Selamat siaaanggg. seneng rasanya bisa intens mengunjungi kalian lagi di blog ini. saya harap kalian masih betah dan gak bosen ngebaca ocehan saya yang mungkin makin gak jelas banget sekarang ini. yeah, saya emang kadang suka bingung sama diri sendiri. tapi diluar itu saya mencoba terus bahagia. karna cuma itu kan yang semua orang impikan didunia ini ; hidup bahagia.
oke, semoga kalian akan selalu ingat, bahwa tujuan utama saya membuat blog ini adalah demi membuat kalian semua mengerti kalau mimpi itu gak pernah haram. kalo hidup itu harus dipenuhi dengan segala jenis impian. semustahil apapun impian itu. bermimpilah kawans, karna dengan begitu akan berserakan harapan-harapan dihadapanmu. dan siapapun yang menyadari bahwa kebahagiaan itu berisi harapan, maka dia akan senantiasa bermimpi.
saya punya seorang sahabat, sebut saja Dia Mr. J. wuidiiihh, kayaknya sangar banget ya sebutannya. dia sahabat saya sedari kecil. saling mengerti satu sama lain. passion dalam hidupnya adalah musik. dari dia kecil, dia acap kali mengadakan 'konser' tunggal di depan teman-teman sekolah, dengan naik keatas meja sekolah, menggunakan sapu yang dianggapnya sebagai gitar dan berteriak-teriak sendiri sambil bernyanyi. saat itu semua teman satu sekolahnya, termasuk saya berfikiran itu hanyalah impian sesaatnya. impian yang tak jelas arahnya. tapi percayakah kalian kawans, kalau sekarang ini dia jadi apa? sekarang sahabat saya itu naik panggung di sebuah televisi swasta, disorot banyak kamera dan lampu, dengan lagu yang saya yakin semua anak muda mengenalnya, bermain gitar sungguhan dengan penonton yang juga sungguhan berteriak histeris pada permainan gitarnya. taukah kalian kawans, dia mantap dengan mimpinya. walaupun dia ditentang oleh banyak orang. walaupun batu sandungan ada di seluruh jalannya. dia menatap mimpi itu dengan tenang, dengan yakin dan selalu merasa " dalam mimpi itu masa depannya berada "
dari sini saya ingin tunjukkan pada kalian, bahwa impian itu bukanlah sebuah permainan. yakin dan mantaplah. semangat juang kalian itu adalah aminisi terbesar dalam mengejarnya.
Tampilkan postingan dengan label my dreams. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my dreams. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 September 2011
Selasa, 06 September 2011
pada suatu ketika
whoa!!!!!! lama sekali rasanya saya baru bikin postingan lagi. maaf kawan, saya terlampau sibuk akhir-akhir ini. bukan berarti saya jadi malas menulis. bukan. saya sedang melakukan meditasi hidup. penyelarasan dengan hati.itu perlu lho, kenapa? karna selama ini saya sudah terlampau bicara dengan logika. saatnya saya merenung, membaca hati dan keinginan. dan taukah kau kawans? saya menemukan 'itu'. sesuatu yang saya beri nama penyerahan tunggal. katarsis. atau sebutan lainnya.
ketika kita berumur 10 tahun dan kita ditanya tentang cita-cita kita, maka yang akan keluar adalah jawaban seperti Polisi,dokter,pilot.atau presiden. dalam kasus saya jawaban yang akan keluar adalah Bintang sinetron. kemudian ketika kita berumur 16 tahun dan ditanya tentang cita-cita kita, maka jawaban yang akan keluar adalah CEO sebuah perusahaan, bisnis man, pengusaha karet, atau dalam kasus saya Penulis. dan ketika kini di saat umur kita sudah berkepala 2, maka ketika ditanya mengenai cita-cita kita hanya akan mengangkat bahu dengan senyum mengenang. telah terlampau banyak cita-cita yang kita angankan. bahkan terlampau lucu jika diingat. ketika pada akhirnya kita terdampar di sebuah HRD satu perusahaan swasta, atau CSR sebuah bank, dengan lugasnya kita hanya mampu menghardik diri sendiri. mengatakan bahwa cita-cita hanyalah sebuah target meraih sesuatu dimasa depan saat masih kecil. maka ketika target itu sedikit meleset, dengan masa depan kita yang telah terjadi, ya sudah. kita cukupkan disini perjalanan menempuh target itu. is end. dan berakhir.
sayangnya saya tidak. saya tidak akan pernah berhenti untuk meraih target saya. saya masih akan terus ber'terget' . sejuta kali saya melakukan kesalahan, sejuta kali pula saya mendapatkan kebenaran. maka saya tidak pernah takut, saya tidak pernah gentar mengambil resiko. karna di resiko itulah impian saya berada. pada titik berproses itulah saya mengadu nasib. saya masih terus akan berusaha, bahkan jika umur saya sudah tua bangka sekalipun. saya masih ingin punya vitalitas, semangat dan keyakinan. bahwa suatu saat nanti, in once upon the time , saya akan menraih impian saya meski hanya sehari dan setelah itu saya mati.
dan engkau kawans, maukah berbagi impianmu? berbagi cita-citamu? berbagi kegairahanmu. saya bahagia dengan impian saya, dan kebahagiaan saya akan lengkap jika saya mengetahui bahwa kamupun masih bahagia dengan impianmu.
ketika kita berumur 10 tahun dan kita ditanya tentang cita-cita kita, maka yang akan keluar adalah jawaban seperti Polisi,dokter,pilot.atau presiden. dalam kasus saya jawaban yang akan keluar adalah Bintang sinetron. kemudian ketika kita berumur 16 tahun dan ditanya tentang cita-cita kita, maka jawaban yang akan keluar adalah CEO sebuah perusahaan, bisnis man, pengusaha karet, atau dalam kasus saya Penulis. dan ketika kini di saat umur kita sudah berkepala 2, maka ketika ditanya mengenai cita-cita kita hanya akan mengangkat bahu dengan senyum mengenang. telah terlampau banyak cita-cita yang kita angankan. bahkan terlampau lucu jika diingat. ketika pada akhirnya kita terdampar di sebuah HRD satu perusahaan swasta, atau CSR sebuah bank, dengan lugasnya kita hanya mampu menghardik diri sendiri. mengatakan bahwa cita-cita hanyalah sebuah target meraih sesuatu dimasa depan saat masih kecil. maka ketika target itu sedikit meleset, dengan masa depan kita yang telah terjadi, ya sudah. kita cukupkan disini perjalanan menempuh target itu. is end. dan berakhir.
sayangnya saya tidak. saya tidak akan pernah berhenti untuk meraih target saya. saya masih akan terus ber'terget' . sejuta kali saya melakukan kesalahan, sejuta kali pula saya mendapatkan kebenaran. maka saya tidak pernah takut, saya tidak pernah gentar mengambil resiko. karna di resiko itulah impian saya berada. pada titik berproses itulah saya mengadu nasib. saya masih terus akan berusaha, bahkan jika umur saya sudah tua bangka sekalipun. saya masih ingin punya vitalitas, semangat dan keyakinan. bahwa suatu saat nanti, in once upon the time , saya akan menraih impian saya meski hanya sehari dan setelah itu saya mati.
dan engkau kawans, maukah berbagi impianmu? berbagi cita-citamu? berbagi kegairahanmu. saya bahagia dengan impian saya, dan kebahagiaan saya akan lengkap jika saya mengetahui bahwa kamupun masih bahagia dengan impianmu.
Selasa, 16 Agustus 2011
Pasukan Berani Mati
Huaaaahh, akhirnya saya menemukan Judul Untuk Novel saya besok. Dan saya menemukannya dijalan, ketika otak dan hati saya beneran lagi gak sinkron banget. ketika begitu banyak kalimat berseliweran di otak saya, namun tak satupun saling berkaitan. dan gegabahnya, saya membiarkan semua itu melintas tanpa sempat tercatat begitu saja.ugh, rasanya makin anomali ketika pada akhirnya saya harus mengingat-ingat lagi, apa dan seperti apa kelak ending dari novel saya itu.
baiklah saudara, akan saya gelontorkan perkembangan novel saya. dengan tujuan, ohoho, tentu saja kalian jadi tertarik dan kelak akan membelinya. keuntungan materi? oh, itu jelas. tapi bukan prioritas. yang utama adalah rasa puas, beneran deh puas banget kan ketika kita berkutat didepan laptop selama berbulan-bulan, sampe nyaris muntah-muntah saking pusing itu mata liatin layar melulu, dan setelah hasilnya terbit, semuanya berbondong-bondong membelinya. waduh, itu menyenangkan sekali ya rarasanya. baik, kembali ke topik, dan tolong ingatkan saya apabila saya mulai bicara terlalu ngelantur. biasa, syndrom penuaan dini. hehehehe
bagi yang baru membaca postingan saya yang ini, saya sarankan untuk stop sampai di alinea ini dan buka posting saya sebelumnya yang berjudul " mari kita tangkap bersama " , karna postingan ini adalah kelanjutan dari postingan yang itu. jadi demi menjaga otak kalian agar tidak puyeng, mendingan secepatnya balik haluan segera. Bagi yang sudah dengan setia mengikuti postingan demi postingan saya, saya ucapkan terimakasih ( sambil tepuk tangan heboh, skaligus heran kenapa ada yang begitu setia sama saya ). dan silahkan membaca alinea selanjutnya untuk mengikuti perkembangan proses pembuatan novel saya itu.
Kali ini, saya merasa sedang mengalami kehamilan (lagi) namun janin yang ada di perut saya adalah novel ini. semakin lama saya merasakan semakin jatuh cinta pada proses juga jalan ceritanya. sungguh, ini beneran bukan promosi ( walau kalo bisa sih emang skalian promosi ) tapi memang saya jadi suka gak bisa berhenti menulis ketika sudah mulai mengembangkan cerita novel ini. Bagi saya, siapapun yang beneran mengikuti setiap postingan saya adalah pasukan berani mati. karna kadang postingan saya ini memang beneran cuma sampah di hati saya yang saya buang di blog ini. dengan tujuan sampah itu bisa jadi bahan daur ulang yang bermanfaat. tuh, kan saya mulai ngelantur lagi. kembali ke novel.
baiklah, sekarang serius nih. novel saya sudah masuk dalam konflik utama, dimana Renggo mulai dicurigai sebagai penyelundup oleh pihak kampusnya, dicurigai (pula) telah berkhianat oleh KORPS nya, serta dicurigai (juga) telah menjadi mata-mata musuh oleh sindikat Abigael, dan yang paling menyakitkan Renggo adalah ketika keluarganya ikut mempertanyakan eksistensi Renggo akhir-akhir ini.Renggo terpaksa membiarkan begitu banyak hal yang terjadi diluar rencana awal, Renggo memang terpaksa menjadi penyelundup demi melindungi rahasianya sebagai spionase kepolisian, juga terpaksa tidak mengirim data pada Korps karna Airin disandera sebagai jaminan oleh Andi yang ternyata adalah Kakak kandung Airin, Dan sindikat abigael yang lain( andi telah mengerti identitas asli renggo, namun masih bungkam karna sebenarnya sayang pada Airin ) telah mencurigai banyak hal yang aneh pada pekerjaan Renggo, serta renggo pula merasa harus merahasiakan banyak hal dari keluarganya demi keamanan mereka sendiri.
nah, setelah ini saya baru mau melanjutkan menulis lagi. dan jujur banget ini, saya sepertinya membutuhkan seorang editor untuk membantu mengedit naskah mentah novel ini. karna benaran deh, ini kejar deadline banget dan saya rasanya udah nyeng-nyengan banget garapnya. ada yang berminat? bisa tolong email ke alamat email saya di ami.airin@gmail.com
baiklah, akhirkata saya ucapkan banyak terimakasih, dan wassalam. salam panas.
baiklah saudara, akan saya gelontorkan perkembangan novel saya. dengan tujuan, ohoho, tentu saja kalian jadi tertarik dan kelak akan membelinya. keuntungan materi? oh, itu jelas. tapi bukan prioritas. yang utama adalah rasa puas, beneran deh puas banget kan ketika kita berkutat didepan laptop selama berbulan-bulan, sampe nyaris muntah-muntah saking pusing itu mata liatin layar melulu, dan setelah hasilnya terbit, semuanya berbondong-bondong membelinya. waduh, itu menyenangkan sekali ya rarasanya. baik, kembali ke topik, dan tolong ingatkan saya apabila saya mulai bicara terlalu ngelantur. biasa, syndrom penuaan dini. hehehehe
bagi yang baru membaca postingan saya yang ini, saya sarankan untuk stop sampai di alinea ini dan buka posting saya sebelumnya yang berjudul " mari kita tangkap bersama " , karna postingan ini adalah kelanjutan dari postingan yang itu. jadi demi menjaga otak kalian agar tidak puyeng, mendingan secepatnya balik haluan segera. Bagi yang sudah dengan setia mengikuti postingan demi postingan saya, saya ucapkan terimakasih ( sambil tepuk tangan heboh, skaligus heran kenapa ada yang begitu setia sama saya ). dan silahkan membaca alinea selanjutnya untuk mengikuti perkembangan proses pembuatan novel saya itu.
Kali ini, saya merasa sedang mengalami kehamilan (lagi) namun janin yang ada di perut saya adalah novel ini. semakin lama saya merasakan semakin jatuh cinta pada proses juga jalan ceritanya. sungguh, ini beneran bukan promosi ( walau kalo bisa sih emang skalian promosi ) tapi memang saya jadi suka gak bisa berhenti menulis ketika sudah mulai mengembangkan cerita novel ini. Bagi saya, siapapun yang beneran mengikuti setiap postingan saya adalah pasukan berani mati. karna kadang postingan saya ini memang beneran cuma sampah di hati saya yang saya buang di blog ini. dengan tujuan sampah itu bisa jadi bahan daur ulang yang bermanfaat. tuh, kan saya mulai ngelantur lagi. kembali ke novel.
baiklah, sekarang serius nih. novel saya sudah masuk dalam konflik utama, dimana Renggo mulai dicurigai sebagai penyelundup oleh pihak kampusnya, dicurigai (pula) telah berkhianat oleh KORPS nya, serta dicurigai (juga) telah menjadi mata-mata musuh oleh sindikat Abigael, dan yang paling menyakitkan Renggo adalah ketika keluarganya ikut mempertanyakan eksistensi Renggo akhir-akhir ini.Renggo terpaksa membiarkan begitu banyak hal yang terjadi diluar rencana awal, Renggo memang terpaksa menjadi penyelundup demi melindungi rahasianya sebagai spionase kepolisian, juga terpaksa tidak mengirim data pada Korps karna Airin disandera sebagai jaminan oleh Andi yang ternyata adalah Kakak kandung Airin, Dan sindikat abigael yang lain( andi telah mengerti identitas asli renggo, namun masih bungkam karna sebenarnya sayang pada Airin ) telah mencurigai banyak hal yang aneh pada pekerjaan Renggo, serta renggo pula merasa harus merahasiakan banyak hal dari keluarganya demi keamanan mereka sendiri.
nah, setelah ini saya baru mau melanjutkan menulis lagi. dan jujur banget ini, saya sepertinya membutuhkan seorang editor untuk membantu mengedit naskah mentah novel ini. karna benaran deh, ini kejar deadline banget dan saya rasanya udah nyeng-nyengan banget garapnya. ada yang berminat? bisa tolong email ke alamat email saya di ami.airin@gmail.com
baiklah, akhirkata saya ucapkan banyak terimakasih, dan wassalam. salam panas.
Jumat, 12 Agustus 2011
mari kita tangkap bersama
Blog ini adalah ulasan tentang perjalanan saya meraih mimpi, yang memang masih akan terus berjalan. impian saya tidak akan pernah berhenti dititik satu pencapaian. serakah? kalo saya jawab untuk diri sendiri jelas tidak, tapi mungkin bagi orang lain memang benar. saya mungkin serakah, tidak cuup dengan satu pencapaian. tidak !!! memang tak akan pernah cukup hanya begitu-begitu saja bagi. dan inilah tolah kesuksesan saya. novel. saya ditawari menerbitkan novel karangan saya sendiri, oleh suatu penerbit ( sorry saya belum bisa kasih nama penerbitnya ) dengan iming-iming segalanya mereka yang urus. mulai dari cetak, copy hingga promosi. siapa yang tidak ingin. saya jelas ngiler. dan saya terima tawaran ini. setelah tanda tangan ini itu dengan sukses, akhirnya jalan menuju impian terbentang lebar untuk saya. nah, blog ini saya upayakan untuk bisa membawa semuanya ikut merasakan saya mereguk impian itu. novel yang akan saya tulis bergenre sosial dengan pasar dewasa dan konflik yang sederhana. namun saya ingin menyampaikan sebuah amanah mengenai tanggung jawab dan sikap tulus. karna itu saya ingin mengajak semuanya untuk ikut menyaksikan bagaimana novel saya ini pada akhirnya akan rilis.
Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswa bernama Renggo yang bekerja sebagai spionase kepolisian untuk gembong narkoba. Renggo adalah Shabem ( pelatih ) tae kwon do sekaligus atlet terbaik di kampusnya. Pembawaannya sangat tenang dan elegan. Dalam pekerjaannya Renggo diharuskan untuk membaur langsung dengan kawanan tersebut serta ikut terlibat dalam permusuhan antar gembong. Renggo sendiri demi tak dicurigai akhirnya harus menggunakan salah atu jenis obat terlarang itu. hingga akhirnya kecanduan. ditengah kemelutnya untuk jujur pada korps nya mengenai kesulitan yan tengah dihadapi, Renggo bertemu Airin ( maaf nak, mama pinjam namamu. karna tak ada nama tercantik slain namamu ) seorang mahasiswi kebudayaan dikampusnya yang sangat kecil dan teledor. airin yang sering disangka anak SLTP karena badannya yang kelewat mungil adalah mahasiswi yang sangat gegabah.setiap hari selalu tertimpa kesialan dan acak-acakan. namun diluar itu Airin adalah pribadi yang tangguh dan sangat tulus. kesempitan ekonomi keluarga menjadikan airin harus bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup dan kuliahnya sendiri. di pekerjaannya airin mendapatan banyak masalah karna keteledorannya. namun setelah mengenal Renggo, pria yang disebutnya Raksasa karna proporsi tubuhnya yang sangat besar, airin selalu selamat dari masalah. berdua mereka melewati segala masalah. untuk akhirnya Renggo harus memilih antara cintanya pada Airin atau keselamatannya. Dengan pekerjaan Renggo sebagai spionase, orang-orang terdekatnya pun ikut mengalami kesulitan. terutama Airin. Kedok Renggo nyaris terbuka oleh kawanan gembong narkoba, di samping itu kecanduan narkotika juga telah membuatnya ketakutan terhadap korps nya sendiri. akhirnya renggo menjadi pribadi tertutup yang hanya memiliki Airin seorang. ditengah kesulitannya menghadapi kehidupannya sendiri, airin harus mengurus Renggo yang kecanduan dan tanpa dia sadari nyawanya tengah diincar oleh banyak gembong Narkoba karna dinilai terlalu banyak tau. bagaimana akhirnya ? bisa dibaca setelah novel ini Rilis sekitar 4 bulan lagi. hehehehheeh
saya gak mau jualan novel disini. yang ingin saya jual justru mimpi. sampe sekarang saya gak pernah tau apa mimpi saya akan bisa menghidupi saya dan anak saya kelak. apa dengan berhasil menjadi penulis novel saya bisa hidup nyaman dan enak. apa perekonomian saya akan membaik. saya gak pernah tau. namun jujur saya memang gak berharap banyak dari ini semua. sekali lagi, ini impian saya. dan memang segalanya berawal dari mimpi. jadi ketika nantinya semua itu gak bisa memperbaiki kehidupan saya, ya saya gak akan kecewa. karna toh semua berangkat dari mimpi. saya yakin, pasti kedengaran terlalu idealis, atau bahkan mungkin apatis. saya terkesan egois dan tidak memikirkan airin, anak saya. dia butuh uang untuk kebutuhannya sehari-hari, untuk sekolahnya, untuk kehidupannya. saya tau itu, saya mungkin egois dengan tidak memikirkan masa depannya. dengan hanya bergantung dari tulisan-tulisan. tapi saya yakin, Tuhan bersama mereka yang mau berusaha. saya bisa saja mendapatkan uang dari bekerja sebagai PNS, atau pegawai bank atau admin di suatu perusahaan. namun saya juga tau , dari itu semua saya tidak memenuhi hidup airin. saya hanya mengisinya. saya ingin hidup airin penuh, dengan bahagia, rasa nyaman dan bangga memiliki mama seperti saya. uang memang yang mengatur pola kehidupan dunia, tapi uang tak akan pernah mengatur hubungan kami. selama airin masih merasa cukup maka saya akan terus berusaha melangkah sesuai jalur yang ada.
karna mimpi, hanya kita yang tau, itu akan terwujud atau tak diwujudkan oleh Tuhan. hanya kita yang tau , karna Tuhan hanya akan mewujudkan impian seseorang apabila orang tersebut mau berusaha.
Novel ini bercerita tentang seorang mahasiswa bernama Renggo yang bekerja sebagai spionase kepolisian untuk gembong narkoba. Renggo adalah Shabem ( pelatih ) tae kwon do sekaligus atlet terbaik di kampusnya. Pembawaannya sangat tenang dan elegan. Dalam pekerjaannya Renggo diharuskan untuk membaur langsung dengan kawanan tersebut serta ikut terlibat dalam permusuhan antar gembong. Renggo sendiri demi tak dicurigai akhirnya harus menggunakan salah atu jenis obat terlarang itu. hingga akhirnya kecanduan. ditengah kemelutnya untuk jujur pada korps nya mengenai kesulitan yan tengah dihadapi, Renggo bertemu Airin ( maaf nak, mama pinjam namamu. karna tak ada nama tercantik slain namamu ) seorang mahasiswi kebudayaan dikampusnya yang sangat kecil dan teledor. airin yang sering disangka anak SLTP karena badannya yang kelewat mungil adalah mahasiswi yang sangat gegabah.setiap hari selalu tertimpa kesialan dan acak-acakan. namun diluar itu Airin adalah pribadi yang tangguh dan sangat tulus. kesempitan ekonomi keluarga menjadikan airin harus bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup dan kuliahnya sendiri. di pekerjaannya airin mendapatan banyak masalah karna keteledorannya. namun setelah mengenal Renggo, pria yang disebutnya Raksasa karna proporsi tubuhnya yang sangat besar, airin selalu selamat dari masalah. berdua mereka melewati segala masalah. untuk akhirnya Renggo harus memilih antara cintanya pada Airin atau keselamatannya. Dengan pekerjaan Renggo sebagai spionase, orang-orang terdekatnya pun ikut mengalami kesulitan. terutama Airin. Kedok Renggo nyaris terbuka oleh kawanan gembong narkoba, di samping itu kecanduan narkotika juga telah membuatnya ketakutan terhadap korps nya sendiri. akhirnya renggo menjadi pribadi tertutup yang hanya memiliki Airin seorang. ditengah kesulitannya menghadapi kehidupannya sendiri, airin harus mengurus Renggo yang kecanduan dan tanpa dia sadari nyawanya tengah diincar oleh banyak gembong Narkoba karna dinilai terlalu banyak tau. bagaimana akhirnya ? bisa dibaca setelah novel ini Rilis sekitar 4 bulan lagi. hehehehheeh
saya gak mau jualan novel disini. yang ingin saya jual justru mimpi. sampe sekarang saya gak pernah tau apa mimpi saya akan bisa menghidupi saya dan anak saya kelak. apa dengan berhasil menjadi penulis novel saya bisa hidup nyaman dan enak. apa perekonomian saya akan membaik. saya gak pernah tau. namun jujur saya memang gak berharap banyak dari ini semua. sekali lagi, ini impian saya. dan memang segalanya berawal dari mimpi. jadi ketika nantinya semua itu gak bisa memperbaiki kehidupan saya, ya saya gak akan kecewa. karna toh semua berangkat dari mimpi. saya yakin, pasti kedengaran terlalu idealis, atau bahkan mungkin apatis. saya terkesan egois dan tidak memikirkan airin, anak saya. dia butuh uang untuk kebutuhannya sehari-hari, untuk sekolahnya, untuk kehidupannya. saya tau itu, saya mungkin egois dengan tidak memikirkan masa depannya. dengan hanya bergantung dari tulisan-tulisan. tapi saya yakin, Tuhan bersama mereka yang mau berusaha. saya bisa saja mendapatkan uang dari bekerja sebagai PNS, atau pegawai bank atau admin di suatu perusahaan. namun saya juga tau , dari itu semua saya tidak memenuhi hidup airin. saya hanya mengisinya. saya ingin hidup airin penuh, dengan bahagia, rasa nyaman dan bangga memiliki mama seperti saya. uang memang yang mengatur pola kehidupan dunia, tapi uang tak akan pernah mengatur hubungan kami. selama airin masih merasa cukup maka saya akan terus berusaha melangkah sesuai jalur yang ada.
karna mimpi, hanya kita yang tau, itu akan terwujud atau tak diwujudkan oleh Tuhan. hanya kita yang tau , karna Tuhan hanya akan mewujudkan impian seseorang apabila orang tersebut mau berusaha.
Langganan:
Komentar (Atom)