hallooooowwww, selamat senin pagi. mari semangat agar kita lebih giat. ayo bangun. saatnya bangun hari depan yang terus membaik.
subuh tadi saya sengaja jalan-jalan ke pasar tradisional di daerah penggilingan cakung. pasar kumuh dengan tanah becek karena semalam hujan. lapak-lapak dipenuhi pedangan yang menggelar barang jualannya. teriakan-teriakan bersautan disekitar saya. ada yang menawarkan sayuran, buah-buahan sampai pakaian dalam. variatif memang,dan sangat efektif. mereka berteriak begitu saja tanpa peduli suaranya tenggelam dibalik teriakan orang disebelahnya. suasana ini, sangat saya cintai.
saya mau beli apa disana sepagi itu? gak. hehehehe. saya cuma mau main aja. kepasar tradisional yang becek dan bau? iyap. itu hobi saya. rasanya ada yang bergetar di hati ketika merasakan sensasi tanah becek itu menempel di sol sepatu saya, atau teriakan pedagang cabe yang pekak di telinga, dan barang jualan yang begitu variatif terhampar di mata saya. indra perasa, pendengar dan penglihatan saya dimanjakan disitu. rasanya nikmat sekali berada di pusat rotasi itu tanpa melakukan apapun. hanya diam menikmati suasana yang ada. tanpa perlu ada yang bertanya " ini orang ngapain sih aneh banget " . gak akan ada yang sempat memperhatikanmu karna mereka sibuk dengan hidup mereka di lapak-lapak itu.
tapi pagi ini ada yang istimewa di mata saya. seorang anak lelaki kecil yang kumal membawa payung kucel. berdiri bersender pada dinding sudut pasar. matanya liar menatap orang yang lalu lalang. dan menengadah menataplangit. berharap hujan. dia anak pengojek payung. rezekinya ada diatas langit, dan Tuhan belum menurunkan untuknya karena pagi ini belum turun hujan. saya memperhatikan dia, menerka isi kepalanya. jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi. dan dia masih ada di selasar pasar, menunggu turunnya hujan. saya tertegun. dia harus tau kalau saya telah menikmati aktifitasnya. bahwa saya mengambil moment dalam paginya. refleks saya berjalan, ingin tau dia lebih dekat.
dan saya langsung shock begitu melihat jelas. mukanya hancur. babak belur. matanya memerah lebam dan bibirnya pecah. anak itu seperti habis tertabrak meteor raksasa. terkoyak sana sini. saya beneran kaget, definisi perasaan saya sudah tidak jelas lagi. antara marah, sedih, benci, pengen ngamuk, pengen meluk dan banyak lagi. saya bingung harus melakukan apa. yang akhirnya saya tau, saya menangis. anak itu menoleh bingung, melihat perempuan cengeng di sampingnya membekap mulut erat-erat memperhatikannya. saya makin menangis. dan anak itu makin bingung.
kami duduk berdua di depan pedagang pecel di pojokan pasar. dia makan dengan lahap. mendoan sudah 2 di jejalkan ke mulut pecahnya. saya diam, jadi tak berselera makan.kapan terakhir ada makanan masuk mulutnya? kapan terakhir anak kecil itu bisa makan serakus ini? saya makin tak berselera. menatap anak dengan penderitaan seperti ini, seperti makan 10 butir obat pencahar. bikin mules.
umurnya baru 8th. usia dimana seharusnya dia ada didekapan orang tuanya dan sibuk bermanja. usia dimana harusnya dia ada disekolah dan menyesap semua ilmu pengetahuan. bukannya ada dipasar dan jadi pengojek payung. bukannya berjibaku dengan pengojek payung lain yang lebih dewasa dan para preman yang kerjanya sibuk mukulin dia. bukannya ada didepan saya kelaparan dengan tangan gemetar memakan makanan yang seolah ingin dia simpan untuk perutnya. saya gak tau mau bilang apa lagi. saya terlampau sedih untuk mengatakan bahwa saya ingin memeluknya. tak peduli dia begitu kotor dan kumal. tak peduli tubuhnya bau dan berkeringat. saya hanya ingin memeluknya sebentar saja. memberinya rasa dilindungi meski hanya dalam tataran detik. mengatakan padanya bahwa semua akan menjadi indah untuknya kelak. tapi saya gagu. gagap untuk meminta itu darinya.
saya ingat, sedari kemarin saya hanya sibuk dengan kesakitan saya sendiri. sibuk menyalahkan orang lain yang membuat saya menangis. lalu berteriak-teriak minta dimengerti. tiba-tiba saya merasa rendah didepan anak itu. dia, yang cuma anak kecil tanpa pendidikan apapun itu bisa dengan tabah menerima perlakuan buruk sekitarnya, menahan sakit atas perlakuan nasib padanya, dan terus berjalan dengan tabah dalam penderitaan. dia yang hanya anak kecil, tiba-tiba serasa begitu besar jiwanya dan saya menjadi kerdil karenanya.
setelah selesai makan dia berdiri. mengibas-ngibaskan tangan berminyaknya dan tersenyum diantara pecah bibirnya. saya meringis. seperti ikut merasakan perih di bibir itu. matanya menatap saya dan dia berkata " makasih ya mbak. apa yang bisa saya kerjakan sekarang buat mbak . saya bawakan barang belanjaannya? " saya diam. tergugu menyaksikan pertanyaan polos itu. tanpa banyak bicara saya tarik dia, saya peluk dia erat. dia bingung. mbok penjual pecel bingung. dan beberapa orang lain bingung. cukup begini nak, cukup dengan diam ketika saya peluk. itu telah memberi saya harga mahal yang sangat luar biasa. saya bicara sambil menangis dalam hati. melepaskan pelukan dan berjalan pergi. diiringi tatapan bingung semua orang, saya dapatkan hal baru pagi ini : rasa sakit itu bukan untuk ditolak. tapi dinikmati. makasih ya nak.
Minggu, 08 April 2012
Sabtu, 07 April 2012
Pernikahan bukan Perjanjian .
selamat minggu pagi. selamat liburan. selamat rileksasi. semoga kalian semua bahagia.
postingan kali ini sangat serius. jadi yang berharap hari ini ingin santai dan rileks saya sarankan segera close blog ini dan cari hal lain yang lebih santai. karna kali ini saya beneran mau bahas sesuatu yang serius. yang gak bisa dengan tertawa-tawa kita menemukan solusinya.
PERNIKAHAN. itulah yang akan saya bahas. sebuah lembaga sakral nan agung yang menjadikan dua manusia beda jenis kelamin menjadi halal dalam melakoni kehidupan bersama. Pernikahan itulah yang akan mengikat kita beserta seluruh keluarga kedua belah pihak. mengikat dalam agama, dalam negara, dalam masyarakat, dan dalam hati tentu saja.
setau saya, menikah adalah keputusan bersama berdasarkan azas saling. saling disini bisa bermakna luas. bisa saling mencintai, saling membutuhkan, saling memahami, saling menekan, saling mengancam, saling menguasai, bahkan saling memanfaatkan. konteksnya adalah pernikahan itu sebuah kesepakatan bahwa pasangan itu harus seimbang. tidak ada yang menekan dan tertekan, tidak ada yang untung dan yang rugi. sama. balance. seimbang.bagaimana jika tidak? ya artinya pernikahan hanya menjadi sebuah keputusan satu pihak yang membahayakan pihak lainnya. itu bukan pernikahan namanya, tapi PERJANJIAN.
pagi ini saya mendapati sebuah kasus yang dialami oleh orang terdekat saya. saya gak bisa sebutkan siapa dia dan apa hubungannya dengan saya. bukan hal yang subtansial mengenai hal tersebut. yang akan saya bahas adalah kisahnya. bukan untuk menyebarkan pada semua orang ( tentu saja tidak, karna saya menyayanginya sedemikian rupa ) tapi lebih untuk memberinya sebuah perspektif baru. juga untuk pembelajaran kalian semua. begini kisahnya
yang pertama, pacaran. dimana-mana yang namanya pacaran itu ya pasti ada gejolaknya. jangankan yang jarak jauh , yang deket aja bisa gak percaya kok sama pasangannya. jadi harusnya semua paham disini, menjaga kepercayaan pasangan itu adalah hal utama untuk sebuah hubungan. jauh maupun dekat. nah, kenapa sampai ada selingkuh itu? ya karna kepercayaan kita pada pasangan menurun. mungkin juga karna si orang ketiga itu sinarnya menyilaukan banget. atau mungkin juga karna si pelaku selingkuh itu memang gak bisa menjalani hubungan jarak jauh. fakornya bisa banyak. tapi selingkuh, apapun bentuknya tetap dibutuhkan cinta untuk mengawalinya. dan cinta, tidak pernah datang tanpa permisi.
cinta itu seperti air. dia membutuhkan media yang lebih rendah untuk mengalir. jika suatu saat media itu berubah menjadi landai kemudian datar, maka air itu tidak akan bisa mengalir. dan cinta itu mati. kemudian dibutuhkanlah aliran lain untuk memecah arusnya kembali. agar air itu bisa terjun dan memecah lalu menghasilkan buih. berbusa dan indah kembali. seperti itulah mereka. dan apakah itu salah? saya pikir tidak. salah dan benar bukankah hanya persepsi. dan saya tidak ingin terjebak pada persepsi orang lain tentang mana benar mana salah. saya punya persepsi sendiri, dan inilah persepsi saya : kadang cinta itu datang waktu kita lagi bahagia sama orang lain. datang dengan sendirinya melalui orang yang lain lagi. bisa saja Tuhan menitipkan cinta untuk kita rawat dari orang yang ternyata bukan pasangan kita. atau sebaliknya. cinta itu datangnya dari mana-mana. hanya nafsu memilikilah yang kemudian menjadikan cinta harus datang dari orang yang tepat. dan kita yang tidak mampu membaca hati kita sendiri akan merasa sangat berdosa telah melakukan tindakan biadab dengan mengkhianati pasangan kita. kita lupa, bahwa mengkhianati perasaan sendiri jauh lebih buruk dari sekedar mengkhianati pasangan.
yang kedua, melakukan hubungan intim ketika masih pacaran. itu ZINA. dan zina hukumnya kita semua tau : DOSA. tapi apa ada hak kita untuk mengecam dosa mereka? karna kita juga kan gak pernah tau nantinya mereka dihisab seperti apa? atau jangan-jangan malah mereka sudah diampuni oleh Tuhan? kita gak pernah tau. dan cuma yang sama sekali tidak pernah berbuat dosa, boleh menghakimi dosa orang lain.berhubung saya jelas banyak dosa, maka saya cuma bisa mengatakan maklum pada keduanya. maklum untuk apa? ya untuk gejolak asmara yang meluap sehingga menjadikan mereka sama-sama lupa akan batasan itu. maklum untuk keberanian mereka dalam menempuh jalan hubungan mereka. maklum untuk kesanggupan mereka menghadapi hari hisab esok kelak. maklum untuk semuanya. karna yang mereka butuhkan ketika sadar akan dosa itu adalah dukungan bahwa kita tidak akan pernah menyalahkan tindakan mereka, meskipun juga tidak membenarkan.
yang ketiga, meninggalkan pasangan yang telah kita nodai. wohooooo, sebentar. kalimat itu kok kesannya gimana banget ya.ehm, saya ganti biar sedikit lebih ada nilai keindahannya : meninggalkan seseorang yang telah kita hisap madunya. baiklah,kalimat itu lebih indah meski kesannya jelas lebih menusuk. tak apalah, namanya juga pengandaian.begini kawans, perawan itu penting. tapi bukan yang utama. terkutuklah engkau wahai lelaki jika kalian hanya ingin mendapatkan keperawanan ketika kalian menikahi seorang wanita. sebentar, saya bilang ini bukan karna saya udah janda ya. tapi karna perempuan itu point paling penting bukan apakah dia perawan atau bukan. tapi apakah dia itu ' wanita' atau bukan. wanita dalam tanda kutip itu maknanya maha dahsyat kawans. wanita menjadi pantas dinikahi bukan karna dia perawan, tapi karna dia harus memiliki potensi sebagai perempuan. sebagai wanita yang terhormat. bisa aja itu keperawanan dia serahkan sama seseorang mucikari karna waktu itu dia harus jual keperawanannya untuk biaya pengobatan ayahnya misal. apakah perempuan tidak perawan yang seperti ini disebut bukan wanita terhormat? justru dia sangat terhormat. atau perempuan yang terlampau sering naik sepeda, kemudian keperawanannya terenggut karena jatuh dari sepeda lantas disebut tidak pantas sebagai istri? oh Tuhan, sungguh jika ada lelaki yang berpandangan dangkal seperti itu, maka dia lah yang justru tidak pantas sebagai imam.
lalu dari sisi perempuan itu sendiri. duhai engkau mahluk ciptaan Tuhan yang paling indah. jangan nodai otakmu dengan berfikir sempit bahwa perempuan tidak perawan itu tidak ada harganya. sungguh itu adalah cara berfikir dangkal yang kelak akan membunuh semua perempuan di dunia. okelah, jika kita sebagai perempuan ingin menjaga keperawanan kita untuk suami tercinta kelak, itu saya titip sepuluh jempol buat tipe perempuan seperti itu. tapi, jika ternyata sudah kejadian dan keperawanan kalian telah hilang, maka jangan pernah mengemis-ngemis pada si pria yang telah mengambilnya. karna kalian sungguh tidak pantas mengemis. beda masalah kalau si pria memang lantas bertanggung jawab. tapi kalau sudah terlanjur dia tidak mencintai kita, apakah mau kita tukarkan hidup kita pada pria yang hanya mau menikahi kita karna telah mengambil keperawanan kita.apakah mau kalian tukarkan kebahagiaan kalian pada sebentuk darah berupa tanda keperawanan. tidak !!! setiap wanita berhak bahagia. perawan atau tidak.
ketiga. pernikahan karna paksaan. jadi, ternyata ada yang menekan agar si pria menikahi perempuan itu karna sudah mengambil keperawanannya. Astaghfirulloh.sejak kapan dunia ini menjadi begitu mubazir dengan melahirkan pemikiran-pemikiran ala kaum terisolir dari kecanggihan.sejak kapan ada hukum, baik agama maupun negara yang melahirkan pasal berupa harus menikah karna sudah memerawani seorang gadis? sejak kapan menikah menjadi momok seseorang dan menjadikannya begitu merasa terintimidasi. sejak kapan pernikahan melahirkan kesakitan orang lain? sejak kapan? bilang sama saya sejak kapan? #skala emosi empat kuadrat. hehehehe. sorry, saya jadi tersulut api neraka inih. maaf. kita kembali pada otak yang jernih. dalam hukum negara, gak ada itu pasal yang menuliskan bahwa " bagi pria yang sudah memerawani seorang wanita harus menikahinya. jika tidak akan didenda kurungan dan denda sebesar bla...bla...bla.. " menikah itu kan mandatarisnya langsung ke Allah ya, ke Tuhan kita. bukan ke polisi, bukan ke jaksa agung apalagi ke presiden. ayolah guys, menikahlah karena kalian memang ingin menikah dengan orang tersebut. menikahlah karena kalian ingin bahagia. menikahlah karena kalian merasa yakin bahwa dialah orang yang kalian tunggu selama ini.menikahlah untuk diri kalian sendiri.
pernikahan menjadi tidak sakral lagi jika sudah dibebani macam-macam. termasuk tindakan menekan dan mengancam. saya ikut sedih untuk orang terdekat saya itu. tapi saya percaya, dia akan memutuskan yang terbaik untuk hidupnya. saya percaya dia akan bahagia dengan pilihannya. dan saya percaya dia akan menjadi imam yang baik bagi perempuan yang dinikahinya. perawan atau tidak perempuan tersebut.
akhirnya kawans, marilah kita belajar untuk tidak memandang sesuatu dari perspektif dangkal. jadikan diri kita berharga karna kita memang berharga, bukan karna ada orang yang menghargai kita.
Love ~ me ~
postingan kali ini sangat serius. jadi yang berharap hari ini ingin santai dan rileks saya sarankan segera close blog ini dan cari hal lain yang lebih santai. karna kali ini saya beneran mau bahas sesuatu yang serius. yang gak bisa dengan tertawa-tawa kita menemukan solusinya.
PERNIKAHAN. itulah yang akan saya bahas. sebuah lembaga sakral nan agung yang menjadikan dua manusia beda jenis kelamin menjadi halal dalam melakoni kehidupan bersama. Pernikahan itulah yang akan mengikat kita beserta seluruh keluarga kedua belah pihak. mengikat dalam agama, dalam negara, dalam masyarakat, dan dalam hati tentu saja.
setau saya, menikah adalah keputusan bersama berdasarkan azas saling. saling disini bisa bermakna luas. bisa saling mencintai, saling membutuhkan, saling memahami, saling menekan, saling mengancam, saling menguasai, bahkan saling memanfaatkan. konteksnya adalah pernikahan itu sebuah kesepakatan bahwa pasangan itu harus seimbang. tidak ada yang menekan dan tertekan, tidak ada yang untung dan yang rugi. sama. balance. seimbang.bagaimana jika tidak? ya artinya pernikahan hanya menjadi sebuah keputusan satu pihak yang membahayakan pihak lainnya. itu bukan pernikahan namanya, tapi PERJANJIAN.
pagi ini saya mendapati sebuah kasus yang dialami oleh orang terdekat saya. saya gak bisa sebutkan siapa dia dan apa hubungannya dengan saya. bukan hal yang subtansial mengenai hal tersebut. yang akan saya bahas adalah kisahnya. bukan untuk menyebarkan pada semua orang ( tentu saja tidak, karna saya menyayanginya sedemikian rupa ) tapi lebih untuk memberinya sebuah perspektif baru. juga untuk pembelajaran kalian semua. begini kisahnya
sebut saja orang terdekat saya itu AB. dan kekasihnya CD. AB menjalani LDR ( long distance relationship) dengan CD sudah selama 2 tahun. selama dua tahun itu kisah mereka manis. saling mendukung dan bahagia. gaya pacaran yang mereka ambil adalah sikap dewasa. saking dewasanya, akhirnya mereka terjebak dalam sebuah hubungan yang tidak seharusnya . yap, hubungan suami-istri. karna hal itu akhirnya mereka merasa terikat secara bathin. kemudian suatu hari, AB bertemu perempuan lain di kotanya yang kemudian kita sebut saja EF. keduanya dekat dan merasa memiliki visi yang sama tentang hidup. EF memiliki hal yang menurut AB sangat dibutuhkan dalam hidup AB. dan keduanya saling memiliki secara otomatis. giliran CD kebakaran hati. tentu saja AB bersalah karna hal ini bisa disebut selingkuh. tapi AB berketetapan untuk serius dengan EF. CD bukan perempuan pantang menyerah, dia tak ingin hubungan yang sudah sedemikian jauh itu lepas hanya karna orang ketiga. CD memaksa AB untuk menikahinya sesuai janji AB dulu. dan EF merelakannya. tapi AB sendiri sudah tak yakin akan perasaannya pada CD. kalut jelas, galau itu pasti. tapi akhirnya AB memilih EF dan meninggalkan CD. pada akhirnya apa? CD melaporkan hal ini pada keluarganya, dan salah seorang saudara CD menekan AB untuk selekasnya menikahi CD. akhirnya apa? saya juga belum tau. tapi inilah yang akan kita bahas bersama.
yang pertama, pacaran. dimana-mana yang namanya pacaran itu ya pasti ada gejolaknya. jangankan yang jarak jauh , yang deket aja bisa gak percaya kok sama pasangannya. jadi harusnya semua paham disini, menjaga kepercayaan pasangan itu adalah hal utama untuk sebuah hubungan. jauh maupun dekat. nah, kenapa sampai ada selingkuh itu? ya karna kepercayaan kita pada pasangan menurun. mungkin juga karna si orang ketiga itu sinarnya menyilaukan banget. atau mungkin juga karna si pelaku selingkuh itu memang gak bisa menjalani hubungan jarak jauh. fakornya bisa banyak. tapi selingkuh, apapun bentuknya tetap dibutuhkan cinta untuk mengawalinya. dan cinta, tidak pernah datang tanpa permisi.
cinta itu seperti air. dia membutuhkan media yang lebih rendah untuk mengalir. jika suatu saat media itu berubah menjadi landai kemudian datar, maka air itu tidak akan bisa mengalir. dan cinta itu mati. kemudian dibutuhkanlah aliran lain untuk memecah arusnya kembali. agar air itu bisa terjun dan memecah lalu menghasilkan buih. berbusa dan indah kembali. seperti itulah mereka. dan apakah itu salah? saya pikir tidak. salah dan benar bukankah hanya persepsi. dan saya tidak ingin terjebak pada persepsi orang lain tentang mana benar mana salah. saya punya persepsi sendiri, dan inilah persepsi saya : kadang cinta itu datang waktu kita lagi bahagia sama orang lain. datang dengan sendirinya melalui orang yang lain lagi. bisa saja Tuhan menitipkan cinta untuk kita rawat dari orang yang ternyata bukan pasangan kita. atau sebaliknya. cinta itu datangnya dari mana-mana. hanya nafsu memilikilah yang kemudian menjadikan cinta harus datang dari orang yang tepat. dan kita yang tidak mampu membaca hati kita sendiri akan merasa sangat berdosa telah melakukan tindakan biadab dengan mengkhianati pasangan kita. kita lupa, bahwa mengkhianati perasaan sendiri jauh lebih buruk dari sekedar mengkhianati pasangan.
yang kedua, melakukan hubungan intim ketika masih pacaran. itu ZINA. dan zina hukumnya kita semua tau : DOSA. tapi apa ada hak kita untuk mengecam dosa mereka? karna kita juga kan gak pernah tau nantinya mereka dihisab seperti apa? atau jangan-jangan malah mereka sudah diampuni oleh Tuhan? kita gak pernah tau. dan cuma yang sama sekali tidak pernah berbuat dosa, boleh menghakimi dosa orang lain.berhubung saya jelas banyak dosa, maka saya cuma bisa mengatakan maklum pada keduanya. maklum untuk apa? ya untuk gejolak asmara yang meluap sehingga menjadikan mereka sama-sama lupa akan batasan itu. maklum untuk keberanian mereka dalam menempuh jalan hubungan mereka. maklum untuk kesanggupan mereka menghadapi hari hisab esok kelak. maklum untuk semuanya. karna yang mereka butuhkan ketika sadar akan dosa itu adalah dukungan bahwa kita tidak akan pernah menyalahkan tindakan mereka, meskipun juga tidak membenarkan.
yang ketiga, meninggalkan pasangan yang telah kita nodai. wohooooo, sebentar. kalimat itu kok kesannya gimana banget ya.ehm, saya ganti biar sedikit lebih ada nilai keindahannya : meninggalkan seseorang yang telah kita hisap madunya. baiklah,kalimat itu lebih indah meski kesannya jelas lebih menusuk. tak apalah, namanya juga pengandaian.begini kawans, perawan itu penting. tapi bukan yang utama. terkutuklah engkau wahai lelaki jika kalian hanya ingin mendapatkan keperawanan ketika kalian menikahi seorang wanita. sebentar, saya bilang ini bukan karna saya udah janda ya. tapi karna perempuan itu point paling penting bukan apakah dia perawan atau bukan. tapi apakah dia itu ' wanita' atau bukan. wanita dalam tanda kutip itu maknanya maha dahsyat kawans. wanita menjadi pantas dinikahi bukan karna dia perawan, tapi karna dia harus memiliki potensi sebagai perempuan. sebagai wanita yang terhormat. bisa aja itu keperawanan dia serahkan sama seseorang mucikari karna waktu itu dia harus jual keperawanannya untuk biaya pengobatan ayahnya misal. apakah perempuan tidak perawan yang seperti ini disebut bukan wanita terhormat? justru dia sangat terhormat. atau perempuan yang terlampau sering naik sepeda, kemudian keperawanannya terenggut karena jatuh dari sepeda lantas disebut tidak pantas sebagai istri? oh Tuhan, sungguh jika ada lelaki yang berpandangan dangkal seperti itu, maka dia lah yang justru tidak pantas sebagai imam.
lalu dari sisi perempuan itu sendiri. duhai engkau mahluk ciptaan Tuhan yang paling indah. jangan nodai otakmu dengan berfikir sempit bahwa perempuan tidak perawan itu tidak ada harganya. sungguh itu adalah cara berfikir dangkal yang kelak akan membunuh semua perempuan di dunia. okelah, jika kita sebagai perempuan ingin menjaga keperawanan kita untuk suami tercinta kelak, itu saya titip sepuluh jempol buat tipe perempuan seperti itu. tapi, jika ternyata sudah kejadian dan keperawanan kalian telah hilang, maka jangan pernah mengemis-ngemis pada si pria yang telah mengambilnya. karna kalian sungguh tidak pantas mengemis. beda masalah kalau si pria memang lantas bertanggung jawab. tapi kalau sudah terlanjur dia tidak mencintai kita, apakah mau kita tukarkan hidup kita pada pria yang hanya mau menikahi kita karna telah mengambil keperawanan kita.apakah mau kalian tukarkan kebahagiaan kalian pada sebentuk darah berupa tanda keperawanan. tidak !!! setiap wanita berhak bahagia. perawan atau tidak.
ketiga. pernikahan karna paksaan. jadi, ternyata ada yang menekan agar si pria menikahi perempuan itu karna sudah mengambil keperawanannya. Astaghfirulloh.sejak kapan dunia ini menjadi begitu mubazir dengan melahirkan pemikiran-pemikiran ala kaum terisolir dari kecanggihan.sejak kapan ada hukum, baik agama maupun negara yang melahirkan pasal berupa harus menikah karna sudah memerawani seorang gadis? sejak kapan menikah menjadi momok seseorang dan menjadikannya begitu merasa terintimidasi. sejak kapan pernikahan melahirkan kesakitan orang lain? sejak kapan? bilang sama saya sejak kapan? #skala emosi empat kuadrat. hehehehe. sorry, saya jadi tersulut api neraka inih. maaf. kita kembali pada otak yang jernih. dalam hukum negara, gak ada itu pasal yang menuliskan bahwa " bagi pria yang sudah memerawani seorang wanita harus menikahinya. jika tidak akan didenda kurungan dan denda sebesar bla...bla...bla.. " menikah itu kan mandatarisnya langsung ke Allah ya, ke Tuhan kita. bukan ke polisi, bukan ke jaksa agung apalagi ke presiden. ayolah guys, menikahlah karena kalian memang ingin menikah dengan orang tersebut. menikahlah karena kalian ingin bahagia. menikahlah karena kalian merasa yakin bahwa dialah orang yang kalian tunggu selama ini.menikahlah untuk diri kalian sendiri.
pernikahan menjadi tidak sakral lagi jika sudah dibebani macam-macam. termasuk tindakan menekan dan mengancam. saya ikut sedih untuk orang terdekat saya itu. tapi saya percaya, dia akan memutuskan yang terbaik untuk hidupnya. saya percaya dia akan bahagia dengan pilihannya. dan saya percaya dia akan menjadi imam yang baik bagi perempuan yang dinikahinya. perawan atau tidak perempuan tersebut.
akhirnya kawans, marilah kita belajar untuk tidak memandang sesuatu dari perspektif dangkal. jadikan diri kita berharga karna kita memang berharga, bukan karna ada orang yang menghargai kita.
Love ~ me ~
Megatruh
bukankah sudah kukatakan padamu,
batu adalah batu
bukankah sudah kukatakan kepadamu,
aku adalah aku.
matahari sudah kembali membakar langit tanpa aku tau apa yang sedang terjadi
rasa pembodohan teraktualisasikan begitu saja dalam kecemasanku
tapi bukankah aku sudah selayaknya selalu percaya
apapun yang kau lakukan tak mungkin bentuk dari pengkhianatanmu padaku
tapi bukankah aku sudah selayaknya selalu percaya
apapun yang kau katakan adalah sabda pandhita sang pangeran
dan aku tak memiliki sebentuk daya untuk tidak menyakinimu
matahari kelak akan membakar hidupku tanpa aku tau apa yang menjadi takdirku
rasanya sudah terlampau lama kita berjuang di jalan ini
meskipun aku yakin baru kemarin kita mengaplikasikannya
tapi seharusnya kamu memang layak untuk dipercaya
karna hidup adalah bagian dari segala jenis upayamu untuk kembali menjadi baik
dan seharusnya kamu memang pantas untuk dipercaya
karna telah kau sebar janji malam itu padaku dengan rasa yakin
aku tak memiliki hak untuk memaksamu tetap dijalan ini
bersamaku atau bersamanya
aku terlampau tau bahwa kau jauh lebih sakit dari semua manusia yang ada
jika aku menancapkan keputusan padamu
tidak. tidak akan pernah kubuat sakit itu tumbuh di hatimu
tidak juga dihati siapapun
bukan karna aku ingin menjadi dewa
atau menjadi lilin seperti katamu
tapi karna aku tau,
aku memang bukan siapa-siapa.
berjalanlah.
kau tau jalur mana yang lebih membuatmu nyaman
prioritasku hanya membuatmu merasakannya
dan sudah kau rasakan bukan?
matahari yang tak hanya bersinar, tapi membakar
berjalanlah
kelak akan kau temukan oase yang membuatmu mampu menampung perasaanmu sendiri
aku percaya padamu.
jika cintaku matematis,
aku tak tau pada hitungan keberapa dia kandas
dan hitungan ke berapa dia bablas.
tapi aku tau,
kamu pasti tau bahwa semua ini yang terbaik.
dan aku percaya padamu.
selalu percaya.
Jumat, 06 April 2012
maafkan mama, nak .
long week end yang dramatis !!!
apa kabar kalian? dramatis juga gak hari kalian? saya harap, sekalipun dramatis tapi anti klimaksnya kalian dapet ending yang manis. saya harap.
baru aja saya dikabarin kalo anak saya sakit. dan saya cuma bisa denger kabarnya aja karna saya gak ada dikota yang sama. saya cuma bisa nanya " gimana. udah turun panasnya?" atau saya cuma bisa membayangkan anak saya tidur di kasur nya dengan tubuh dipenuhi minyak kayu puih dan berselimutkan pelukan. saya gak bisa apa-apa selain bengong disini dan mengharapkan dia cepat sembuh. saya gak bisa berbuat lebih.
kadang saya berpikir, kenapa saya gak bisa mengalahkan semua hal ini untuk berlari dan menemani putri kecil saya disana? kenapa saya gak kekeuh untuk melawan aturan pekerjaan atau apapun demi mengusapkan minyak kayu putih itu di punggungnya. kenapa saya takut dibilang gak profesional oleh rekan kantor dan membiarkan ketidakbecusan saya sebagai ibu terus melekat dalam identitas saya. kenapa saya gak melakukan hal terbaik untuk anak saya? dan masih banyak kenapa yang lainnya lagi. jawabannya cuma satu, karna saya percaya Allah sudah menjaganya disana, melalui doa saya. dan untuk asumsi itulah saya menjadikan postingan kali ini sebatas curhat colongan semata.
anak saya itu, cuma anak perempuan kecil berusia 4 tahun. yang kalau ditanya dimana mama nya dia akan menjawab dengan sangat tulus " lagi kerja ". yang kalau dimana papanya dia akan menjawab dengan tulus juga kalimat yang sama pula. yang kalau ditanya kenapa papa sama mamanya tidak satu rumah, hanya akan dijawab dengan santai tanpa beban apapun " mama sama papa udah punya rumah sendiri-sendiri ". anak saya itu, hanya seorang anak perempuan kecil yang mendapatkan takdir berupa kemandirian sejak kecil. dan saya tidak bisa untuk tidak bersyukur karenanya.
tapi kawans, meskipun begitu saya tidak lantas santai saja mendengar anak saya sakit di tempat yang jauh dari saya. gak begitu saja saya tenang menanggapi semua kabar ini. sedari pertama dengar kabar ini sampe sekarang, saya gak pernah rela meletakkan hp saya. saya mau setiap saat saya dapat kabar. dan menunggu itu hal yang menakutkan buat saya. saya sibuk menebak apa yang sedang anak saya rasakan ditengah sakitnya,bagaimana sakit tubuhnya, apa yang dia keluhkan.sementara hp saya berbunyi hanya beberapa kali dalam satu jam. saya tau, keluarga di sana telah merawat anak saya dengan baik.
hal-hal kayak gini yang membuat saya akhirnya merasa jadi ibu yang bedebah. mama yang gak becus ngurus anak dan perempuan gagal yang gak berhasil jadi panutan bagi anaknya. saya seketika langsung merasa membumi hanguskan semua kebaikan dan kebahagiaan yang selama ini kita berdua lewatin, dan saya ganti dengan pikiran pikiran imbisil tentang saya yang payah lah, atau saya yang ngaco lah, saya yang gak becus lah. ini itu semuanya gak jelas. ini penyakit saya. saya akan langsung menyalahkan diri sendiri tanpa konteks yang jelas kalau itu udah menyangkut anak saya. dan saya benci dengan penyakit satu ini.
tapi apapun itu, saya tetep harus kembali tegak untuk kuat dan semangat. saya harus canangkan bahwa semuanya akan kembali baik. anak saya akan sehat dan saya akan ketemu dia lagi besok. dan meskipun saya gak bisa berlari menemuinya, tapi hati dan cinta saya sudah ada bersamanya.
apa kabar kalian? dramatis juga gak hari kalian? saya harap, sekalipun dramatis tapi anti klimaksnya kalian dapet ending yang manis. saya harap.
baru aja saya dikabarin kalo anak saya sakit. dan saya cuma bisa denger kabarnya aja karna saya gak ada dikota yang sama. saya cuma bisa nanya " gimana. udah turun panasnya?" atau saya cuma bisa membayangkan anak saya tidur di kasur nya dengan tubuh dipenuhi minyak kayu puih dan berselimutkan pelukan. saya gak bisa apa-apa selain bengong disini dan mengharapkan dia cepat sembuh. saya gak bisa berbuat lebih.
kadang saya berpikir, kenapa saya gak bisa mengalahkan semua hal ini untuk berlari dan menemani putri kecil saya disana? kenapa saya gak kekeuh untuk melawan aturan pekerjaan atau apapun demi mengusapkan minyak kayu putih itu di punggungnya. kenapa saya takut dibilang gak profesional oleh rekan kantor dan membiarkan ketidakbecusan saya sebagai ibu terus melekat dalam identitas saya. kenapa saya gak melakukan hal terbaik untuk anak saya? dan masih banyak kenapa yang lainnya lagi. jawabannya cuma satu, karna saya percaya Allah sudah menjaganya disana, melalui doa saya. dan untuk asumsi itulah saya menjadikan postingan kali ini sebatas curhat colongan semata.
anak saya itu, cuma anak perempuan kecil berusia 4 tahun. yang kalau ditanya dimana mama nya dia akan menjawab dengan sangat tulus " lagi kerja ". yang kalau dimana papanya dia akan menjawab dengan tulus juga kalimat yang sama pula. yang kalau ditanya kenapa papa sama mamanya tidak satu rumah, hanya akan dijawab dengan santai tanpa beban apapun " mama sama papa udah punya rumah sendiri-sendiri ". anak saya itu, hanya seorang anak perempuan kecil yang mendapatkan takdir berupa kemandirian sejak kecil. dan saya tidak bisa untuk tidak bersyukur karenanya.
tapi kawans, meskipun begitu saya tidak lantas santai saja mendengar anak saya sakit di tempat yang jauh dari saya. gak begitu saja saya tenang menanggapi semua kabar ini. sedari pertama dengar kabar ini sampe sekarang, saya gak pernah rela meletakkan hp saya. saya mau setiap saat saya dapat kabar. dan menunggu itu hal yang menakutkan buat saya. saya sibuk menebak apa yang sedang anak saya rasakan ditengah sakitnya,bagaimana sakit tubuhnya, apa yang dia keluhkan.sementara hp saya berbunyi hanya beberapa kali dalam satu jam. saya tau, keluarga di sana telah merawat anak saya dengan baik.
hal-hal kayak gini yang membuat saya akhirnya merasa jadi ibu yang bedebah. mama yang gak becus ngurus anak dan perempuan gagal yang gak berhasil jadi panutan bagi anaknya. saya seketika langsung merasa membumi hanguskan semua kebaikan dan kebahagiaan yang selama ini kita berdua lewatin, dan saya ganti dengan pikiran pikiran imbisil tentang saya yang payah lah, atau saya yang ngaco lah, saya yang gak becus lah. ini itu semuanya gak jelas. ini penyakit saya. saya akan langsung menyalahkan diri sendiri tanpa konteks yang jelas kalau itu udah menyangkut anak saya. dan saya benci dengan penyakit satu ini.
tapi apapun itu, saya tetep harus kembali tegak untuk kuat dan semangat. saya harus canangkan bahwa semuanya akan kembali baik. anak saya akan sehat dan saya akan ketemu dia lagi besok. dan meskipun saya gak bisa berlari menemuinya, tapi hati dan cinta saya sudah ada bersamanya.
Selasa, 03 April 2012
hanya hari biasa
malaaaaaammmmmm. OMG !!! akhirnya saya kembali kesini. kembali menulis disini. apakareba semua? baik-baik kah? hehehehehhe.
hari ini tanggal berapa? yakk. 3 April. bukan apa-apa, memang 26 tahun yang lalu saya dilahirkan. memang hari ini adalah hari ulang tahun saya. dan memang benar semua orang yang ketemu saya di hari ini heboh bukan main minta di traktir makan. benar, semua benar.puas? hehehehehehe #kumat#
tapi saya merasa hari ini biasa aja. bukaaaannn, bukan karna saya gak mau traktir kalian jajan atau sekedar makan. bukan karna itu. tapi karna memang biasa aja. saya tetap gak bisa tidur, tetap gak napsu makan, tetap suka nonton film, tetap mandi sehari 2 kali, tetap bernafas, tetap senyum, tetap bahagia. semua sama dengan hari-hari di tanggal lain. pada dasarnya semua hari itu baik menurut saya. kalooooo, memang ada hari khusus dimana kita berniat untuk mengenang kembali rekam jejak kita selama ini, ya oke lah. tapi gak mengkultuskan hari ulang taun aja dong. mengenang dan menyiapkan resolusi baru untuk hidup itu kalo bisa sebanyak mungkin.setiap hari.saya sih gitu ya, setiap bangun tidur gak peduli itu ulang tau saya atau ulang taunnya osama bin laden, saya bakalan penuhi hari saya dengan semangat dan sikap pantang menyerah. sekali maju maka pantang untuk pulang.#lho?# hehehehehe.
dari mulai jam 00.00 dini hari tadi, itu mulai dari ucapan selamat di fb, di sms, di telpon, di depan kamar saya, penuh sama ucapan yang maknanya sama : selamat ulang taun. cuma dalam versi bahasa dan karakter kalimat yang berbeda aja. itu kalo tiap satu ucapan bisa di rupiahin mungkin saya udah bisa bantu bayar utang negara kali #lebay#. tapi saya bersyukur dan makin bahagia, ternyata orang yang memperhatikan saya itu banyak banget ya? mendadak saya merasa jabatan orang yang lagi berulang taun itu lebih penting dari presiden yang dicari-cari demonstran. mendadak lemparan telur dan siraman tepung lebih keren dari potong rambut di hairstaylist manapun. dan mendadak saya jadi keki setengah mati karna dimana-mana dikerjain. tapi sekali lagi, hari ini tetap biasa buat saya. yang bikin jadi gak biasa adalah kelakuan elo-elo pada itu. hiks.
apapun bentuknya hari ini,sekali lagi ini hanyalah hari selasa biasa. dimana doa-doa saya tetap sama. tapi saya berterimakasih buat semua sahabat, rekan, saudara, handai taulan, para fans, amiers, amilovers, amiholic, aminity, sobatami, sahabat ami, amiliebers, amiquers #mulai kumat # yang udah bener-bener memperhatikan saya. tak lupa saya ucapkan terimakasih buat orang tua saya yang luar biasa dalam membesarkan dan mendidik saya, putri bola mata salju saya, Airin Puandira kamu sungguh luar biasa nak. serta Lelaki Cerdas-ku yang setiap detik membajiri hidup saya dengan ilmu-ilmu indah nya. sungguh saya gak bakalan bisa berbuat hingga sampai seperti sekarang ini tanpa kalian semua. ini mungkin moment yang bisa saya bilang istimewa, bahwa akhirnya ada juga alasan saya untuk menangis terharu atas apa yang telah kalian berikan sama saya selama ini.
akhirnya, saya mau bilang sama kalian kalo saya bangga punya kalian semua. I Love u All.
hari ini tanggal berapa? yakk. 3 April. bukan apa-apa, memang 26 tahun yang lalu saya dilahirkan. memang hari ini adalah hari ulang tahun saya. dan memang benar semua orang yang ketemu saya di hari ini heboh bukan main minta di traktir makan. benar, semua benar.puas? hehehehehehe #kumat#
tapi saya merasa hari ini biasa aja. bukaaaannn, bukan karna saya gak mau traktir kalian jajan atau sekedar makan. bukan karna itu. tapi karna memang biasa aja. saya tetap gak bisa tidur, tetap gak napsu makan, tetap suka nonton film, tetap mandi sehari 2 kali, tetap bernafas, tetap senyum, tetap bahagia. semua sama dengan hari-hari di tanggal lain. pada dasarnya semua hari itu baik menurut saya. kalooooo, memang ada hari khusus dimana kita berniat untuk mengenang kembali rekam jejak kita selama ini, ya oke lah. tapi gak mengkultuskan hari ulang taun aja dong. mengenang dan menyiapkan resolusi baru untuk hidup itu kalo bisa sebanyak mungkin.setiap hari.saya sih gitu ya, setiap bangun tidur gak peduli itu ulang tau saya atau ulang taunnya osama bin laden, saya bakalan penuhi hari saya dengan semangat dan sikap pantang menyerah. sekali maju maka pantang untuk pulang.#lho?# hehehehehe.
dari mulai jam 00.00 dini hari tadi, itu mulai dari ucapan selamat di fb, di sms, di telpon, di depan kamar saya, penuh sama ucapan yang maknanya sama : selamat ulang taun. cuma dalam versi bahasa dan karakter kalimat yang berbeda aja. itu kalo tiap satu ucapan bisa di rupiahin mungkin saya udah bisa bantu bayar utang negara kali #lebay#. tapi saya bersyukur dan makin bahagia, ternyata orang yang memperhatikan saya itu banyak banget ya? mendadak saya merasa jabatan orang yang lagi berulang taun itu lebih penting dari presiden yang dicari-cari demonstran. mendadak lemparan telur dan siraman tepung lebih keren dari potong rambut di hairstaylist manapun. dan mendadak saya jadi keki setengah mati karna dimana-mana dikerjain. tapi sekali lagi, hari ini tetap biasa buat saya. yang bikin jadi gak biasa adalah kelakuan elo-elo pada itu. hiks.
apapun bentuknya hari ini,sekali lagi ini hanyalah hari selasa biasa. dimana doa-doa saya tetap sama. tapi saya berterimakasih buat semua sahabat, rekan, saudara, handai taulan, para fans, amiers, amilovers, amiholic, aminity, sobatami, sahabat ami, amiliebers, amiquers #mulai kumat # yang udah bener-bener memperhatikan saya. tak lupa saya ucapkan terimakasih buat orang tua saya yang luar biasa dalam membesarkan dan mendidik saya, putri bola mata salju saya, Airin Puandira kamu sungguh luar biasa nak. serta Lelaki Cerdas-ku yang setiap detik membajiri hidup saya dengan ilmu-ilmu indah nya. sungguh saya gak bakalan bisa berbuat hingga sampai seperti sekarang ini tanpa kalian semua. ini mungkin moment yang bisa saya bilang istimewa, bahwa akhirnya ada juga alasan saya untuk menangis terharu atas apa yang telah kalian berikan sama saya selama ini.
akhirnya, saya mau bilang sama kalian kalo saya bangga punya kalian semua. I Love u All.
Langganan:
Postingan (Atom)