan najis yang harus dibedakan "

Saya melongo. Saya bahkan tidak sadar tadi telah melakukan itu semua. Sejak awal di tahun 2005 saat mendaftar jadi Volunter, kami sudah dibekali ilmu tentang penyakit itu. Saya tau, makan satu sendok dengan mereka tidak akan membuat saya tertular. dan saking enjoynya kemarin, saya tidak memperhatikan apa yang saya lakukan ternyata begitu berpengaruh besar terhadap mereka. Sms itu masih saya simpan di hati saya sampai sekarang. Saya sering mengingatnya untuk menyemangati diri sendiri. Tidak ada yang lebih bermakna dari hidup yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Terimakasih ODHA, terimakasih sudah memberi saya begitu banyak pelajaran. Tetap kuat dan semangat.



Kamis, 20 November 2014

Setahun Perjalanan Kami

Pagi ini 21 November 2014, adalah hari dimana saya diwisuda sebagai perempuan. Hari dimana saya baru bisa berani bilang : Ya, saya seorang ibu. Hari dimana anak kedua saya Arior, genap berusia 1 tahun. Selamat ulang tahun nak. Doa mama di nadimu.

Saya adalah ibu dari 2 anak manis dan sangat pintar. Yudith Airin Puandira ( Perempuan, 6 tahun ) dan Muhammad Arior Kaisar Purnama ( Lelaki, 1 tahun ). Airin dan Arior tumbuh dengan gemilang dan baik. Saya bersyukur bisa melewati tahap berat dalam hidup saya. Bersyukur karna akhirnya saya mampu di posisi sekarang dan tersenyum melihat semua hal yang sudah saya lewati di belakang sana.

Airin dan Arior, memiliki perbedaan besar yang kerap kali terus saya takjub dan mensyukurinya. Seperti yang sudah pernah saya tuliskan di 2 postingan saya sebelum ini, bahwa Airin adalah tipikal anak sangat pendiam dengan bakat seni yang tak pernah mampu saya ejawantahkan. Sedangkan Arior adalah lelaki super aktiv dengan kemampuan membaca situasi tinggi. Juga dalam mendidik keduanya, saya jujur lebih puas mendidik Arior.

Airin adalah anak pertama, cucu pertama dan kehebohan pertama dalam keluarga besar saya. Dari mulai proses melahirkan, sampai kelahirannya ( Saya mengalami SC / biasa disebut Operasi Caesar ) Airin mendapatkan pengawalan penuh dari keluarga besar saya dan suami. Saat Airin menangis, bahkan bukan suami saya yang akhirnya pertama kali memegangnya, tapi mertua saya, kemudian orang tua saya baru suami saya. setelah itu bergiliran para bude dan pakde kemudian baru saya. IMD yang saya lakukan terhadap Airin nyaris buyar sebab para orang tua tersebut gagal paham apa itu IMD yang akhirnya merasa kasihan pada Airin dan nyaris mengambilnya dari dekapan saya. Belum lagi setelah itu, dua minggu pertama pasca kelahiran Airin, ibu saya juga mertua perempuan saya nyaris tidak pernah memberikan Airin pada saya kecuali saat menyusu. Semuanya mereka yang melakukan mulai dari memandikan, memijat hingga menidurkan. Saya kemudian hanya berfungsi sebagai ibu susuan yang selalu balik badan sembari ngedumel karna sebal tak mendapat jatah menggendong. Meskipun saya tetap memiliki masa Quality Time berdua Airin setelah dia berusia 1 tahun keatas, tapi waktu yang hanya sedikit itupun masih terus direcoki sana sini. Saya sebal dan meradang. Saya butuh waktu berdua anak saya dan memandirikan diri.

Pengalaman hamil kedua, saya kabur dari rumah Ibu dan mertua saya. Berdua suami kami mencari rumah yang jauh dari keduanya. Pengalaman anak pertama membuat saya belajar bahwa saya harus benar-benar tegas jika ingin seutuhnya jadi ibu. Bulan pertama hingga akhir kehamilan saya lewati hanya berdua suami. Saya melakukan aktivitas padat dan sehat dengan sangat mandiri. Betapa saya merasakan kenikmatan saat muntah-muntah di pagi hari dan hanya suami saja yang memijat tengkuk tanpa perlu mendengarkan opsi sana sini dari para orang tua. Betapa lega tubuh saya berjalan dan beraktivitas tanpa perlu di ganduli gunting, silet dan peniti karna ketakutan leluhur pada kuntilanak yang mengincar janin di dalam perut saya. Betapa bahagianya saya bisa pulang jam 2 pagi bersama suami karna masih beraktivitas padat tanpa perlu omelan sebab kandungan saya nantinya kena sawan ini itu dari mahluk-mahluk astral. Masa kehamilan kedua saya, dilewati dengan kemandirian super tinggi. Saya puas akan itu.

sehari sebelum kelahiran Arior, saya dan suami masih mengunjungi daerah Senopati untuk belajar cara pijat bayi oleh pakar urat bayi dan dokter spesialist anak. Hari itu memang terasa jauh lebih melelahkan di bandingkan perjalanan di hari lain. Perut terus kencang selama dalam kemacetan di Piere Tendean kemang. Sampai rumah saya di Menteng, perut semakin terasa mulas. Malam hari sebelum tidur, saya dan suami membereskan baju-baju Arior dan merapihkannya di Lemari. Tepat pukul 12 malam, saya tertidur untuk kemdian terbangun 3 jam kemudian karna pecah ketuban. Berdua suami, kami datangi RSCM dan melakukan persiapan Operasi. Tanpa memberitau siapapun. Hanya berdua saja. Saya mempersiapkan mental sendiri, berdoa sendiri, sementara suami mengurus administrasi dan kelengkapan operasi bersama para dokter yang juga sendirian. Saat itu saya yakin, inilah ujian terberat saya yang kelak akan mematangkan saya menjadi seorang ibu sepenuhnya.

Setelah Arior lahir, barulah suami memberi kabar kesana sini, dan saya saat itu sudah memegang Arior untuk memberikan Asi pertama sembari tersenyum puas. Inilah anak saya, anak yang langsung menemukan kulit saya untuk dia dekap. HIngga 3 hari setelah melahirkan dan kami pulang sendiri ke rumah, saya pun mendapati pengalaman pertama memandikan bayi semerah itu. Saya terharu saat berdua suami harus membersihkan tali pusat yang belum lepas, saya geli sendiri saat tengah malam Arior menangis karna mengompol. Dan setelah seminggu pasca melarikan, saya dinobatkan sebagai ibu tunggal sebab suami saya mulai bekerja dan saya hanya berdua Arior tanpa dibantu siapapun. Tanpa siapapun.

Dengan luka jahitan yang masih basah saya mengurus Arior dengan kemampuan yang saya miliki. Saya memijit dia sendiri, saya bernyanyi sendiri, saya menyusui sendiri. Semuanya sendiri. Arior adalah anak saya, yang saya urus sejak bayi tanpa bantuan siapapun. Tanpa siapapun.

Kepuasan mengurus anak itulah yang menjadikan Airin dan Arior berbeda. Airin bagai hadiah untuk keluarga besar kami, dia dimanjakan sana sini meski saya melihat Airin tak menyukai itu semua. Sedangkan Arior, adalah hadiah untuk sikap teguh saya memegang prinsip kemandirian, dia adalah diksar saya dalam mentasbihkan diri sebagai ibu.

Pagi ini, saya menatap Arior yang masih pulas tertidur sebab kemarin baru saja kami ajak mengunjungi Festival Budaya Anak Bangsa. Saya melihat Arior tumbuh sempurna dengan bahagia. Setahun ini, saya telah melewatinya dengan luar biasa. Pengalaman berharga yang tidak pernah bisa saya ganti dengan apapun. Kelak, kita akan melewatinya dengan terus bersama nak. Kita akan terus bersama. Selamat Ulang tahun. Barakallah.