Jumat, 30 Desember 2011

garis-garis ku.

akhir taun yang menguras perasaan.

apakabar kawans? nanti malam mau kemana? jejalan menikmati riuhnya malam pergantian tahun? nongkrong di cafe sambil liat live musik, hunting foto dan nyari moment-moment sakral di penghujung taun? nongkrong dipantai dan denger suara musik paling merdu : ombak . atau cuma sekedar dirumah bakar ayam sama keluarga besar? apapun acara kalian, saya doakan semoga kalian semua bahagia. jadilah insan yang senantiasa bahagia. cheers untuk kalian semua.

apakabar kamu nak? nanti malam mau kemana? main boneka sampai kamu tertidur? menyayi menari dan melompat-lompat diatas kasur, sementara layar elevisi penuh dengan video klip kesukaan kamu.berlarian di rumah balon? atau cuma tiduran sambil minum susu yang ( maaf ) bukan mama yang membelikan untukmu. apapun yang kamu lakukan malam ini, mama doakan kamu dalam kondisi sehat dan bahagia. bahagialah nak, karna cuma itu yang mama inginkan untukmu. kiss mama dari sini.

apa kabar ma? nanti malam mau kemana? smsan sampai pagi dengan teman-teman aktivis perempuan? atau ada acara menyambut tahun baru di partai? atau jalan-jalan menikmati suasana kota kecil kita yang damai. menginsafi setiap detik yang dulu pernah kita lalui bersama : berdebat, berbantahan, saling mencari pembenaran. kita tak pernah akur ma. tapi aku mencintaimu sepanjang tahun ini.dan tahun-tahun sebelumnya. apapun yang mama lakukan malam ini, aku kirim seribu doaku untukmu ma. agar engkaupun bahagia. dengan atau tidak bersamaku. rinduku untukmu ma.

apakabar pa? nanti malam mau kemana? sibuk mengecek berapa kadar gula terakhir papa? atau terapi mandi uap untuk menghilangkan racun-racun ditubuh. jangan sakit-sakitan pa. masih banyak yang harus kau saksikan. jangan pula terlalu banyak pikiran. bagilah bersama ku pa, atau bersama dua saudara laki-laki ku yang lain.bagilah pa, kami pun anak-anakmu. dan apapun yang akan kau lakukan malam ini, aku hanya mampu mendoakan semoga papa sehat selalu. kirim hormat untukmu pa.

apakabar mas? di surga tak ada perayaan apapun ya? semoga kamu bahagia melihat kami disini senantiasa mengingat bermacam-macam kebaikanmu. mas, beberapa tahun yang lalu, kita pernah merencanakan banyak hal bersama. revolusi di akhir taun. rencana besar dan kecil saling berkejaran. aku merindukan mu mas.semangat dan bimbingan mu yang tak pernah luntur di makan jaman. masih kuingat mas, apa yang kau katakan tentang hidup: seperti kembang api ( katamu ).naik sebentar. berkerlap-kerlip. lalu turun dan di lupakan. aku ingat mas. yang tenang ya mas.

apakabar sayang? nanti malam mau kemana? jalan-jalan bersama teman-teman kantor? atau cuma nongkrong sambilbuka-buka bbm di kamar kontrakanmu? jangan bilang kau akan ke pantai dan melunaskan janjimu padaku meski tanpa aku disana? dan jangan bilang kau akan menyelam kedalam dan melihat lumba-lumba berenang sambil beranak. tapi yang paling penting, jangan bilang malam ini kau akan ada di pelabuhan, menghitung berapa tangki ( apalah namanya ) yang harus di kuras oleh para pekerjamu untuk kemudia di bawa kesana sini. apapun yang akan kau lakukan malam ini, semoga merupakan sesuatu yang bermanfaat.

apakabar ku ? malam ini semoga merupakan malam yang tak berbeda dari malam-malam yang lain. semoga jam akan senantiasa berputar seperti biasa. semoga aku masih tetap istiqomah meski begitu banyak jalan yang makin menakutkan untukku. aku masih akan erus berusahan semampuku. untuk menjadi berguna bagi insan lain. untuk menjadi hamba yang diberi jalan terbaik oleh-Nya.

Kamis, 29 Desember 2011

satu hal yang saya sebut : USAHA.

ternyata sudah tanggal 30. akhir taun. saya masih seperti ini. belum menghasilkan apapun. sedih rasanya.

haaaiiiiiiiiiiiiiiiiii, saya kembali ngedumel di blog ini. buat temen-temen yang selalu setia baca tiap postingan saya * meski setelah itu datang sms masuk dan protes tentang postingan saya yang sebelumnya gakpenting * saya beneran makasih banget buat kalian. i love u so much. semoga Allah membalas kalian dengan berkah yang tak terhingga. amin.

kawans, kalian pernah gak tiba-tiba merasa begitu kerdil?gak berguna, cuma jadi parasit dan memalukan? saya pernah. bahkan sering. umur saya sudah 26 tahun. dan saya memiliki satu orang putri yang sangat cantik. tapi saya, seperti tidak memiliki apapun yang bisa saya banggakan untuk anak saya. sering saya putus harapan, sering saya menangis sampai tertidur sendiri, hanya karna memikirkan, apa yang akan saya lakukan jika saya terus-terusan tidak menghasilkan apapun selain keluhan dan rasa putus asa.

Tuhan sudah punya naskah sendiri yang harus saya mainkan. Apapun yang terjadi pada diri saya sekarang ini, semuanya sudah tertulis di lauhul mahfudz. tinggal saya ini yang bisa memerankannya dengan baik atau tidak. kadang saya iri pada nasib teman-teman saya. yang memiliki seorang suami baik hati, yang selalu memenuhi segala kebutuhan mereka lahir bathin. atau pada seorang teman yang menjadi karyawan di sebuah perusahaan besar, kariernya baik, nasibnya main. saya lalu berkaca sendiri, apa yang terjadi pada saya tidak lebih baik dari mereka, TAPI  juga tidak lebih buruk. ini saya, dan ini hidup saya. bahagia atau tidaknya saya bukan dari hasil mebandingkan dengan orang lain. keberhasilan saya mungkin berbeda dengan keberhasilan teman-teman saya. harap dicatat, menjadi diri yang bahagia adalah suatu keberhasilan yang tersirat dari kehidupan kita. saya kadang berfikir sebaliknya, mungkin mereka yang saya lihat serba bahagia kadang iri dengan hidup saya. mungkin.

pernah kah kalian tau kalau apa yang terjadi pada diri kalian itu jauh lebih baik dari pada diri saya? tapi apakah pernah juga saya tau, bahwa apa yang terjadi pada saya jauh lebih baik dari beberapa orang lain? jadi apa yang seharusnya saya lakukan sekarang? hanya satu : bersyukur. dengan begitu maka kita jadi lebih menghargai diri kita sendiri. pernah loh, saya merasa salah yang luar biasa. saya nyaris merasa, saya ini gak ada benernya. apa yang saya lakuin selalu salah. pokoknya kalau ami, artinya salah. gak ada yang bener. Masya Allah, waktu perasaan itu dateng, hidup rasanya lama dan menyakitkan banget. apa yang harus saya lakukan, kalau belum melakukan apapun saya sudah yakin bahwa apa yang kelak akan saya lakukan akan menjadi kesalahan lagi. apa yang mesti saya lakukan jika ternyata tanpa melakukan apapun saya juga salah. waktu itu saya seperti gak bisa napas. dan bagaimana saya bisa keluar dari rasa yang melemahkan hati saya ini? Allah, menyediakan saya jalan keluar melalui jalan tak terduga sama sekali. dialah anak saya. memberikan semangat berupa tangisannya yang meminta susu, atau rengekannya untuk main mandi bola di pusat perbelanjaan. saya harus bangkit. saya harus bisa menghentikan tangisan anak saya. Saya harus menjaga anak yang telah Allah titipkan pada saya. dan karna Allah tidak menyukai hambanya yang berputus asa, maka saya percaya Allah bersama kamiyang terus berupaya. Man Jadda wajada !! akhirnya jadi mantra yang senantiasa menyelamatkan saya dari keterpurukan. Siapa mau berusaha, maka dia akan sukses.

dan apakah sekarang saya sudah sukses? dalam ranah penghasilan tentu saja belum. tapi saya sudah sukses mengalahkan rasa takut salah dalam diri saya sendiri. sekarang yang saya lakukan adalah belajar untuk mencapai impian saya. saya harus terus berusaha. setiap kali saya putus asa, maka saya akan selalu meneriakkan mantra saya : man jadda wajada !!! dan gelombang semangatpun datang bergulung-gulung menyerbu saya. biasanya, setelah itu saya akan kembali mendapatkan stamina saya. saya akan kembali berbatre penuh. menyala kuat. Man jadda wajada.  siapa mau berusaha maka dia akan sukses. 

setiap manusia, saya percaya memiliki masalahnya sendiri-sendiri. juga memiliki cara masing-masing untuk menyelesaikannya. untuk itulah saya tau, setiap masalah yang datang itu sudah di ukur dengan kapasitas kita dalam menyelesaikannya. pasti bisa selesai, karna itulah masalah yang harus kita selesaikan. jadi jangan pernah merasa gak bisa menyelesaikan masalah hanya karna menganggap kalian yang paling menderita sendiri. jangan pernah merasa yang paling tersakiti. ayo semangat. ada satu lagi mantra yang bisa kita gunakan sebagai penyemangat : man shabara Zafira ( siapa sabar, maka dia akan beruntung ) jadi, bersabarlah kawans. akan ada janji Allah berupa keberuntungan di balik kesabaran itu. ada yang mengatakan pada saya ; bahwa barang siapa meletakkan semua urusannya pada Allah, maka akan dicukupkan segala sesuatu oleh-NYA. cukup ya, bukan berlebih.cukup.buat apa kita kaya raya, tapi tidak pernah merasa cukup? iya tho?

ada yang takut untuk mengambil resiko dari pilihan yang lebih berat. takut gak bisa survive dengan resiko yang ada, seperti halnya Adil dalam poligami, kita gak akan pernah tau sang suami adil atau tidak sebelum dia melaksanakan poligami itu. survive atau tidak nya kita juga sama, gimana kita tau kita survive atau gak sedang kita melakukan usaha saja gak. kita baru tau seberapa kuatnya kita setelah kita menjalani berbagai macam cobaan. jadi, lakukan saja. yakin aja bisa. mampu. semangat.

ada orang bertanya pada saya : jika kamu berdua bersama anak kamu di dalam kapal kecil di tengah laut. sementara kapal itu bocor, dan kamu tidak bisa berenang. tidak ada pelampung. atau isyarat untuk memanggil team SAR. maka apa yang akan kamu lakukan ? apakah kamu akan belajar untuk berenang, agar bisa membawa anak kamu sampai ke tepian? atau kamu akan nekat terjun agar bisa menyelamatkan anak kamu meski kamu tidak bisa berenang. saat itu saya spontan menjawab yang kedua. dalam pikiran saya cuma ada keselamatan anak saya. persetan dengan apakah saya bisa berenang atau tidak. lalu orang itu bertanya lagi: apakah kamu yakin dengan terjun dari kapalitu adalah tindakan yang tepat untuk menyelamatkan anak kamu. bisa saja dengan keterbatasan kemampuan kamu dalam berenang, kamu dan anak kamu malah tak terselamatkan? saya diam. tapi jawaban saya tetap sama. saya memilih opsi kedua. saya juga gak yakin dengan saya belajar berenang diatas perahu bocor akan menyelamatkan saya dan anak . jadi saya putuskan untuk tetap berenang dengan keterbatasan saya, mengajarkan pada anak saya untuk belajar berenang dengan praktek langsung, menghadapi bersama kemungkinan apapun yang ada di hadapan kami, entah itu hiu atau ombak yang bergelung-gelung. saya mantapkan untuk tetap berusahan ke tepian dengan belajar berenang secara langsung. langsung dari air, langsung dari laut. saya belajar sekaligus menyelamatkan anak saya

saya memang belum banyak tau. ilmu saya belum sepadan dengan master-maser yang lain. saya gak tau kapan saya bisa seperti mereka. saya gak pernah tau sampai kapan saya harus belajar. tapi saya tau apa yang menjadi pilihan saya. sampai liang lahat juga saya gak akan pernah berhenti belajar. saya mungkin gak akan bisa seperti teman-teman lain, bahagia dari pandangan mata saya.tapi saya bisa bahagia dari pandangan mata hati saya sendiri. urusan di luar usaha sebagai hamba Allah, sudah saya letakkan pada-NYA. jadi, inilah yang menurut Allah cukup untuk saya. tidak lebih.

selamat hari jumat sore. semoga kalianpun di cukupkan oleh-Nya. 

Love

Me.

Kamis, 22 Desember 2011

percaya

percaya. belive. kata yang punya pengaruh kuat buat saya.

dulu saya pernah punya pengalaman yang berhubungan dengan kata itu. percaya. dan pengalaman yang saya punya ini mahal harganya. saya sebenernya gak mau berbagi pengalaman, disamping karna harga dari pengalaman tersebut sangat mahal, saya juga ingin menyimpannya sendiri.tapi mungkin karna sesuatu hal yang lebih baik, saya harus mengisahkan ini disini.

saya punya seorang teman dekat. dekat sekali. saya memanggilnya teteh. dia berasal dari majalengka. dia kakak angkatan saya semasa kuliah dahulu. kami sangat dekat. sungguh sangat dekat. saling menyayangi dan melindungi. saya ingin punya kakak perempuan, dia ingin punya adik perempuan. cocok. klop. ketemu dan pas. setiap hari kami bersama. menciptakan dunia yang kami sebut persahabatan. suatu hari, gelombang besar menerpanya. teteh difitnah keji oleh sekelompok orang yang membencinya. bukti akurat, konkret. teteh bingung. semua teman meninggalkannya. menjauhinya. bahkan suaminya pun menceraikannya. teteh terpuruk. saya kalut. saya bingung harus seperti apa. saya gak pernah tau itu fitnah atau bukan. tapi bukti yang beredar menyudutkan teteh. dan teteh tidak menampiknya. saya ingin menangis. mengetahui seorang yang sangat saya kagumi seperti itu. saya takut menerima kenyataan bahwa memang benar apa yang ditudingkan sekelompok orang itu ( maaf saya gak bisa cerita apa yang di tuduhkan pada teteh, karna sangat mengerikan ), saya gak brani menemui teteh. teteh sendirian menghadapi semua ini. saya pun meninggalkannya. tiba-tiba secara sadar saya membaca sebuah petuah bijak : persahabatan yang baik adalah ketika kamu ada di kala sahabatmu merana. DOENGGGG!!!!!! setelah baca petuah sederhana itu saya langsung diam. memikirkan dengan seksama. saya seharusnya ada untuk teteh sekarang. minimal saya bisa menemaninya. minimal saya jadi orang yang tetap mendukungnya. dan jikapun seandainya nanti tuduhan itu ternyata memang benar adanya, saya akan tetap mempercaiyai teteh. saya akan tetap menyayanginya. tidak berubah. karna teteh pun sangat menyayangi saya.

saya langsung melesat kekost nya. saya dapati teteh sedang memasak kala itu. melihat saya yang datang dan langsung menubruknya, teteh bingung. saya yang langsung sesenggukan gak jelas kontan membuat teteh ikut menangis. tanpa mengucapkan apapun kami sudah sama-sama saling mengerti bahwa kini semuanya akan saling mendukung. apapun yang akan terjadi saya percaya teteh. apapun yang akan di tuduhkan semua orang pada teteh, saya tetap percaya. benar atau tidaknya tuduhan itu bukan urusan saya. bagi saya tugas saya adalah mendukungnya. dengan apa? dengan bekal percaya. mendukungnya karna apa? karna saya mengaku sahabatnya. dan seorang sahabat adalah seorang pendukung kelas atas. gak peduli apa yang terjadi sama dia. baik atau buruk, toh saya pun gak sempurna. saya mulai dari diri sendiri untuk mencintai teteh. mencintai keburukannya. karna sudah terlalu sering orang mencintai kebaikannya.

sekarang teteh sudah meninggal. nyaris 4 tahun teteh meninggal. dan apa yang saya rasakan sekarang setelah teteh meninggal? hanya sebuah perasaan bahagia, bahwa dimasa sulitnya dulu saya pernah ada untuk mendukungnya dan tetap menjadi sahabatnya. saya kembali ingat-ingat masa ketika musibah itu datang. saya sempat seperti orang picik dan suci, yang lantas meninggalkan teteh dengan keburukan yang terkuak. saya seperti yang gak pernah punya dosa dengan tidak menerima keburukan itu. saya malu. untunglah petuah itu hidayah yang saya dapat dari Allah untuk sadar. bahwa buruk baik seorang sahabat, mesti lah diterima dengan rasa tulus. karna kita pun sama, memiliki baik-buruk. berbekal itu, saya bahagia. saya tak pernah meninggalkannya. tak pernah.

hari ibu???????

selamat hari kamis. selamat tanggal 22 desember, dan selamat hari ibu. yeah. hari ibu. selamat yaaaaa......

seharian saya gak pegang hp hari ini. dan ketika akhirnya benda berukuran segenggaman telapak itu mampir lagi di tangan saya, sudah ada begitu banyak sms dan panggilan tak terjawab di layarnya. dari 16 sms masuk 7 diantaranya mengucapkan selamat hari ibu. ucapan selamat itu diberi bonus berupa doa dan semangat dari sang pengirimnya. alhamdulilah, saya sendiri lupa kalau hari ini adalah hari ibu. tapi saya tau, ibu memiliki segenap waktu untuk anak-anaknya.

sms itu membuat saya menangis. saya ingat ibu saya, saya ingat nenek saya. kemudian saya ingat banyak perempuan-perempuan lain. saya ingat mereka semua. seperti saya mengingat anak saya. dialah, yang membuat saya akhirnya mendapat kiriman bertubi-tubi sms dari kerabat. anak saya itulah yang membuat saya dipanggil ibu. anak saya. bukan siapa-siapa.

dulu waktu saya kecil, saya sering dimarahi ibu saya. saya sering dihukum karna saya malas belajar, saya sering di jewer karena saya membuat beliau khawatir. saya sering merasa diperlakukan tidak adil karena ibu tidak seperti ibu-ibu dari teman lain. kemarin beberapa waktu lampau, saya berdebat dengan ibu karna saya membawa pacar kerumah, atau karna saya pulang terlalu larut atau bahkan hanya karna saya ingin pergi ke suatu tempat yang menurut ibu saya berbahaya.  sekarang ketika saya sudah menjadi ibu juga, saya masih kerap mendebatnya. tidak setuju dengan apa yang beliau pikirkan, atau merasa sudah dewasa hingga enggan diatur seperti dulu. saya, bukan anak yang baik.


karna saya merasa bukan anak yang baik, saya berfikir harus membenahinya dengan menjadi ibu yang baik. meski mungkin belum sempurna dan tepat dengan definisi " ibu yang baik ". saya belajar dari diri saya sendiri. saya belajar bagaimana caranya agar anak saya tidak mendebat saya, saya belajar untuk tidak jadi musuh anak saya. saya belajar. meski makan ati dan saya sering kali jadi tak sabar. tapi saya kembali mengingat. bahwa saya tidak berjodoh dengan predikat anak yang baik. mungkin bukan jatah saya jadi anak manis. tapi boleh kan kalo saya berharap bisa jadi ibu yang baik, untuk anak saya minimal.

suatu hari, saya ingin benar-benar merasa pantas untuk di kirimi sms ucapan selamat hari ibu. saya ingin merasa tepat sms itu tidak salah sasaran. saya ingin benar-benar menjadi ibu, mutlak. tunai. rasanya saya ini masih belum lunas. ibarat barang, saya belum memiliki barang itu karna saya masih nyicil, kredit. karna saya gak mampu membelinya dengan kontan. saya belum sempurna sebagai ibu, saya belum lunas. belum tunai. masih banyak peran ibu yang belum saya jalani. dan semoga anak saya sabar menanti, sampai mamanya bisa melunasi semua kreditan "ibu" itu. sabar ya nak...

peremuan sudah mendapatkan surganya tanpa harus melakukan apapun. yeah. seandainya memang semudah itu. tidak sayang. benar, surga itu memang dibawah telapak kaki ibu. ingat, bahkan surga pun dibawah telapak kaki ibu. perempuan. bukan di atas kepalanya, atau di genggaman tangannya. Tapi Allah meletakannya di bawah telapak kaki. di organ paling bawah. bukankah itu bukti akurat bagaimana perlakuan islam kepada peremuan. mulia. tinggi. namun jangan salah juga, bahwa surga dan nerakanya istri ( yang juga berpredikat sebagai ibu. perempuan) adalah di suaminya. dan surga suami ada di keluarganya. maka, kita semua layaknya rantai makanan yang akan terus terkait. bekerjasamalah, karna hanya dengan begitu kita bisa ke surga. jadi, hari ibu, sebenarnya bukan hanya milik perempuan semata, tapi juga milik laki-laki. hari ibu, tidak hanya untuk para ibu saja, tapi juga untuk para suami dan anak-anaknya. karna ibu yang baik, hanya jika suami dan anak-anaknya bahagia. dan keluarga yang bahagia, adalah jika keluarga tersebut memiliki ibu yang baik. jadi, mau kita berputar-putar seperti gangsing, intinya tetap satu : hari ibu tidak akan pernah ada jika si ibu tidak memiliki anak dan suami. paham kawans?

benar sekali bahwa Ibu harus sangat kita hormati. bagaimana tidak, ibu adalah seorang yang memiliki peran terbanyak dalam pertumbuhan kita. ibu adalah perempuan yang melahirkan kita dengan bertaruh nyawa. ibu pula orang yang hingga disebut 3 kali oleh Rasulullah sebagai orang yang wajib kita hormati. tidak sampai disitu saja, Allah bahkan telah menjanjikan bahwa Doa seorang ibu adalah obat manjur bagi anaknya. DAN ini yang paling bikin saya merinding, bahwa Allah mengatakan, Marahnya seorang ibu adalah Murkanya Allah. masya Allah, sebegitu mulianya seorang ibu dan sebegitu hebatnya islam dalam memuliakan perempuan.

artinya adalah : saya mengucapkan terimakasih atas banyaknya ucapan hari ibu yang mampir pada saya. tapi saya ingatkan, bahwa bukan hanya ibu saja yang berhak menerima ucapan itu, tapi anak dan ayah pun sama berhaknya. ibu-ayah-anak, adalah team work. satu kesatuan yang padu.

Rabu, 14 Desember 2011

khusus untukmu

selamat sore. jakarta hujan anarkis. pohon-pohon tumbang karena angin. saya pun tumbang menyadari sekarang ini tanggal yang penting untuk saya di beberapa tahun lalu. saya sedih, karena kini tak bisa menikmatinya lagi. karna bagaimanapun, saya bukan mengkultuskan hari ini. tapi saya mensyukuri adanya hari ini. hari dimana sahabat saya di lahirkan. hari dimana Allah menuliskan di buku hidup saya, bahwa seorang yang dilahirkan hari ini, bepuluh tahun lalu adalah orang yang akan mengerti saya. apapun keadaan saya.

sebut saja dia B. saya menyayanginya. dia menyayangi saya. kami saling menyayangi. kami bersaing untuk saling menyayangi. saling mengingatkan. saling mengisi. saling menguatkan. saling membela. saling melindungi. kami adalah raja saat itu. saya juara puisi, dia pun sama. saya gemar menulis, dia pun sama. saya senang bermain teater, dia pun sama.saya hoby diskusi, dia pun sama. jika saling menatap satu sama lain, kami seperti melihat cermin. sosok yang sama persis hanya dibalun gender yang berbeda. dialah saya dalam versi lelaki, dan sayalah dia dalam versi perempuan. sama. total.

saya pikir, jalinan kami ini akan selamanya. sampai saya punya cucu dan dia pun begitu. sampai dia memiliki pendamping dan saya pun begitu. sampai kami memiliki rumah masing-masing. sampai kapanpun. sampai kapanpun.

namun ada yang salah. ada tendensi diantara kami ternyata. saya bertendensi, dia pun juga. saya ingin sesuatu diapun begitu. kami bertengkar. saling menyalahkan dan saling merasa benar. padahal saya pun tau, tak ada yang salah disini karna kami berdua tak ada yang benar. seharusnya pertengkaran kami bisa menjadi perekat yang lebih kuat untuk persahabatan kami. tapi nyatanya tidak, kami keras. saling menyakiti demi mendapatkan kebahagiaan sendiri. kami lupa, bahwa kebahagiaan kami akan lengkap seandainya kami saling memberi. saling ikhlas. kami lupa, kami hanya punya satu sayap. kami berpisah, untuk akhirnya tak lagi mampu terbang keatas.

sampai sekarang, saya mengetaui dia dimana. dia ada di jejaring facebook saya. beberapa kali statusnya muncul di beranda saya. berapa kali mungkin status saya muncul di berandanya. semoga kami masih saling mengenali. meski berjarak rasa rindu yang terintimidasi sakit hati. saya ingin melebur dengannya. seperti dulu. hanya saja, saya cukup diam menyaksikannya bahagia dengan dunia kecil yang dia bangun tanpa saya. semoga dia bahagia, dengan hidup yang hidup. dan semoga saya pun bahagia, dengan hidup yang selalu meredup.

kenangan, bukan seni bernostlgia. kenangan adalah rasa sayang. akan selalu hidup selalu. Selamat ulang taun kawan. semoga kamu selalu bahagia.

Minggu, 11 Desember 2011

obrolan pagi

" semua itu milik Allah, termasuk diri kita sendiri "

kawans, adakah dari kalian yang sudah mencapai pengertian diatas dan mengaplikasikannya? jika ada, tolong dong bantu saya sampai saya bisa seperti kalian. saya menyadari, bahwa semua yang saya punya, bahkan diri saya sendiri itu bukan milik saya, Tapi milik ALLAH semata. saya sadar banget itu, tapi terkadang, ketika sesuatu yang sangat saya sayangi hilang atau diambil orang lain, rasa sakit saya akan terus-terusan menumpuk. saya sadari kalau saya masih jauh dari ikhlas dan sabar. saya masih belajar.

terkadang saya lupa kalau saya itu cuma manusia. saya merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan semua orang. saya merasa saya mampu melakukan semua itu. padahal, setiap orang punya takdirnya masing-masing. dan mereka, harus bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri. tapi saya kalap, selalu ada kata "tapi" dari hal yang seharusnya sudah titik oleh Allah. pada akhirnya, saya akan selalu membantah.

saya adalah tipe perempuan yang sangat perfeksionis di tunjang dengan melankolis dramatis. sebuah watak yang akhirnya membuat saya pusing sendiri. oke, begini saja. jangan pernah ceritakan pada saya pengalaman hidup kalian yang pahit pada saya, karna setelah itu, saya bisa tidak tidur berhari-hari untuk memikirkan dan meratapi nasib kalian. #tepukjidad#

seperti beberapa hari lalu, saya bersama anak saya. ketika tiba-tiba anak saya berkata " ma, jangan kerja terus dong " saya langsung sensi. saya langsung berniat berhenti bekerja dan ingin total mengurus anak saya. padahal, saya juga sebenarnya tau, dia mengatakan hal itu bukan melarang, tapi hanya memprotesnya. saya juga sebenarnya tau, anak saya tidak memiliki tendensi apapun ketika mengucapkan itu. tapi, saya tetap sensi. saya jadi sangat takut menghubungin anak saya, karna saya takut pada akhirnya saya menyerah pada setiap permintaannya.

saya ini cuma manusia yang banyak sekali kekurangannya. saya sempat berfikir, seperti apa jadinya saya kalau saat ini saya memutuskan berhenti berusaha dalam hal apapun. saya juga berfikir, jika seseorang sudah memutuskan untuk tidak lagi berproses, maka tubuhnya tak lagi berbeda dengan mayat. tak memiliki vitalitas dan ambisi untuk mengejar sesuatu. mati. kiamat kecil.

dan sekarang saya juga berfikir, ini saya lagi ngoceh apa di postingan kali ini? kok terbang-terbang gak jelas rimbanya? kenapa saya jadi lost control dan kurang memahami tujuan dari tulisan sendiri. oke, stop. dan ingat, kita menulis sesuatu yang berarti untuk dibaca.

tentang orang tua dan anak. saya ini berada di posisi tengah. artinya, saya sedang mengalami dua hal tersebut. saya adalah orang tua, dan saya juga seorang anak. multy position dalam hidup saya memaksa saya untuk kembali beradaptasi dari nol. saya ingin anak saya mendapatkan yang terbaik, seperti saya juga ingin saya pun begitu. Tuhan itu punya skenario yang jauh lebih luar biasa dari skenario penulis manapun. yang saya percaya hanyalah satu, kita hanya diperintahkan untuk berusaha. masalah eksekusi bukan ranah kita lagi.jangan pernah mencampuri hal yang sudah menjadi urusan Tuhan. jangan pernah.

apa yang kita petik adalah hasil dari apa yang kita tanam. karna itu, apapun yang saya terima saat ini, saya hanya bisa mensyukurinya tanpa perlu mengaduh kesakitan. seperti jika anak saya membuat ulah? saya ingin marah, memakinya, atau segala bentuk emosi yang lain. tapi terpikir lagi, kenapa bisa seperti ini. kenapa dia sampai sebegitu membuat saya marah? apa yang membuatnya begitu? harus ada alasan pula dari kemarahan saya padanya, dan kenakalannya pun pasti ada latar belakangnya. anak, hanyalah replika dari orang tuanya.


ada seorang ibu menangis-nangis bercerita pada saya, bahwa anaknya tidak lagi menghormatinya. tidak mau diatur, tidak mau diarahkan. saya balas bertanya, kenapa bisa begitu? dia jawab : tidak tau. saya heran. bagaimana seseorang ibu bisa memberikan jawaban berupa " tidak tau " pada sebuah pertanyaan tentang anaknya sendiri? apa yang terjadi pada hungan bilateral antara ibu dan anak itu sehingga ada ketidak tauan antara mereka berdua.

jangan pernah memberikan justifikasi pada anak kita, hanya karena kita merasa berhak atasnya, karna kita orang tuanya. jangan pernah memenangkan ego kita sebagai orang tua hanya karna merasa kita tak pernah salah. anak adalah cermin, bertanyalah. mengapa anak begitu? apa yang kita lakukan sehingga dia bisa begitu? berkacalah dengan baik. jangan buruk wajah maka cermin yang dibelah.

jadilah orang tua yang bijak, saya pun belum ada di taraf itu. tapi setidaknya saya takut. saya takut setiap kali ingin memutuskan dimana letak kesalahan anak saya. karna bagaimanapun juga perkembangan anak terletak di sistem kita mendidiknya. jadi? perkembangan anak kearah mana, adalah gambaran dari bagaimana kita mendidiknya. salahkan saja diri sendiri jika anak berbuat onar. berarti kita mendidiknya dengan keonaran. jika anak berbohong, berarti kita mendidiknya dengan kebohongan.

kawans, ada begitu banyak hal di luar sana, yang harus anak kita gali. tugsa kita, hanyalah menjaga titipan Allah. anak bukan milik kita, tapi milik Allah.

Kamis, 24 November 2011

8 benda ajaib dalam hidup saya

saya menyukai angka delapan ( 8 ) dalam pandangan saya, angka 8 mengandung keindahaan dan unsur magis tersendiri. angka yang anggun, tak putus-putus mendandakan filosofi hidup yang berjuang terus menerus. karna itu berikut saya kumpulkan 8 benda ajaib dalam hidup saya. cekidot :


1. Al-Qur'an.
Al Quran ini dibelikan oleh pria terdekat saya. sebagai sarana saya beribadah. benda ini ajaib sekali menurut saya, karna ketika saya sedih, saya membukanya. ketika saya luar biasa senang, saya pun ingin membukanya, ketika saya bingung saya masih juga lari padanya, ketika saya marah, tetap dia acuan saya. bagi saya, keajaiban benda ini bukan hanya sampai disitu, tapi di keajaiban sesungguhnya. bahwa hanya dengan menyentuhnya saja, saya sudah merasa nyaman dan tenang. tapi perlu saya tegaskan, bukan karna pemberian dari seseorang, maka saya begitu mencintai Al-Qur'an. tapi saya memang mencintai Kitab yang diturunkan langsung pada nabi Muhammad ini karna saya tau, dari isi didalamnya lah saya melangkah dan melanjutkan hidup.


2. mukena.
mukena ini pemberian mama saya. bentuknya simple dan sangat praktis. membuat saya merasa ringan membawanya kemanapun saya pergi. dan karena saya memang merasa harus membawanya kemana-mana, maka mukena ini selalu ada didalam tas saya. mukena ( atau dalam bahasa jawa biasa disebut Rukuh ) juga merupakan benda ajaib buat saya. ini adalah kostum saya setiap kali melakukan komunikasi dengan Allah. sekalipun bentuknya gedombrangan, setiap kali memakainya, saya tetap kan merasa dingin. adem. seperti ada ac didalam mukena.

3. Laptop.
ini adalah benda yang mendatangkan uang untuk saya. dari sekotak benda ini, saya bisa membeli susu untuk anak saya, menabung, menghasilkan karya. meskipun butut, tapi laptop ini masih mengerti apa saja keinginan saya. dan sampai sekarang, saya masih belum mau menggantinya. atau tidak akan pernah mau.

4. scriptbook.
buku ini saya beli seharga 48 ribu rupiah. di sebuah plasa kecil dekat rumah. buku ini udah penuh coretan-coretan saya. tentang apapun. kadang anak saya ikutan juga ngisi tulisan gak jelas di buku ini. dan ajaibnya, buku ini seperti gak pernah habis halamannya ( yaiyalah, orang di isi ulang mulu ). saya udah kadung demen banget sama buku ini. jadi meski abis dan cover nya udah lecek, saya masih akan tetep make buku ini dan mengisi ulang terus dengan kertas file yang baru.


5. MODEM
baiklah, ini adalah suatu alat dimana saya bergantung dengannya untuk menyambungkan saya dengan seluruh dunia. alat ini terpasang dengan jenaka di jendela kamar saya. seperti terintimidasi dengan benda lain, namun fungsi alat ini luar biasa. kalau gak ada alat ini, saya bisa buta berita dan minim wawasan.

6. tempat tidur
eng ing eng...dan inilah tempat dimana saya bermimpi. tempat tidur beserta boneka yang nyaris jadi sasaran empuk air mata yang menetes kalo saya lagi galau.agak buluk emang sih, tapi jangan salah. saya beneran nyaman banget kalo udah menjatuhkan diri di kasur itu. dan bisa dipastikan, saya akan langsung nyampe di benua eropa tanpa harus pesen tiket dan melakukan landing yang bikin puyeng. bagi kalian yang mau nginep di kamar saya, boleh tidur dikasur ini dengan biaya kisaran 1,5 juta per malam. tenangm udah saya kasih bonus berpulau-pulau air liur saya. slruuupppp....

7. tas kipling
baiklah kawans, ini dia tas kipling butut pemberian kakak lelaki saya ( thanks to mas aryo ) meskipun tas ini udah agak-agak rusak, dengan resleting yang patah dan beberapa kerusakan lainnya, tapi tetep, tas ini punya nilai sejarah yang gak boleh di abaikan. dalam tas ini saya menyimpan benda-benda ajaib saya yang lain. dan tas ini pun gak pernah mengkhinati saya dengan rusak di tengah jalan. pokoknya dia ajaib deh.

8. gitar yamaha.
oke. ini benda ajaib yang terakhir. GITAR. saya gak bisa berkata-kata setiap kali melihat benda ini. dia adalah keajaiban bagi saya. seperti angka delapan yang juga ajaib. maka dialah keajaiban itu.

mari bersyukur

assalamualaikum. sepagi ini saya membuka laptop. sepagi ini saya gelisah. jakarta hujan semalam. anak saya tidur pulas disamping saya. cuaca berubah drastis menjadi dingin. saya gelagapan menyesuaikan diri. pagi ini saya gelisah. hujan selalu membawa rasa yang sulit saya gambarkan. kawans, adakah sebenarnya keterkaitan antara hujan dan bertambah galaunya perasaan saya?

apakah kalian pernah merasakan hal yang sama? galau yang berkepanjangan. rasa sesak yang tak tau karna apa. gelisah terus-menerus, hampa yang tak berkesudahan.

dulu, saat saya masih mengalami masa-masa jahiliyah, saya sempat tak percaya Allah. saya sempat marah pada-Nya. saya mengumpat-Nya atas takdir yang diberikan pada saya. selalu saya bertanya : " kenapa harus saya?" atau " kenapa bukan orang lain?" dan " kenapa hidup mereka bahagia" . yah, pada akhirnya saya menjadi orang yang tak bersyukur. karna tanpa saya sadari, mereka yang saya bandingkan pun kadang bertanya pada-Nya hal yang sama dengan pertanyaan saya diatas. " kenapa?"

setelah saya melalui perjalanan yang jauh, saya baru mengetahui, bahwa sebenarnya apa yang saya alami selama ini, itulah yang terbaik untuk saya. Allah selalu mempunyai sejuta rencana yang jauh lebih matang dari rencana kita, selalu mempunya begitu banyak kebaikan melebihi rencana kita. lalu, kenapa pula saya harus menjadi pribadi yang merasa kurang terus menerus? kenapa saya jadi tak pernah mampu bersyukur?

pernah saya ikut audisi teater di jogja. yang mengadakan sebuah universitas seni ternama. dan saya gak lolos, tapi teman saya yang kemampuannya jauh dibawah saya lolos. padahal, saya bermain sangat baik di audisi itu. dan saya sangat menginginkan peran itu. saat itu saya marah, saya kecewa. saya merasa Allah mengkhianati saya dengan tidak memilih saya. Ya Allah Ya rabb, pada kenyataannya, ketika saya menonton pertunjukan tersebut beberapa bulan setelah audisi, saya baru tersadar, Allah justru telah menyelamatkan saya. bagaimana tidak, konsep garapan yang dipilih oleh sutradara pementasan tersebut sangat frontal. peran yang saya inginkan bisa dikatakan mendekati peran porno dan seronok. beberapa hari setelah pementasan itu, tersiar kabar seluruh pemain dan sutradara serta kru team pementasan tersebut di panggil pihak kepolisian atas kasus  pornoisme. Alhamdulilah, saya seketika mengerti, Allah jauh lebih pandai dari pada saya.

sekarang, setiap kali saya galau, saya gak tenang. saya selalu merasa sedang menghadapi gelombang yang Allah kirim untuk saya. sekarang saya akan senantiasa percaya, bahwa Allah pasti menolong saya apapbila saya yakin dan percaya pada Kuasa-Nya.

seperti pagi ini, langit jakarta mendung hebat. dan hati saya makin galau menyaksikan anak saya begitu gembira dirumah ini. saya takut tak bisa memberikan apa yang sebenarnya dia harapkan dari saya. saya takut tidak mampu menjadi ibu yang dia inginkan. saya takut tak memenuhi kriteria kebahagiaannya. namun sekali lagi saya belajar jadi pengalaman, bahwa rasa takut yang berlebihan adalah setan yang akan selalu menggerogoti kita terus menerus. menghabisakan waktu kita dalam kekalutan yang berkepanjangan. dan apa yang akan kita dapatkan setelah itu? hanya rasa sesal telah menghabiskan banyak waktu yang diisi hanya dengan rasa sesal.

jadi kawans, seberapapun galaunya kita, seberapapun hampanya hati kita, tetaplah ingat bahwa kita masih punya Allah. yang maha membolak-balikan hati. dan apsrahkanlah segalanya hanya pada-Nya. maka tak akan lagi ada ketakutan dalam dirimu selain hanya kepada-Nya.

Selasa, 22 November 2011

Sekotak kenangan yang berantakan ( tentang yuyut )

selamat hari selasa. apa kalian jenuh membuka blog saya? semoga tidak. karna beberapa hari ini saya memang sulit mengatur waktu untuk membuat postingan. dan betapa bahagianya saya sekarang, setelah akhirnya saya bisa membuka laptop dan menyapa kalian lagi disini. Apakabar kawaaannnnssss???

hari ini tanggal 22 november. tepat setahun meninggalnya nenek saya tercinta. tidak ada perayaan apapun, tidak ada pengajian apapun. hanya sebuah kenangan yang otomatis terlintas secara acak dalam memori saya. tentang nenek yang sering mengajak saya makan jajan bareng, tentang salah satu saudara saya yang sering menemani saya merawat nenek. tentang bude tercinta yang begitu sabar menjaga dan menemani nenek seumur hidup nenek. tentang anak saya yang sering ' ngerjain' yuyutnya. tentang saudara saya yang sering membentak nenek karna kepikunannya. tentang jalan-jalan bersamanya setiap pagi. tentang betapa payahnya kami memandikan nenek. tentang bagaimana beliau akhirnya menghadap yang kuasa. tentang nenek. semuanya otomatis terputar kembali.

tidak ada maksud apapun sy membuat postingan di hari ini. bukan sebuah perayaan atau mengkultuskan hari ini karna tanggal tepat setahun meninggalnya. tidak begitu. saya hanya ingin merapihkan kenangan saya yang berantakan karna belum tertata dengan jelas selama setahun ini. saya masih sibuk mengingat-ingat hal-hal yang menyedihkan tentang nenek. saya masih selalu saja tak mampu menahan air mata saat mengingatnya. saya cengeng setiap kali bercerita tentangnya. padahal, bukankah tugak yang harus kita lakukan sekarang ini adalah mendoakannya secara continue, bukan meratapinya. atau malah menyesali sesuatu tentangnya. tolong tampar saya jika saya melakukan itu.

kenangan itu cuma akan jadi kenangan standart selama kita tidak mampu menjadikannya pelajaran untuk berubah kearah yang lebih positif. bukan hal baik namanya jika kenangan itu mengendap dan malah menimbulkan luka karna kita terus-terusan mengenang kemudian meratapinya. boleh kok mengenang, tapi bukan lantas menjadikan kita sedih dan meratap. saya akan membuang jauh kenangan yang membuat saya terus-terusan merundukkan kepala karna sedih. dan saya akan menyimpannya rapat-rapat jika ternyata kenangan itu mampu membangkitkan ritme positif saya makin berdaya guna.

seperti kenangan akan nenek, saya akan selalu mengingatnya. karna setiap kali saya mengingat saat bersama nenek, maka saya akan senantiasa bersyukur. bagaimana dengan kalian? sudah mampukah kalian memilah kenangan? mana yang harus disimpan dan mana yang harus dibuang? selamat mencoba menyempurnakan hidup menjadi lebih bermakna dengan mengabadikan hal-hal baik dalam hidup. salam panas.

Senin, 14 November 2011

the couple

sekarang ini senin sudah masuk ke waktu malam. dan saya masih belum menemukan jawaban apapun dari pertanyaan-pertanyaan yang terus saja tidak pernah terungkap. tentang rasa sakit yang mencoba dilupakan tanpa pernah disembuhkan. saya terjebak di dunia yang saya sendiri tak mengenalnya. dan tersesat.

bangun tidur,sholat, mencuci, membereskan rumah, mandi, berangkat mencari uang, beraktivitas padat, pulang, mandi, kelelahan, tidur. lalu diulangi lagi aktivitas dari awal. rutinitas sehari-hari yang nyaris tanpa cela. bahkan tak ada sedikitpun lubang untuk kegiatan lain bisa masuk didalamnya. bosan? mungkin tidak. tapi jenuh? sudah pasti iya. tapi bukankah dunia juga berputar terus menerus pada porosnya, dengan kecepatan stabil serta rute dan jalur yang sama selama ini? lalu apa bedanya dengan kita?

kawans, bolehkah saya bertanya? bagi kalian yang telah menikah. kapan saat kalian merasa yakin bahwa pasangan kalian itulah 'orang' yang selama ini kalian cari. bahwa dialah orang itu. bahwa dialah yang selama ini kita tunggu. kapan kalian merasa yakin seperti itu? apa yang kalian rasakan?bentuk perasaan seperti apa itu?

saya pernah menikah. dan gagal. lalu apakah artinya saya dulu tidak menemukan orang yang tepat? apa artinya saya salah membaca pertanda? apa artinya saya salah tafsir? apa artinya saya tak memahami diri sendiri? dan apakah saya menyesal? dari semua pertanyaan itu saya jawab : tidak. not. niet. nai. keine. andwae.aucune. dalam berbagai macam bahasa itu intinya tetap satu : saya sama sekali tidak pernah menyesal. saya sekarang ini memiliki putri yang cerdas dan cantik, tentu tidak ada penyesalan didalamnya. saya jadi memilki banyak pengalaman hidup dari kesakitan-kesakitan itu, tentu bukan jadi masalah. saya akhirnya mengerti bagaimana sebuah kegagalan dalam skala tinggi, jadi saya tak kan menyesal.bukan hanya hikmah yang saya dapatkan dari kegagalan rumah tangga saya. tapi juga kebahagiaan. saya tau rasanya bahagia, setelah saya merasakan sakit. 

kawans, jika kita memiliki pasangan, yang memang menjadi pilihan kita. terimalah dia apa adanya. jangan ada apanya. jika kita hanya melihat dia dari sisi baiknya saja, artinya kita picik, dan jika kita hanya melihat dia dari sisi buruknya saja, maka kita culas. seimbang. manusia itu sifatnya sangat manusiawi. jika kemudian, mata kita melihat keburukan dalam diarinya, maka bicaralah pada mata kalian juga, bahwa pasangan kita pun memiliki mata sendiri pula, yang juga akan melihat keburukan kita. jika bertengkar, maka jangan pernah kalian merasa yang paling tersakiti dan teraniaya, karna yang tau seerti apa berdarahnya hati kita hanya kita dan Tuhan yang tau. begitupun pasangan kita. manusiawi kawan, jadi tetaplah bersikap adil. bagi diri kalian sendiri, dan bagi pasangan kalian.

siapa yang akan memahami hubungan kalian jika bukan kalian sendiri? kalian dan pasangan pilihan kalian lah yang harus menjaganya. bukan hanya dia, atau hanya kalian. tapi sepasang itu yang harus menjaga. faktor luar hanyalah bumbu, bahan utama tetap ada dikalian. jadi hati-hatilah menambahkan bumbu dalam racikannya. salah-salah bisa terlalu asin, terlalu pedas, atau bahkan tanpa rasa. tak sedap.

ada salah seorang dari kawan saya bercerita, bahwa dia sedang mengalami penyesalan yang sudah masuk ke tahap anti klimaks. bagaimana tidak, dahulu dia memiliki seorang kekasih, nyaris menikah. hanya tinggal hitungan bulan. tapi kemudia gagal total hanya karena dia mendengar tudingan dari kawannya yang lain tentang sipasangan. ya Tuhan, seandainya kalian tau, bahwa pasangan kita pun butuh didukung. bukan hanya dalam bentuk nyata, tapi juga hanya berupa sebuah kepercayaan. bagaimana kekuatan hubungan bisa menjadi kokoh, jika hanya ada sedikit petir lalu hancurlah didalam rumah. bagaimana mungkin rumah itu kebakaran jika si pemiliknya tidak menyalakan apinya sendiri. pasangan kalian, adalah pilihan kalian. jika kalian ragu , maka mengapa memilihnya. jangan sekali-kali menyesali pilihan kalian. kenapa? karna itu sama saja dengan menyadari kebodohan kalian sendiri.

percayalah kawans, jangan pernah menyakiti diri kita sendiri dengan menyakiti pilihan kalian. percayalah kawan, bahwa kita sudah terlampau kerdil jika menyalahkan hal diluar hubungan kita atas hancurnya jalinan kita sendiri. maka itu, jagalah semampu kalian. kuatkan dari dalam. jika dalamnya sudah kuat, niscaya kalian tak memerlukan bangunan apapun diluar sebagai benteng. 


Jumat, 11 November 2011

Konjungsi Antara Nasionalisme dan Kondangan

selamat malam. seharusnya saya mengantuk. tidur. dan mimpi indah. tapi nyatanya : saya membuka laptop, link blog ini dan curhat sama kalian. uh, berean deh, saya udah beneran pengen cerita sama kalian tentang pengalaman saya hari ini. super duper heboh sekali. yukkk capcuuussss

hari ini sahabat saya menikah. akad nikah dilangsungkan di sukabumi, daerah cisaat kadudampit. halaahhh, whatever lah nama tempatnya. pokoknya saya dateng aja kesana, dengan bekal nekat karena temen saya yang lain udah mendahului saya kesana sejak malam sebelumnya #jitaktemen#. sedangkan saya, itu pertama kalinya saya ke sukabumi, dan alone. hebat gak saya coba?? coba ada yang mau tepuk tangan gak? boleh, mau lempar sawer juga boleh. #ngelantur# oke kembali ke topik. Sukabumi dan menikah. saya dateng memang super terlambat. saya itu salah informasi loh, jadi katanya waktu yang diperlukan untuk perjalanan dari jakarta -sukabumi hanya diperlukan waktu sekitar 2-3 jam. nyatanya : saya berangkat jam 10 nyampe jam 3. berapa jam itu coba dihitung. 5 jam pemirsa. LIMA jam. itu kan jauh banget dari informasi yah. dan jadilah saya kelaparan ditengah jalan #infogakpenting#

oke, setelah melalui proses lewati gunung susuri lembah, saya sampe juga di kecamatan cisaat. jadi nama daerah yang pertama kali harus saya cari adalah Cisaat. dan setelah saya menemukannya, saya masih harus merangkai satu potongan puzzle lagi untuk mendapatkan lokasi hajatan secara utuh. mulailah petualangan saya selanjutnya : NGOJEG. disinilah saya menemukan petunjuk 1, bahwa kita harus memiliki rasa nasionalisme pada negara. salah satunya dengan berbahasa yang satu: bahasa INDONESIA. ingat, bahasa Indonesia. maka dikarenakan saya sangat nasionalis, bertanyalah saya pada si tukang ojeg itu dengan bahasa nasional #padahalgakbisasunda# " bang, ke kedudampit berapa " saya slow banget tuh nanyanya, dan jawaban yang saya terima adalah : jksjsaokflsdjgsdnhgksndlkhjbzlmvldmlcvksa (mau tau artinya? tanya yang orang sunda ) saya langsung cengo dong... ni tukang ojeg, saya tanya pake bahasa Indonesia jawabannya sunda aja. dia itu kayaknya gak tau isi dari sumpah pemuda kali ya. payah....disitulah saya mengalami kesulitan bahasa. makanya, saya agak-agak gak yakin nih waktu abang ojegnya bilang 5 ribu rupiah aja buat ke kadudampit. jangan-jangan 5 ribu yang dia maksud artinya 5 juta lagi....

setelah sepakat dengan harga dalam benak masing-masing, saya duduk manis di jok belakang. saya mampir warung sebentar buat beli amplop. setelah pengalaman dengan si tukang ojeg, saya gak mau gambling dengan bersikap nasionalis pada si pemilik warung. dengan bahasa sunda seadanya saya beranikan diri nyemplung di kubangan sundaisme : "aya amplop a? " dan untuk kedua kalinya saya cengo lebih dalem lagi. karena jawaban si pemilik warung : SDHIHGIDHGVDGNDNVNVD ( ini pake capslock) . lebih dahsyat dari jawaban si akang ojeg. saya puyeng. pelajaran kedua yang saya dapatkan : jangan sekali-kali main api kalo gak siap air. saya tanya pake bahasa indonesia, jawabannya sunda. pas saya tanya pake bahasa sunda , jawabannya : SUNDA BANGET. cepet, tanpa artikulasi yang jelas dan mulut ditutup. omaygot. saya kali ini beneran megat-megot.

nah, setelah itu saya kembali merangkai puzzle petunjuk dari kawan saya yang sudah lebih dulu ada disana. beberapa ratus meter didepan saya, ada janur kuning berdiri tegak di pinggir jalan. saya yakin itulah tempatnya. karna temen saya bilang, di kadudampit ini hanya satu yang hajatan. gak mungkin dong ada orang iseng masang janur kuning kalo gak hajatan. #hehehe#masuk lah saya kedalam. tenda megah dengan hidangan mewah. rasa lapar membuncah dalam perut saya. melihat hidangan yang ada saya sudah menjadwal menu apa dulu yang sebaiknya saya makan. untuk lebih memastikan saya bertanya pada salah satu orang yang duduk di buku tamu. laki-laki. " mas, ini nikahannya IIN kan ya mas?" dan saya lupa, akan pelajaran pertama dan kedua selama perjalanan tadi. jawaban si mas itu hanya mengangguk. saya tulis di buku tamu. saya masuk kedalam dan saya lihat kursi pengantin kosong. saya merasa bersalah, sebegitu terlambatnya saya sampai kawan saya sudah lengser dari tahtanya. jadilah saya bertanya pada mbak-mbak yang ada di dekat saya " pengantinnya mana ya mbak? " dan jawaban si mbak itu membuat saya mabok : " saya pengantinnya teh " What?? loh? kok beda?? kok bukan temen saya? kok ? setelah saya sadari, tengok sana sini, saya baru nyadar kalo saya salah masuk. sumpah, itu saya pengen nyungsep ke dalem panci sop. malu banget. saya langsung angkat kaki dari tempat itu, tujuan saya satu, nyari si mas-mas yang bohongin saya. pas liat dia saya langsung lampiaskan rasa malu " gimana sih mas, katanya bener ini nikahannya Iin..." dan jawaban dia aptudet banget " sajdjgfsjakfsdkgnKGSJGJMSDKMB982908592859" (lebih parah dari akang ojeg sama aa warung ) dan mengertilah saya sekarang : si mas itu gak tau tadi saya tanya apa. dia asal jawab aja. ampooooonnnn.

sampe di lokasi yang sesungguhnya, itu temen saya yang lain udah ngakak aja. ngetawain pengalaman saya tadi. ada satu kalimat temen saya yang bikin miris : " kamu nanya ke mereka pake bahasa indonesianya udah di logat-in sunda belom? kl belom mereka gak tau " saya nyengir. bagi saya bukan lelucon lagi ketika saya tau, ada kesenjangan bahasa yang kuat antara kami yang jawa atau kalian yang sunda.

dulu saya sering ngeledek pacar saya ( yang kebetulan orang sunda ) kalo sunda itu lidahnya gak bisa lancar bicara selain bahasanya sendiri. tapi dulu itu cuma sekedar paradoks semata. nah, hari ini saya beneran merasakan sulitnya ada didaerah sunda tanpa kemampuan berbahasa sunda. beneran deh, tanah sunda kayaknya mesti mulai memikirkan pembentukan guide untuk pemandu turis yang berkunjung. bukan apa-apa, tapi memang sangat sulit untuk komunikasinya. karna yang digunakan bukan hanya bahasanya saja, bahkan sudah menjamur hingga ke dialektikanya.

saya tau, rasa kedaerahan sundaenese memang kuat. sangat kuat. yang patut dibanggakan dari mereka adalah , mereka bangga akan bahasanya sendiri. dimanapun mereka berada, mereka akan senantiasa menggunakan bahasa daerah mereka. tapi kemudian muncul dibenak saya, mereka bangga sehingga selalu menggunakannya dimanapun mereka berada, atau mereka tidak memilki kemampuan bahasa lain selain bahasa ibu mereka itu. nah. ini yang harus disikapi. sungguh mengerikan jika ternyata kemungkinannya ada pada yang kedua.

beberapa hari yang lalu adalah hari AKSARA nasional. bagaimana mungkin kita bisa memberantas kebodohan jika hal-hal paling mendasar seperti bahasa masih di gampangkan.bahasa itu lingua franca loh. ibu dari semua ilmu pengetahuan adalah bahasa. maka berbahasalah dengan sempurna. pahamilah bahasa umum, dan cintailah bahasamu sendiri. salut untuk orang sunda atas sikap kedaerahannya yang kuat. dan salut ini akan lebih sempurna jika mereka pun menguasai nasionalisme yang tepat. Berbahasa yang satu, Bahasa INDONESIA.

Senin, 07 November 2011

ANAK SEKECIL ITU....

selamat malam, selamat hari senin. selamat menikmati makian saya di postingan kali ini.

dua bulan yang lalu, saya melihat sesosok anak kecil dalam metromini jalur kampung melayu. anak perempuan kecil dengan banyak daki di sekitar lehernya, bertepuk tangan di pintu metromini, menyanyi lagu charlie ST 12. angin dari luar metromini dilawannya, teriakan kondektur metromini dan makian sopir kepada kemacetan jalanan tak membuatnya kehilangan suara. gadis kecil dekil itu menyanyi, sambil bertepuk tangan. tanpa alat musik. saat itu, yang saya ingat hanyalah satu, suaranya biasa, namun tak fals. dia menyanyikannya dengan benar meski tak indah. tak ada satupun nada yang melenceng dari seharusnya.saya memberinya uang dua ribu rupiah, sambil lalu. kemudian melupakannya.

pagi tadi, saya kembali menaiki metromini tersebut. saya duduk tepat di bangku dekat pintu depan metromini. ketika bus berjalan, seorang anak kecil masuk. lalu nangkring didepan pintu metromini. bertepuk tangan dan bernyanyi lagi Charlie ST 12. saya merasa mengenali suaranya, dan lagu yang dia nyanyikan. bukan karna lagu itu milik penyanyi terkenal, tapi karna suara si bocah yang menyanyikannya. saya mengenalnya, tapi tidak wajahnya. saya kaget. lalu marah. lalu tak yakin. lalu sedih. ingin menangis. saya duduk menatapnya. galau.

bocah itu telah botak. gundul. dengan luka di sekitar wajahnya. daki di lehernya masih sama, wajahnya pun sama. suara sama. namun rambutnya telah habis, dengan beberapa luka di kepalanya pula. matanya memerah seperti bekas dihajar, ujung bibirnya luka mengering. lengan tangannya membiru. saya langsung mengenalinya begitu matanya menatap mata saya. dialah si gadis cilik yang dulu. saya tau. dibalik botak rambutnya, saya tau itu dia. saya mengenalnya. meski kami tak pernah sekalipun berjabat tangan.

seketika saya bertanya-tanya. apa yang terjadi pada gadis cilik itu. jalanan sekeras apa yang dia lalui. apa yang menyebabkan rambutnya botak? mode kah? atau hukuman kah? apa yang menyebabkan wajahnya babak belur? mencurikah? atau disiksa? saya meringis. hingga menangis dalam selimut jilbab.

anak sekecil itu, perempuan. hidup dijalanan. lompat dari satu bus kota ke bus kota lain. menghadapi dinginnya malam, kencangnya angin, perihnya debu di jalan. gadis kecil itu, dengan notasi musik yang bagus meski suara tak merdu. gadis kecil itu, meranakah dia dengan keadaannya?

yang kemudian menjadikan saya terus bertanya, apa sih sebenarnya yang terjadi padanya. saya kemudian berfikir sendiri. meski bocah itu telah turun setelah mengolek uang hasil mengamennya, bayangan wajah belurnya masih kontroversi di mata saya. saya merunutnya, dengan kefasihan dan cara berfikir logikaler.

dia dihajar. itu pasti. dibotaki, itu jelas. kemungkinannya hanya ada 2, dia bersalah ( mencuri atau sebangsanya) dan disiksa ( oleh gembong jalanan atau apalah namanya ) kedua kemungkinan tersebut saya telaah sepanjang perjalanan. mau tak mau, kalian telah sampai di alinea ini, maka kalian pun harus ikut menelaahnya bersama saya. mau tak mau. saya memaksa.

jika dia bersalah, mencuri misalnya. baiklah, pencuri memang harus di hukum. tapi hukuman yang diperuntukkan bagi anak sekecil itu, perempuan pula, seharusnya adalah hukuman yang mendidik. hukuman yang bisa menjadikan dia berfikir untuk hidup semakin baik. efek jera yang dilakukan hanya memperburuk situasi mental si anak. seharusnya, efek yang diterapkan adalah efek berfikir untuk berproses. seorang anak, seharusnya dikenalkan dengan sistem berfikir dan berproses. anak, salah dan kemudian dimaki, maka dia akan belajar memaki. karna itulah,kekerasan bukanlah solusi tepat untuk sebuah kesalahan.

jika ternyata dia adalah si korban, maka bejad dan biadablah pelakunya. sumpah ya, saya beneran pengen ketemu sama si pelaku tindakan itu, saya pengen tanya, dia itu manusia apa bukan. coba ditanyain tolong. itu waktu dia mukul, matanya ngeliat gak sih sama si kecil itu. dia liat gak sih kalo yang dia hajar itu anak kecil dan perempuan. dia nyadar gak sih kalau dipukul dan terluka itu sakit banget. tau gak sih kalau itu bisa mengakibatnkan sakit baik di fisik maupun psikis. ngerti gak sih itu orang? ya Allah, semoga bahagialah si pelaku tindak kekerasan itu. karna jika dia tetap tidak bahagia setelah mengakibatkan seorang anak kecil tersiksa begitu, maka sungguh mubazir perbuatannya. #geram#

baiklah, akhir kata saya ingin mengatakan. bahwa, anak kecil, sesalah apapun dia, tolong jangan dikasarin. tolong banget. jangan biarkan anak kecil disekitar kita mengalami tindak kekesaran. buat orang tua yang baca ini, sungguh saya mohon, sayangilah anak kalian. marahilah mereka dengan baik, didiklah mereka dengan rasa sayang yang tulus. tolong yah, dibantu. #sotoy#

Minggu, 06 November 2011

BELAJAR

wow..wow...seratus kali wow. saya senang sekali akhirnya bisa kembali lagi bercerita di blog ini. setelah lebih dari seminggu ini saya dipenjarakan oleh kesibukan yang sangat manusiawi : Bekerja. maaf ya kawans. jadi agak mengabaikan beberapa email dan inbox yang masuk baik di blog maupun fb atau Ym. gak ada maksud beneran buat nyuekin kalian dan gak ngerespon pertanyaan-pertanyaan kalian. saya cuma lagi gak sempat. saya kan kuli, jadi kerjanya gak bisa diterka. setelah menghabiskan waktu seminggu untuk berputar Purwokerto, lembang, lampung dan terakhir mendarat di karawang, saya baru bisa kembali membuka blog ini. alhamdulilah, belum ada jaring laba-labanya ternyata. pasti semua ini karna kalian rajin membuka dan membersihkannya. terimakasih yah. #agak kacau#

apa yang akan kita bicarakan disini sekarang? ada yang mau request mungkin?? yakk. saya pilih tema " memaafkan " saya lagi agak tuli dengan frasa memaafkan itu. sebuah kata berimbuhan yang menjadi sangat mulia jika dibandingkan dengan kata dasarnya. Memaafkan adalah kata yang telah mengalami peleburan makna *linguistik again? oh, No!!* Me-Maaf-kan. maaf adalah sebuah kata untuk seseorang yang merasa bersalah, atau dipersalahkan, atau memiliki salah. maaf berada di koridor minus. sedangkan setelah menjadi memaafkan, kata 'maaf' tidak lagi jatuh harganya. kata itu menjadi naik seiring nilai tukar dolar di negara kita. melejit.kata maaf langsung menjadi bernilai sangat mulia ketika hanya di tambahkan awalah 'me' dan akhiran 'kan'. itulah yang saya risaukan. galau. kenapa, sebuah kata dasar yang minus langsung menjadi plus-plus-plus ketika hanya di beri embel-embel imbuhan saja. semudah itukah membalikan posisi? apakah semudah itu pula membalikkan posisi seseorang dimata kita? beserta nilai-nilainya pula?

sebagai manusia, kita pasti memiliki sangat banyak keinginan, harapan, mimpi. karna saya manusia, saya pun sama. memiliki itu semua. sebagai manusia pula, kita pasti memilki kelemahan. kita memilki tingkat kesabaran yang sangat minim, tingkat kejelian sedikit dan tingkat kesalahan yang sangat tinggi. dan lagi-lagi, karna saya manusia juga, saya pun memilki itu semua. dan selamat, terimakasih telah menerima saya beserta kelemahan saya #lho?#

beberapa hari ini, saya dikejutkan oleh dialog menembak dari sahabat saya. menyerahkan rasa sakit yang sangat mendalam bagi saya #bibir bergetar menahan tangis#. tembakan itu tepat di jantung saya. dialog yang sangat menyakitkan bagi saya. sehingga untuk membaginya bersama kawans-kawans disini terlampau sulit #memeluk bantal#. inti dari dialog itu adalah justifikasi bahwa saya SALAH. apapun yang terjadi, palu sudah diketok dengan keputusan saya bersalah, hukuman tembak mati. pokoknya saya ini salah. salah. seribu salah. dan saya hanya diam. kadang saya berfikir, jika dirasa bicara hanya akan memperumit masalah, maka diam adalah emas. tapi kadang saya juga berfikir, jikalau ternyata diam kita ditanggapi lain, maka diam itu adalah emas imitasi.

manusia memang tempatnya salah bukan? saya sepakat untuk hal itu. makanya jika ada orang disekitar saya berbuat salah, terhadap siapapun terlebih kepada saya, maka yang pertama saya lakukan adalah melihatnya. memastikan bahwa dia manusia. setelah saya yakin dia manusia, maka tumbuhlah rasa maklum. tapi perlu diingat juga, bahwa idiom diatas ( manusia tempatnya salah.red) juga bukan harga mati, bukan lantas kita sebagai manusia bebas melakukan kesalahan. ayolah guys, jangan terdikotomi oleh fikiran bahwa semua orang bisa mengikuti semua yang kita mau. atau bisa memahami pemikiran kita. jika ada yang berbeda, ada yang menurut kita salah, tidak cocok, menyakitkan, perlukah kita akhirnya memilki rasa benci? bagi saya tidak. karna dengan begitu, kalian telah membuka pintu baru bagi sebuah hubungan : permusuhan. siapapun yang memulai, siapapun yang mengakhiri, sebuah permusuhan pasti meninggalkan luka yang akan sulit sembuhnya.

karna itu, mari kita sama-sama belajar untuk memahami. bahwa kita ini manusia, jadi ketika ada manusia lain yang berbeda dengan kita, mengertilah. itu manusiawi. jika kalian tidak mengerti, maka mungkin kalian berada di spesies penyembah dewa tapir. belajarlah.

_me_

Jumat, 28 Oktober 2011

TENTUKAN TEMPAT KALIAN

selamat malam. setelah seharian ini menatap dan merasakan gemerlap tanggal 28 oktober yang ternyata justru mendung, akhirnya saya memutuskan untuk menulis. yah, walaupun terbilang telat karna pada kenyataannya pasti di banyak blog lain sudah sebegitu banyaknya postingan tentang hari ini. harinya para pemuda.

awalnya, saya sudah berjanji pada seseorang untuk tidak menulis tentang peringatan hari ini.karna saya gak mau di cap hanya mengikuti tren. saya gak mau dibilang ter-influence. saya kan udah di vaksin, jadi otomatis saya imun terhadap segala bentuk sikap patriotik. saya memang mungkin gak nasionalis, saya sendiri juga bingung kenapa. saya pikir karna saya memang menginginkan banyak hal di luar negara ini.

dan sebagai seseorang yang tidak nasionalis, saya sedikit merasa malu untuk membuat postingan ini.

apakah yang sudah kalian beri untuk negara ini? sebuah pertanyaan standar yang pasti banyak diucapkan di hari-hari bersejarah. pasti. dan saya mengulanginya lagi. apakah yang sudah kalian berikan untuk negara ini? namun kali ini saya tekankan pada tikat spesifikasi pertanyaan saya : para aktivis. hey, kalian para aktivis. apakah yang sudah kalian beri pada negara ini?

sebuah perjuangan bukan melulu sikap sok aktivis yang merasa paling benar. aktivis-aktivis jaman sekarang jelas jauh berbeda dengan jamannya om-om saya dulu. jaman sekarang ini kayak kerupuk, keras diluar,buat lauk gak ngenyangin, disiram aer kempes. pas ditimbang beratnya gak ada. enteng. alias kosong. saya emang sarcastik banget menghadapi mereka. karna banyak bicara sedikit kerja. isinya tuh melulu dikusi sana-sini tapi kerja NOL. atau marah-marah di akun facebook dan twitter tapi gak ada gerakan. halah, gak malu apa ya sama Soe hok Gie

seharusnya yang jadi acuan kita adalah menghasilkan sesuatu baru bicara .minimal kita punya pegangan sesuatu yang berguna, baru kita main nyamplak orang. kita aja belom punya apa-apa mau nyalahin orang. mending yang disalahin orang yang sama ama kita, sama-sama belom punya apa-apa. ini yang disalahin orang yang jelas udah punya sesuatu buat negara. pernah ikut perang membela negara. atau pernah lah mewakili negara kemana gitu. ya ampyuuunn gak mikir kali yah.

belajarlah untuk menerima kelebihan orang lain. jangan cuma teriak-teriak doang. tapi berkaryalah. jangan cuma berani di situs pribadi. keluarlah, teriaklah di koran, di novel yang kalian buat. jangan cuma diskusi-diskusi menentang kemiskinan, tapi kalo liat pengamen dan pengemis cuma bisa bilang " maaf " atau cuma kasih seribu. jangan jadi orang yang membicarakan karya orang, jadilah orang yang berkarya.

ada orang yang hidupnya untuk berkarya, dan karyanya dibicarakan oleh orang lain. ada pula orang yang hidupnya untuk membicarakan karya orang lain. kalian, ingin berada dimana???

Senin, 24 Oktober 2011

DILEMATIS AKUT

darimana datangnya segala jenis keragu-raguan, ketakutan dan ketidakyakinan?

hiiissshhh, ceritanya sepagi ini saya membuat postingan tujuannya adalah curcol. saya bingung. tapi juga yakin. rasanya tak menentu, tapi sangat tentu. seperti diputar-putar gelombang, tapi tau arah nya akan kemana. maafkan saya karna kali ini saya tak memberi postingan yang bermanfaat bagi pola pikir kawan-kawan, karna postingan saya kali ini beneran cuma curhatan biasa.

dilematis. mungkin itulah gambaran paling tepat dari posisi saya sekarang ini. mesku, saya tetap menganggap dilematis-pun bukan hal yang tepat. namun mendekali tepat. halah, sudahlah. dilematis atau meningitis jelas bukanlah tujuan saya menulis postingan kali ini, karna tujuan utama saya jelas hanyalah curhat. kalian tau itu CURHAT?

kawans, sebagian dari diri kita mengarah pada perkembangan ilmu pengetahuan, yang sebagian lagi mengarah pada lawannya, yaitu keyakinan pada Tuhan. ouch, berbenturan sekali dua hal tersebut. dan saya lagi benjol sekarang karna benturan itu. sakit.

dilematis akan perkembangan ilmu pengetahuan dan keyakinan pada Tuhan. itulah inti dari kegelisahan saya. saya mengalami transdensi dalam memutuskan. dan kelabilan saya jadi pemicu terputar-putarnya keputusan itu. saya merasa menjadi penentu dari semua keputusan, padahal saya tak ingin. saya sedang ingin jadi pengikut. karna sejujurnya, keputusan kali ini sangat berat untuk dilaksanakan atau tidak dilaksanakan. maju remuk, mundur hancur. tak ada pilihan yang bagus. atau ini hanya pikiran saya semata? entahlah.

semua yang ada didunia ini. setiap kejadian hingga yang sekecil apapun, bahkan debu yang beterbangan itu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. jadi jangan khawatir akan segala yang terjadi. karna pasti segalanya atas izin Allah.bahkan termasuk nabi adam makan buah kuldi di surga dan akhirnya harus turun kebumi, segalanya ada di Lauhul Mahfuz. sudah tertulis disana. dan atas izinnya. namun yang kita harus pertanyakan adalah, apakah itu juga atas Ridho-Nya? jika tidak, akankah kita melakukan sesuatu yang tidak di Ridhoi-Nya?

taqdimul aham fal aham, tsumal anfa fal anfa. pilihlah yang baik dari yang baik, dan jika keduanya sama baik, pilihlah yang lebih bermanfaat. saya selalu menggunakan ini untuk memutuskan sesuatu jika mengalami tingkat dilematis akut. namun sekarang, terasa sulit untuk menggunakannya. pasalnya, sesungguhnya saya sangat menginginkan salah satunya, hanya saya takut keinginan itu tidak di Ridhoi-Nya.

letakkan segala sesuatunya pada Tuhan. karna hanya dengan begitu kita akan merasa tenang. sungguh, saya bukan tak ingin berusaha, saya sudah berusaha untuk memutuskan. hanya saja saya merasa gamang untuk menyampaikan keputusan saya itu. ketakutan. saya benar-benar merasa harus meletakkan semuanya. saya ingin menyerahkannya pada-Mu. mohon diaturkan yang terbaik. saya percaya pada-Nya.

Minggu, 23 Oktober 2011

BANTU AKU MENARIK JANGKAR

selamat malam. saya takut. 

setiap kali saya membuka email atau blog ini, saya langsung ketakutan. apa pasal saya begitu ketakutan? terdapat banyak sekali pesan dalam blog ini. kebanyakan dari teman-teman pembaca setia blog saya, yang ternyata adalah mayoritas berusia remaja. aduh, matilah saya #tepuk jidad# mengingat begitu banyak postingan saya yang mengarah pada sikap bebas dalam berfikir. saya tau, sepertinya saya mulai menulari pandangan kebebasan yang kemungkinan besar anak-anak itu belum siap membacanya. dan ketakutan saya pun terjadi. sungguh, atas nama diri sendiri saya minta maaf. postingan saya itu harus kalian baca dengan baik dan kalian cerna lebih dalam. aduh, adik-adik, beneran deh jangan kalian makan mentah-mentah setiap postingan saya. aduh, gimana sih ini....

jadi begini kawans, setiap hari rata-rata saya menerima lebih dari 6-7 pesan masuk dalam blog ini atau email saya yang berasal dari entah siapa dengan isi bentuk curhatan. dan wow, saya tiba-tiba merasa jadi mario teguh versi wanita. dan itu gak gampang loh. mau saya balas, saya gak kenal mereka. saya takut balasan saya ternyata salah dan hanya sepihak. mau gak saya balas, kasian mereka yang sudah begitu baik percaya untuk menceritakan masalahnya pada saya. akhirnya saya putuskan untuk menceritakan problem ini pada kalian. tolong ya, saya dibantu ya...

saya ini bukan motivator trainer, juga bukan psikiater. saya malah yang sepertinya harus dirawat oleh psikiater karna kelabilan dan kecenderungan saya berkhayal. jadi saya bingung sendiri, ketika menghadapi begitu banyak orang yang mempercayakan masalahnya pada saya. #saya? #

nyaris delapan puluh persen pesan masuk di fb saya berisi keluhan akan koordinasi orang tua dan anak yang sangat kurang. nyaris seratus persen di blog saya bercerita tentang bagaimana mereka berbeda pendapat dengan orang tua. ini sudah saya bahas berkali-kali yah. dan sekali lagi saya tegaskan. jika kalian punya masalah dengan orang tua, dan yang kalian tuju untuk mencari solusi permasalahan kalian adalah saya, kalian salah besar. Bukan karna saya tidak mau membantu, tapi lebih karna saya prihatin. kenapa kalian lebih percaya pada saya ketimbang orang tua kalian sendiri? saya bukan orang yang kalian kenal. kita bahkan mungkin belum pernah bertemu, tapi kenapa kalian lebih leluasa bercerita kepada saya ketimbang pada orang tua kalian yang sudah jelas-jelas kenal seumur hidup kalian? ada yang salah disini. pasti ada yang salah. di komunikasi antara kalian dengan orang tua kalian.

percayakah kalian, bahwa tempat ternyaman untuk berbincang adalah ibu sendiri. tempat teraman untuk mencari perlindungan adalah ayah sendiri. kenapa kalian jauh-jauh meminta kenyamanan dan keamanan pada saya. sementara kalian jelas tau, saya bukan siapa-siapa. 

saya bahagia, begitu banyak orang yang mempercayakan masalahnya pada saya. saya juga bangga bahwa ternyata tulisan-tulisan saya mampu menjadi cambukan dan inspirasi bagi kalian dalam menilai hidup. saya senang, sungguh. tapi apalah makna kesenangan saya jika dibanding pengorbanan kalian. mengapa kalian musti mengorbankan kedekatan kalian dengan orang tua hanya demi mengikuti saran-saran dalam postingan saya. orang tua kalian, seperti apapun menurut kalian kejamnya, namun dia adalah perintah Tuhan yang pertama wajib kalian hormati.hormatilah terlebih dahulu, tahap selanjutnya kalian akan menyanyanginya dengan sempurna.

bagi saya, kesalahan komunikasi antar anak dan orang tua-lah yang mesti dibenahi. hingga anak akhirnya merasa nyaman untuk curhat masalah cintanya kepada orang tua. benahilah cara bicara antar anak dan orang tua, hingga anak yakin bahwa sang orang tua mengerti gejolak jiwa muda mereka. saya tak ingin menggurui, karna bagaimanapun saya belum memiliki anak remaja. tapi saya bicara berdasarkan pengalaman saya sendiri. saat saya remaja, saya justru lebih percaya pada teman sebangku saya ketimbang pada ibu saya. padahal sudah jelas, teman sebnagku saya itu seumuran sama saya. jelas dia itu belum lebih bijak dari ibu saya. lalu mengapa saya lebih nyaman curhat pada teman sebangku saya ketimbang pada ibu saya? jawabannya adalah cara bicara. jika dengan orang tua, kita bicara A maka hasilnya adalah A+. kita akan diajari ini itu, kita akan disalahkan begini begitu, kita akan dinasehati sana sini. tapi jika dengan teman, kita tak membutuhkan apapun. kadang justru si teman hanya mendengarkan, tanpa memberi solusi. tapi kita tau, teman kita mendengarkan dengan sikap sama seperti kita. dengan cara pandang yang sama dengan kita. disitulah letak perbedaannya. cara bicara. dan itu haruslah kita benahi.

percayakanlah permasalahan kalian pada Tuhan, tapi cobalah bicara dengan orang tua kalian. niscaya, jika kalian mencoba untuk terbuka dengan mereka, mereka akan jauh lebih mempercayai kalian. cobalah dik. dan jika saran saya tidaklah berhasil kalian lakukan, blog saya ini terbuka lebar untuk kalian. silahkan datang kembali. 

Rabu, 19 Oktober 2011

RESOLUSI TULISAN

ketika kau minta bunga, Tuhan berimu tanaman layu untuk kau siram.
ketika kau minta cinta, Tuhan berimu orang-orang malang untuk kau rawat
ketika kau kebahagiaan, Tuhan berimu cobaan berat untuk bisa kau lalui
Tuhan tak pernah memberikan apa yang kamu inginkan,
tapi Tuhan akan selalu memberikan apa yang kamu butuhkan.

Sering dengar kalimat pembangun jiwa diatas kan? yap. benar sekali. kalimat diatas memang memilki makna yang luar biasa buat perkembangan kejiwaan kita. minimal kita akan mendapatkan satu makna, bahwa dibalik segala yang kita lalui, sometimes kita akan mendapatkan sesuatu yang memang pantas untuk kita. belum tentu yang kita inginkan memang, tapi yakinlah, apa yang kita dapatkan adalah bagian dari apa yang kita lakukan. dan percayakah kalian, bahwa porsinya sudah sangat pas. tepat. tak membutuhkan ramuan apapun lagi. hanya butuh kesabaran dan kepasrahan untuk menerima porsi kita masing-masing. percayalah.

hari kemarin saya berbincang dengan seorang penulis senior diatas saya tentang makna dan hakekatnya sebuah tulisan. beliau menanyakan dengan detail isi dari novel saya. bagaimana prosesnya, apa saja referensinya. saya yang hanya mengandalkan insting menulis jelas kelabakan jika ditanya masalah teoritis seperti itu, tapi apapun itu, merupakan suatu kritikan yang sangat saya butuhkan. saya masih sangat awam dengan hal-hal diluar insting. jujur, di hutan rimba kepenulisan, mungkin saya adalah salah satu penulis yang sangat primitif dalam mengolah tulisan-tulisan saya. ibarat suku, saya ini beneran suku pedalaman banget. saya gak bisa nulis pake laptop. saya cuma bisa nulis diatas tanang atau daun lontar. saya gak tau gimana caranya mencetak buku, yang saya tau hanyalah tulisan saya tercetak di batuan alam sekitar saya. karna itulah, perbincangan saya dan senior saya kemarin merupakan pembelajaran besar bagi saya.sangat besar. 

hidup adalah dakwah. bagaimana menyebarkan pengetahuan kita kepada orang lain. membawa kebaikan bagi semua orang. sebuah parafrase yang sangat menggiurkan untuk dilaksanakan. masalahnya adalah, bagaimana proses dalam mewujudkan itu semua. perjalanan yang jelas sangat rumit akan kita hadapi. dan perbincangan kemarin itu menunjukkan pada saya, bahwa jalan dakwah yang saya pilih sebagai penulis memiliki tanggung jawab besar dalam sumbangsihnya mengolah pemikiran masyarakat, atau minimal orang-orang yang membaca tulisan saya.

awalnya saya menulis adalah karna memang ingin menulis. apapun yang ingin saya ungkapkan saya keluarkan melalui tulisan. mudah.tanpa tendensi. kemudian berkembang menjadi tujuan yang lebih besar. saya ingin menulis agar karya saya dibaca banyak orang. agar orang-orang mengetahui kalau itu karya saya. mulai ada tendensi. pamer. lalu berkembang lagi, saya ingin menulis agar pemikiran yang saya tuangkan melaui tulisan itu dapat diketaui orang lain. agar orang-orang tau sebenarnya yang menurut saya benar itu seperti apa, dan jelas saya mencari dukungan orang yang sepakat dengan pemahaman saya. tendensi mulai lebih besar. politik mencari dukungan. hingga kini akhirnya berkembang lagi. saya ingin tulisan saya menghasilkan materi untuk saya. saya bisa beli laptop, beli handphone, beli baju, ini itu, semua dari hasil tulisan. saya mulai menulis melihat selera pasar. apa yang masyarakat suka. akhirnya tendensi itu mengerucut pada satu puncak. materi. dan setelah obrolan bersama senior, tendensi saya berujung pada puncak baru. yaitu tanggung jawab moral. sebagai penulis, kita memiliki tanggng jawab moral besar terhadap pembaca. apa yang akan kita sampaikan haruslah sesuatu yang memiliki tingkat data akurat dengan validitas yang pasti. saya harus memiliki referensi yang jelas dan tajam mengenai apa yang akan saya tulis. meskipun tulisan itu memang berangkat dari fiktif semata. namun fiktif juga bukan berarti menjual kebohongan. apa yang akan terjadi nantinya jika tulisan saya dibaca banyak orang padahal saya menulis sesuatu yang tidak benar. sesuatu yang mengajak pada keburukan. akhirnya saya menemukan oase baru. bahwa jalan dakwah saya melalui tulisan adalah tanggung jawab dengan tingkat yang lebih luas.

awalnya saya cape. masa menulis saja harus memiliki banyak sayapan tendensi. masa menulis saja saya harus memikirkan banyak orang. menulis itu pekerjaan hati. kalau memang mau nulis ya nulis kalau gak mau ya gak usah nulis. kelar. tapi tidak sampai disitu ternyata. apabila tulisan yang saya hasilkan ternyata membuat banyak orang yang membacanya menjadi tersesat, apakah hati saya tega membiarkannya? ternyata tidak. karna itu saya akan mulai menulis dengan jalan yang lebih baik. yang lebih bertujuan. doakan saya kawans. 

Selasa, 18 Oktober 2011

KAMI

mencintai dan dicintai adalah suatu perasaan dimana semuanya bisa berwarna bening. tanpa ada noktah gelap sama sekali. ada kalanya kita tak pernah tau, ini sebenarnya perasaan apa. mengapa begitu nyaman. begitu tenang. sayangnya kadang kita juga telah mengetahuinya jauh sebelum perasaan kita datang. sayangnya kadang kita telah memilih human tempat akan kita letakkan perasaan itu. sungguh, hati yang memilih. bukan kita. jadi taksir menaksir, sebenarnya adalah pengingkaran terhadap makna cinta itu sendiri.

saya memiliki seseorang yang memang pilihan hati. yang memang tanpa tujuan apapun dan secara tiba-tiba dia datang, memberi hidup yang saya inginkan, memberi nafas yang cukup untuk saya, tanpa pernah tau akan dibawa kemana kemudian perasaan kami. semuanya natural. semuanya sangat wajar. biasa.

saya dan si pria itu cukup lama berhubungan. saling memiliki tanpa keterikatan, saling mencintai tanpa pernah harus ada status apapun. kami tak pernah bersama secara fisik, namun kami tau, entah didimensi mana ada pautan yang kencang diantara kami. kami sangat jarang berkomunikasi, namun kami tau ada satu jenis komunikasi antara kami yang tak dimiliki pasangan lain. percaya. kami percaya satu sama lain. kami menghargai kehidupan masing-masing. kami tau belum saatnya kami bersama, atau bahkan kami tak akan pernah memiliki masa itu. tapi kami bisa merasakan, jauh hari sebelum ini, kami telah bersama dalam suatu perasaan yang tak akan pernah sama. kami telah bersatu, tanpa apapun. kami telah terikat tanpa perjanjian sedikitpun. hanya kami yang tau. atau bahkan kami pun tak mengetahuinya sama sekali.

hubungan yang bagi orang lain sangat membingungkan. namun tidak bagi kami. hubungan kami sangat jelas. kami saling memiliki meski entah dalam kapasitas yang sama sekali tak terlihat. saya mampu mengatakannya, karna saya pun tau dia mampu mengartikannya. keyakinan kami akan perasaan kami sendiri adalah absolut. tanpa dilematis sedikitpun.

saat ini kami berpisah. secara nyata kami berpisah. semua orang memisahkan kami. membenci hubungan kami. kami menguasai diri kami sendiri. dalam keadaan sangat bahagia kami memutuskan untuk berpisah. memutuskan untuk membahagiakan orang-orang disekitar kami. namun dibalik semua perpisahan ini kami tau, bahwa sebenarnya kami justru telah bersatu. menyatukan tujuan bersama. merelakan untuk melepas bersama. kami telah bersatu, meski dalam keadaan yang sama sekali tak indah.

jika para pasangan lain berfoto bersama maka akan tertangkap oleh lensa adalah wajah dan ke bahagiaan nyata yang jelas. namun kami tidak. tak akan ada satu kamerapun yang mampu memangkap kebahagiaan kami. karna memang hanya milik kami seorang. namun dalam foto itu kalian akan mampu merasakan, bahwa kami kuat. kami sangat kuat.




SENYUM

hari ini 'sesuatu' banget buat saya ( mbak syahrini saya pinjem bahasa nya sebentar ). saya dapet berkah yang luar biasa. kerja keras dan sikap ngotot saya ternyata membuahkan hasil berupa impian yang tercapai. tapi dibalik semua itu, saya tau ada tangan besar yang mengatur jalannya skenario maha dahsyat ini. Tuhan.

beruntun musibah yang menimpa saya akhir-akhir ini. mulai dari kehilangan orang yang saya sayangi sampai kehilangan barang yang juga saya sayangi. tapi saya tetep ngotot bilang kalo saya bahagia. karna saya tau, cuma dengan hidup saya sendiri saya bisa bahagia. kan sudah ada yang atur begitu. jadi, sesulit apapun hidup saya, saya tau inilah yang harus saya lalui. yang harus saya jalani. dan harus saya terima. untuk itulah saya bahagia.

dan hari ini, segalanya dibalikkan. semua musibah yang datang bertubi-tubi itu dikembalikan dengan datangnya keberkahan yang bertubi-tubi pula. saya tidak perlu menyebutkan apa keberkahan dan apa musibah yang saya terima. karna bukan itu konteks dari postingan saya kali ini. saya menjadikannya prologue disini karna ingin mengatakan bahwa apa yang akan saya tulis ini beneran dan saya mengalaminya sendiri. tentang ketabahan dan kesabaran saat menerima masalah. dan contoh yang akan saya berikan adalah sahabat saya yang sangat luar biasa. sebut saja dia " aisyah ". nah kisah si aisyah inilah yang sangat menggetarkan hingga saya ingin menceritakannya. tentu atas seijin pemilik kisah meski dengan nama yang telah saya samarkan.

Aisyah. adalah adik kelas saya jaman Sekolah dulu. anaknya manis, lembut dengan pembawaan ceria. dia sangat mudah tersenyum. auranya indah. saya yang perempuan saja seringkali takjub melihatnya apalagi para pria. meski pembawaannya sangat sederhana, Aisyah adalah bintang disekolah. meski dengan nilai yang sangat pas-pasan namun kelebihan lain yang dimilikinya adalah sifat dan watak yang mulia itu membuatnya di senangi banyak kalangan. termasuk saya.

entah ada badai apa yang mendatanginya. namun suatu masalah membuatnya banyak kehilangan orang-orang yang menyayanginya. saya sendiri kurang faham dengan masalah yang terjadi, karna saya sedikit rada ansos( anti sosial ) saat sekolah, tapi saat itu aura yang terpancar adalah negative dari dirinya. aisyah menjadi gadis pemurung, introvert, dan akhirnya dijauhi banyak orang. aisyah lalu di cap perempuan begini begitu ( saya malas menjelaskannya karna sangat keterlaluan menurut saya ). saya bingung. jujur, saya ini hanyalah penggemarnya kala itu. jadi memang tidak begitu mengenal pribadi aisyah itu sendiri. dan saya kehilangan sosok dengan pancaran aura indah itu.

setelah saya tanya pada adik kelas saya yang lain ( saya memang meilih objek yang comel demi mendapatkan cerita versi lengkapnya ) saya langsung pengen nangis saat itu tapi urung saya lakukan karna pasti nanti saya dianggap lebay oleh si adik kelas itu. maka demi harga diri dan sopan santun saya hanya mengangguk anggukan kepala mahfum. aisyah, ternyata ada hal lain yang begitu membuatmu tersakiti begitu. aisyah dituduh menjadi ayam sekolah. tau gak apa itu sebutan ayam sekolah? itu beneran sebutan maha jahat  bagi siswi di sekolah negeri. saya tau aisyah tidak seperti itu. pembawaannya memag manis, memang cantik, memang menarik. lalu mau apa? dia dilahirkan sudah begitu? emang salahnya apa kalo dia cantik terus banyak yang suka? ( emosi menjadi-jadi ). sejak gossip itu beredar, aisyah dijauhi semua kalangan. saya termasuk yang menjauhinya kala itu. kenapa? saya bingung gitu. saya mau deketin dia, wong memang dari awal saya gak begitu dekat sama dia. terbilang gak kenal malah. nanti kalau tiba-tiba saya deket sama dia, terus dia mau mikir apa ke saya? terus yang lain bakalan bilang saya sok gemana getu nanti. kan serba salah. terlebih lagi, saat gosip itu beredar saya tengah sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian kelulusan. maka hilanglah sudah aisyah dari pikiran saya.

yang saya tau saat itu adalah aisyah tetap bersekolah seperti biasa meski setiap hari selalu melihat tatapan merendahkan dari seluruh penghuni sekolah. bahkan hingga penjaga sekolah dan tukang mie ayam pun mencibirnya. saya tau, jika saya jadi aisyah saya pasti akan menangis setiap hari dan memilih pindah sekolah lain. tapi aisyah diam tak bergeming. sekeras apapun sindiran yang masuk ketelnganya dan membuat perasaannya perih, saya yakin hanya akan disimpannya sendiri. karna asiyah masih tetap saja terlihat banyak senyum. miris melihatnya, dan manis. saya menyaksikan ada kuman yang begitu cantik dalam diri aisyah. kotoran yang tak berbau amis.tapi sekali lagi, dalam kasus ini saya hanyalah penonton. saya hanya menonton posternya semata. jadi ketika ada yang merobeknya, saya hanya bisa meringis nyeri saja.

sampai beberapa tahun kemudian, saya mendapat undangan pernikahan via facebook. biasanya saya itu paling malas dengan yang seperti itu. tapi ketika saya lihat undangan itu, nama aisyah yang mengundangnya. saya langsung berangkat pada hari yang ditentukan. saya berangkat, dengan anak saya. ingin saya tunjukkan pada anak saya, bahwa ketika sekolah dulu mamanya punya idola yang hanya tersimpan dalam hati. idola yang belum tersampaikan. idola yang membuat saya terinspirasi untuk tegar. dan anak saya harus mengenalnya. di pelaminan itu, aisyah memperlihatkan kembali auranya. senyum yang tak putus-putus tersungging dari bibirnya. bersanding dengannya seorang pria nan tampan, dengan pekerjaan yang terus disebut-sebut oleh pembawa acara sebagai salah satu duta besar termuda di indonesia. wow. itu kan sesuatu banget ya buat perempuan seumuran kita.dan taukah kalian dimana aisyah bekerja saat itu? PNS sebuah departemen. itu lebih dari sekedar ' wow' bukan.

dan sore ini, secara tak sengaja saya melihat facebook nya. saya tergerak untuk melihat aktivitasnya. aisyah meng-upload foto buah hatinya. bersama dengan suaminya yang di situ terlihat begitu mencintainya. begitu mencintai anak mereka. begitu manis kebersamaannya. taukah kalian? aisyah hanya perlu tersenyum ketika menghadapi begitu banyak cobaan kala sekolah dulu, dan sekarang? tuhan memberinya banyak senyum di hari-harinya. taukah kalian? jika Tuhan begitu banyak memberikan cobaan bagi kita, dan kita melewatinya dengan ikhlas serta bersabar dari awal, maka akan begitu banyak pula hadiah yang kita terima. seperti aisyah, kita hanya perlu tersenyum saat cobaan itu datang. dan kita akan melaluinya dengan mudah. selamat mencoba.





Minggu, 16 Oktober 2011

Yogyakarta

pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat, 
penuh selaksa makna
musisi jalanan mulai beraksi
seiring nadaku kehilanganmu
merintih sendiri 
ditelan deru kotamu
( kla project. Yogyakarta )


Yogyakarta, begitu lekatnya kota itu dalam benak saya. begitu saya mencintai kota dengan segudang nuansa ramah itu. dan tak akan pernah lekang dari hati dan mimpi saya, Yogyakarta. 

malam itu, entah malam keberapa saya ada di kota gudeg itu. saya dan dia berjalan bersama, tanpa bergandengan tangan. karna tangan kami berdua penuh dengan kerinduan. tangan yang masing-masing menggenggam harapan. kami menyusuri para pedangang di malioboro, masuk kedalam mall dan membeli es cream di salah satu outlet mall tersebut. lalu keluar dan berlomba mengosongkan corn tersebut di pinggiran parkir malioboro. sesekali penjaja atau tukang becak menyapa kami ramah. saya nyaman, senyaman berada di kebun rindang dengan sejuta oksigen. malam itu larut, namun tak luruh.

setelah menghabiskan isi corn es cream itu kami kembali berjalan kearah kantor pos di tengah malioboro. lalu duduk di emperan ubin tempat para mahasiswa ISI jurusan musik asyik bermain gending jawa. saya cengar-cengir sendiri melihat nya ikut larut dalam kebahagiaan bersama kawan-kawannya. saya pun larut, dalam diagram tak berbatas. hati saya ada diantara penabuh gending itu. meski tangan dan badan saya terikat pada harapan yang tengah saya genggam sendiri. lagi-lagi, nuansa jogja membuat saya tak mampu mengelak. tak ingin pulang.

lalu dengan santai dia menggiring saya kembali pada motor yang di parkirnya. kembali menyusuri jalanan tadi. kembali melihat pedagang yang masih tetap tersenyum ramah pada kami. kembali melihat sisa es cream kami yang belepotan di lantai malioboro. ah, saya mengagumi tingkat sentimentil saya pada kota itu. kota yang selalu mampu menghadirkan segudang hasrat untuk terus tersenyum. tak pernah ada rasa lain ketika hati telah merasa nyaman disuatu tempat selain bahagia. dan jogjakarta adalah kebahagian tunggal dalam erotisme hidup saya. bukan hanya karna ada dia, tapi juga karna jogja sendiri telah mampu menciptakan nilai magis tak henti-henti pada benak saya. nilai yang tak pernah tersentuh peradaban, nilai primitif namun mendasar. Cinta.

malamnya saya tidur dengan nyenyak. tak pernah saya tidur senyenyak saat itu. bertahun lalu memang, tapi saya masih mampu merasakan rasa nyenyak dalam tidur saya. bertahun lampau memang, namun saya masih bisa merasakan dan mendengar alunan gending yang mengiringi tidur saya kala itu. dan hingga kini, saya merindukan kelelapan itu. saya tak pernah alpa merasakannya, hingga akhirnya saya takut tidur dan insomnia. saya ingin kembali tidur senyenyak itu. yogjakarta, sebegitu kentalnya kau membuatku terlelap kala itu.

lalu ketika dipagi hari kami berdua berputar mengelilingi kotagede, saya kembali mengharu biru. nuansa pengrajin perak dengan begitu banyak karya bertebaran di sana. saya terpaku. berkali-kali dia membawa saya kesini. dan hasilnya akan selalu sama. saya tak mampu membeli perhiasan itu, bukan karna harganya, tapi karna hati saya tak sanggup memilih. getaran dalam tangan saya menolak mengenakan perhiasan yang dibuat dengan rasa cinta oleh para pengrajin itu. saya selalu merasa tak pantas. dan saya menyesalinya kini, karna ketika saya begitu ingin mengenakannya dia sudah tak mampu lagi menemani saya memilihkan perhiasan itu.

jumat pagi itu, pertama kalinya yogyakarta membuat saya menangis. tanah jogja menimbun tubuhnya yang terbungkus kain putih bersih, jumat pagi itu untuk pertama kalinya saya begitu takut kembali ke jogja, saya takut kehilangan nuansa itu. tapi juga takut mendapatkan nuansa itu kembali tanpanya. Jumat itu, dia dipanggil pulang oleh sang pencipta, penyakit liver yang dideritanya memakan kesempatan kami. namun seperti pesannya, saya tak akan pernah meninggalkan jogja. Tamansari, Malioboro dan kotagede akan selalu hadir dalam ingatan saya. bersamanya. 


flip flop

bete. gak tau mau ngapain. serba salah. semua yang dilakukan gak ada yang benar. gak jelas sendiri. bingung sama perasaan sendiri. ditengah konflik bathin itu tiba-tiba tangan kita ditarik seseorang, dibawa ke suatu tempat. dimana akhirnya segala yang kita cari ada disana. bahkan kita sendiri tak menyadari bahwa sebenarnya kita mencari 'hal' tersebut. atau kita membutuhkan 'hal'  itu. tapi si dia memahami. mengerti.jauh lebih mengerti dari pada kita sendiri. tanpa perlu menjelaskan apapun , tanpa perlu lelah menceritakan masalah kita, dia akan memahami apa yang sebenarnya benar-benar kita butuhkan. dialah Flip-flop. seseorang yang sangat mengerti kita. tak harus kekasih, tak harus lawan jenis. flip-flop adalah bagian diri kita yang lain. yang mungkin dimiliki orang lain. selamat menemukannya dalam postingan saya kali ini.

saya menemukan flip-flop saya sejak masih sangat kecil.namun menyadarinya ketika beranjak remaja. kelas 2 SMP saat itu, saat dimana saya tau, bahwa antara saya dan dia tak mungkin tak menjadi dekat. bukan pacar bukan kekasih. tak perlu lawan jenis.flip-flop tak mengandung unsur asmara. fkip flop adalah kesederhanaan. sebuah hubungan diatas kekasih atau soulmate. flip-flop adalah diri kita sendiri, yang memang diperuntukkan bagi orang lain. dan jika kita telah menemukannya, maka lengkaplah sudah. segalanya akan terasa sangat mudah.

pacaran atau bermain cinta-cintaan adalah suatu hubungan dimana kita akan terikat pada lawan jenis dengan sebuah komitmen setia. aku milikmu,kamu milikku. ada yang berani sentuh : bacok !!! maka ada tendensi dalam hubungan tersebut. mencintai karna memang ingin memiliki. ada batasan dalam hubungan yang oleh remaja dianggap sakral itu. sebuah tendensi akan pengingkaran cinta itu sendiri. cinta kok malah ada paksaan. cinta kok maunya kita harus begini, atau begitu. loh, apa namanya hubungan sehat kalau ternyata kita sendiri kurang percaya dan kurang yakin pada si 'kekasih'? atau apa namanya wajar jika suatu saat kita berantem hanya gara-gara kita gak sepakat memilih film yang akan kita tonton di bioskop saat malam minggu. tapi itulah pacaran.itulah perbedaannya dengan apa yang akan saya bahas kali ini : Flip-Flop.

flip-flop itu seperti sepasang sepatu : tak pernah sama persis, tapi serasi. tak pernah melangkah sejajar tapi memiliki tujuan yang sama. takpernah ada yang lebih tinggi karna selalu sederajat. jika salah satu hilang maka yang lainnya tak memiliki arti. flip-flop. sudahkah kalian merasakannya. sekali lagi, bukan kekasih dan tak ada asmara. tak selalu lawan jenis.flip-flop.

bagi kalian yang belum menemukan flip-flop nya jangan pernah bersedih. karna kadang kalian tidak menyadarinya.  biasanya dia adalah orang yang sangat mengerti kita. menyediakan kita waktu 24 jam penuh demi mendengar ocehan kita, dan begitupun sebaliknya. kita akan sangat rela melakukan apapun untuk membuatnya bahagia. maka, jangan dicari.flip-flop akan datang dengan sendirinya. rasakan, maka kau akan menemukannya. selamat mencoba.

Selasa, 11 Oktober 2011

PULANG

jakarta hujan semalam. suasana yang selalu saya tunggu. dimana air yang jatuh bertubi-tubi dari langit menimbulkan nuansa galau yang sangat intens. tapi dibalik kegalauan saya, ada rasa yang sangat biasa. saya tidak sedih, tapi juga tidak senang. tidak muram, tapi juga tidak gembira. tidak ragu, tapi juga tidak yakin. maka ketika hujan turun semalam, saya melihat betapa banyaknya air yang disediakan Tuhan untuk mencuci bersih jiwa kita, saya memunculkan perasaan yang selama ini saya sembunyikan dalam hati. perasaan yang oleh saya sangat tabu untuk saya keluarkan. yaitu ; perasaan biasa. Flat. datar. tanpa apapun.

hati saya memang kelelahan. setiap detik saya memaksakan perasaan saya untuk membaui sesuatu. entah itu senang, sedih, bahagia, benci dan banyak perasaan lain. saya lupa mengistirahatkan hati saya dari berbagai macam perasaan itu. saya selalu memacunya untuk terus-terusan bekerja, semakin saya sedih, semakin banyak tulisan yang bisa saya jual. semakin saya bahagia semakin banyak waktu untuk menikmati nuansa itu dengan terus-terusan menghasilkan tulisan. saya memompanya terus, menjadikan hati saya mesin untuk selalu memiliki rasa. saya lupa rasanya biasa. hati saya tak pernah biasa. saya lupa pada perasaan kosong, hati saya tak pernah kosong. maka ketika saya mendengar gereyap air hujan yang begitu keras memukul-mukul genteng atap rumah, saya terkesiap. bergegas membuka jendela kamar, dan diam. saya melihat air itu jatuh begitu cepat. hati saya seketika kosong. tanpa apapun. yang saya rasakan hanya air hujan yang keras jatuh beribu-ribu diatas saya. saya menemukan rasa itu lagi, rasa tanpa apapun yang saya cari selama ini. rasa kosong. rasa tak bersyarat. dan perasaan hampa ini mengingatkan saya pada sebuah kota kecil nan ramah. purwokerto. kota dimana tak ada ambisi dan gaung mimpi. kota dimana semuanya berjalan dengan sewajarnya, apa adanya. saya ingin pulang. saya ingin ada dikota itu dengan perasaan ini.

pagi ini saya membuka facebook. saya mendapati ada satu pertemanan baru. antara saya dengan salah satu sahabat saya dikampus dulu. lalu dengan perasaan masih datar, saya membuka facebook miliknya. seketika saya terhanyut. wajah sahabat saya itu masih sama seperti ketika kami kuliah dulu. senyumnya, kerutan di dahinya. semuanya masih sama. saya langsung terbawa dalam kenangan lampau. ketika kami masih sama-sama kuliah dulu. reflek jari saya menekan item foto. dan terpampanglah begitu banyak foto miliknya. nuansa hati saya menggelegak. betapa kenangan bisa begitu nikmat terasa. betapa saya begitu bergetar dengan nuansa sederhana berupa rasa rindu. tiba-tiba saya ingin kembali kuliah. tiba-tiba saya ingin kembali ada di kota kecil nan damai itu. saya ingin pulang. bukan karna saya cengeng. tapi karna nuansa rasa yang harus saya selesaikan. saya harus pulang, bukan karna saya lebay. tapi karna memang gelegar hati yang harus dituntaskan. dan saya akan pulang, demi mendapatkan kesempurnaan rasa ini.

sepertinya alam berbahasa dengan sangat istimewa. setelah kasus hujan dan cerita tentang facebook teman lama. bude saya tiba-tiba mengabarkan kalau saya harus segera pulang. anak saya sakit. panas. di kota kecil tersebut. perasaan ingin pulang yang awalnya berupa kejelian saya akan sebuah nuansa hujan, kemudian berubah kembali karna ingin menyempurnakan rasa rindu, dan kini berubah kembali karna anak saya sakit. sebuah proses yang tak bisa lagi ditawar-tawar. saya pulang. bukan untuk hujan, sahabat atau anak saya. tapi untuk diri saya sendiri. untuk nurani saya sebagai seorang ibu yang sangat mencintai anaknya, untuk naluri saya sebagai seorang sahabat, untuk kejiwaan saya yang senantiasa merindu hadirnya nuansa abadi tak tercela dihati. bukan untuk siapapun, tapi untuk diri saya sendiri. saya akan pulang.